The Orange Network

Archive for the ‘Tech’ Category

Akhir-akhir ini, setiap bertemu client atau teman yang membahas tentang dunia online, saya sering ditanya apa yang akan terjadi di 2009 ini, oleh karena itu saya coba sharing disini juga supaya kita bisa saling berdiskusi.

Prediksi online trend 2009 di Indonesia menurut saya adalah :

  1. Investasi anggaran untuk online marketing meningkat 10-15%.
    Krisis 2009 sudah menerjang, hampir semua perusahaan di dunia berbenah diri, dari mulai perampingan tenaga kerja karena memang menurunnya produksi karena penjualan juga menurun, ataupun karena melakukan penghematan meskipun perusahaan masih untung seperti yang dilakukan Google, hal lain yang paling akan terasa dampaknya adalah penurunan anggaran untuk marketing, hingga 30-50% oleh karena itu para marketer dituntut untuk berpikir lebih efektif dan efisien.
    Lalu mengapa saya optimis untuk anggaran online malah meningkat 10-15% ? tahukah anda berapa persen rata-rata perusahaan di Indonesia menginvestasikan anggarannya untuk online marketing tahun lalu? <1% saja. Menyedihkan? menurut saya malah menggembirakan, dengan anggaran yang sekecil itu maka seharusnya akan lolos dari pemotongan anggaran lagi, dan karena online marketing sifatnya lebih targeted & very measurable, maka marketer yang smart akan memberikan perhatian yang lebih besar.
    Saya beri contoh sebuah perusahaan xxx dengan anggaran 200 M untuk tiap produknya tahun lalu, jika mereka melakukan pemotongan anggaran hinggan 50% sehingga hanya menjadi 100 M tahun ini, lalu tahun lalu mereka hanya mengalokasikan untuk online marketing 1M saja, apakah tahun ini mereka akan menurunkan budget untuk online marketing menjadi 500 juta saja? saya rasa sekarang pun anda sadar media apa yang harus dilakukan penghematan lagi, yaitu media yang sangat susah untuk diukur keberhasilannya dari segi ROMI yaitu media tradisional.
  2. Online marketing campaign akan semakin creative, personal & niche*. *Rich media platform
    Marketer yang sudah mulai bermain di online sebelumnya, pastinya akan belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, dimana mereka akan mengerti bahwa internet adalah media yang potential untuk mencapai objective mereka dalam marketing selama digarap dengan baik dan benar.
    Media internet sangat berbeda dengan media traditional yang sifatnya mass dan satu arah seperti TV, Billboard, Koran/Majalah. Sayangnya masih ada beberapa marketer/agency yang menyamakan hal tersebut, dengan berasumsi pokoknya pasang banner di situs yang paling rame, selesai. Hal itu tentu saja SALAH BESAR!
    Melakukan online marketing bukan hanya memasang banner dengan microsite satu halaman file JPG berisikan produk info lalu berarti tugas anda selesai. Metric click through rate tidak bisa lagi dijadikan satu-satunya benchmark sekarang ini, karena ada yang namanya metric interaction, exploration, acquisition, engagement, etc.
    Hal lain yang harus diperhatikan adalah customer semakin smart! mereka tidak akan begitu saja meng-click banner anda, apalagi ketika banner anda bersanding dengan puluhan banner lainnya. Ada istilahnya Ads Blindness, yaitu ketika kita masuk ke sebuah situs dengan begitu banyak iklan maka secara otomatis kita akan meng-ignore semuanya. Jadi ketika akan melakukan online marketing, pikirkanlah dari sisi si user itu sendiri, what is their behaviour, pschology, interest, etc.
  3. Kampanye politik semakin banyak yang mencoba ke online*. *dan hanya sedikit yang berhasil.
    Siapa yang tidak tahu kisah suksesnya Obama menjalankan kampanye politiknya di media online? kita semua mengakuinya, dia sangat pintar. Ada hal yang perlu diingat, kesuksesan dia selain karena memang pribadi dia yang begitu hebat, dia memiliki sebuah team khusus untuk menangani kampanya onlinenya yaitu Blue State Digital ditambah lagi dengan market yang memang sudah sangat mature untuk online marketing. Yang ingin saya sampaikan adalah melirik media online Indonesia untuk melakukan kampanye politik bukanlah hal yang salah, tetapi buatlah strategy yang tepat untuk lokal market juga dan sesuaikan dengan objective yang ingin dicapai, karena jika kita mengadopsi mentah-mentah strategy campaign Obama sekalipun, saya rasa hal itu tidak berhasil dilakukan disini.

  4. Iklan teks pencarian akan menjadi optional/alternatif.
    Hal ini berhubungan dengan penghematan anggaran dan tuntutan efektifitas dari setiap campaign yang dilakukan, iklan teks pencarian atau yang biasa kita sebut search ads yang diprovide para search engine seperti Google, Live & Yahoo adalah sebuah online marketing yang bisa dijadikan alternatif untuk small advertiser atau optional untuk big advertiser. Perlu kita ingat bahwa online marketing dengan pencarian teks sifatnya dalah PULL marketing, karena ketika user butuh dia akan mendapatkannya. Sementara display ads atau banner sifatnya adalah PUSH dimana advertiser akan mengingatkan/menawarkan secara langsung kepada user dengan beberapa cara. Jadi idealnya rasanya menggunakan metode PULL dan PUSH secara bersamaan adalah strategy yang bagus untuk online marketing dan pantas dicoba.
  5. Iklan mobile akan menjadi optional/alternatif.
    Untuk yang satu ini, saya menghubungkannya dengan sifatnya yang mass dan personal karena hampir semua orang sekarang mempunyai handphone. Meski saya pribadi sebagai user masih merasa sangat terganggu dengan adanya iklan lewat sms misalnya, tetapi saya rasa hal itu karena para advertiser masih melakukan dengan cara yang kurang tepat. *saya ingin membahas bagaimana caranya di topik yang lain nanti.
  6. Dominasi internasional site masih kuat.
    Tidak bisa dipungkiri, internet user Indonesia itu “unique”, orang Indonesia sendiri itu masih meragukan produk dalam negerinya sendiri, termasuk untuk produk/service/media online. Tetapi kita perlu mengakui juga bahwa website internasional seperti  WordPress, Facebook, Friendster, Hotmail, Yahoo, Google, Live, Flickr, Twitter, Plurker, LinkedIn, dsb masih memiliki teknologi yang lebih baik dibanding situs buatan lokal yang celakanya banyak situs lokal yang hanya mengandalkan konsep “Me 2” alias copy cat plus kalah teknologi dan tentunya resources.
  7. Akan hadir dan akan hilang beberapa pemain di bisnis online.
    Saya sudah mendengar kabar bahwa sekurang-kurangnya akan ada 4 – 6 pemain baru dari lokal yang akan meraimakan dunia online Indonesia, namun beberapa pemain lama akan tumbang atau “berdarah-darah” karena mengalami kegagalan dalam me-monetize bisnisnya. Monetizing adalah masalah utama dalam sebuah bisnis, beberapa pihak yang memasuki dunia online terkadang lupa akan hal tersebut karena memang kita akui online business is easy to start, hard to maintain.
  8. Jumlah blogger* akan meningkat tinggi. *micro/fast/blogger.
    Sebanding dengan penetrasi yang meningkat dan bertambahnya internet user, maka jumlah blogger akan bertambah, terutama untuk micro dan fast blogger karena sifatnya yang lebih easy & fun.
  9. Semakin banyak e-commerce lokal*.  *dan masih sedikit yang berhasil.
    Saya percaya bahwa semakin net savvy seseorang, dia akan lebih berpikir untuk memanfaatkan internet sebagai sesuatu yang berguna, dan tentunya para pengusaha/pebisnis tidak akan mengacuhkan media internet yang memang bisa dimanfaatkan untuk memperluas bisnisnya misalnya dengan menyediakan channel e-commerce.

Bagaimana menurut anda? apakah prediksi anda untuk online trends di 2009?

Advertisements

Sebetulnya saya sangat tidak suka menuliskan tentang servis-servis yang buruk dari sebuah perusahaan, karena itu artinya saya sedang sial dan benar-benar give up dengan pelayanan “mereka”, padahal saya termasuk orang yang cukup bertoleransi untuk masalah-masalah kecil.

Dan rasanya cukup fair, ketika saya puas dengan service sebuah perusahaan, saya juga akan memberitahukan kepada orang lain seperti misalnya service Shell pertama dan kedua yang benar-benar memuaskan, service Toyota, service St. Regis Singapore (saya tidak perlu menuliskannya bukan? St. Regis Singapore adalah 6 stars hotel!) atau sebaliknya ketika saya merasa ditipu oleh service di salah satu Honda AHASS, atau service di salah satu Pizza Hut dan sekarang saya merasa “gerah” dengan service First Media yang memang sedang mengalami masalah karena President Director-nya terlibat kasus penyuapan senilai 500 juta.

Berawal dari kesimpang siuran soal area coverage, dimana sudah sejak 3 atau 4 bulan lalu, saya beberapa kali selalu menanyakan apakah sudah bisa masuk ke wilayah saya, mereka selalu mengatakan belum. Saya sendiri melihat jaringan Indovision/KabelVision sudah masuk di tiang depan rumah, logikanya itu artinya jaringan infrastructure sudah tersedia, dan konyolnya si customer service dengan pedenya selalu mengatakan “tidak bisa” “itu bukan Indovision/KabelVision” bla bla bla.

Sekitar 3 minggu kemarin, setelah saya menyerah dengan kelambatan jaringan 3G/3.5G yang disediakan oleh Telkomsel Flash, saya mencoba menghubungi kembali First Media dan akhirnya bisa terdaftar (aneh bukan?). Dan ternyata saya baru tahu bahwa saya di “tipu” karena saya dipaksa untuk berlangganan cable tv 33 nya juga, padahal ternyata bisa langsung berlangganan internetnya saja, meski akhirnya saya pikir saya akan mencobanya 1-2 bulan pertama saja.

1 minggu kemudian teknisi datang,  nah ini juga salah satu jeleknya mereka, saya selalu minta dan mengingatkan schedule mereka adalah sabtu pagi, karena sabtu siang saya sudah ada urusan lain, namun mereka selalu datang terlambat dan selalu diatas jam 12. (3x teknisi datang, 3x mereka terlambat)

Payahnya lagi, 3x teknisi datang masalah tv / internet yang tidak aktif selalu ada, dimulai dari tv yang hanya menangkap channel lokal, sambungan internet yang tidak menyala, pemasangan jalur yang salah (saya meminta untuk dihubungan di box yang sudah tersedia di rumah saya di 2 tempat, di ruang utama dan kamar utama, yang berfungsi hanya di kamar utama) sampai bad signal.

3 minggu sejak pemasangan, baru kemarin mulai aktif, dan setelah 1 hari semua kelihatan berjalan normal baik tv maupun internet, hari ke 2 tv mengalami gangguan “Access Denied” dan setiap kali saya menelpon, jawaban CSnya selalu membuat saya naik darah, bagaimana tidak ada CS yang berani mengatakan “Jadi ini salah siapa, bukan salah saya donk, karena system kami sedang rusak…” konyolnya lagi setiap kali saya menelepon saya harus menjelaskan ulang kejadian dari awal, dan mendapatkan prosedur yang sama yaitu reset factory default, dibantu refresh dari pusat dan tunggu 30 menit lagi. Terus dan berulang-ulang, saya seperti makan obat sehari 3x untuk melaporkan masalah saya.

Yang paling parah adalah malam ini saya mendapatkan sms dari mereka yang mengatakan meminta saya untuk membayar tagihan secepat mungkin paling lambat besok untuk service yang belum jelas bisa saya nikmati atau tidak. konyolnya ketika saya tanyakan ke CS nya, mereka mengatakan bahwa disana billingnya hanya mencatat ketika aktif, tapi ketika saya pastikan dengan menanyakan kalau dalam waktu 1 bulan saya hanya bisa menikmati selama 10 hari karena gangguan, apakah tagihannya berkurang? jawabannya tidak… WTF, lalu untuk apa berdalih kesana kemari soal billing?!

  • Service first Media benar-benar buruk, mereka tidak mengerti bagaimana cara berbicara dengan customer, dibandingkan dengan customer service telkomsel yang jauh lebih baik cara menanggapi customer
  • First Media tidak mengerti yang namanya tepat waktu karena teknisi mereka selalu datang terlambat dari jadwal yang dijanjikan dan membuat customer harus menunggu padahal ada urusan lain.
  • First Media CS tidak mendengarkan customer & mengerti yang namanya efisiensi (ketika saya mengingatkan CS supaya memberitahu nanti teknisi lapangannya sebaiknya membawa modem cadangan karena saya sudah mencoba dengan modem kakak saya lainnya internet saya langsung ok, mereka tidak menyampaikannya).
  • First Media tidak mengerti yang namanya bekerja dengan hati-hati & benar karena mereka membuat tembok kamar mandi saya kotor meninggalkan bekas telapak tangan mereka dan sukar dibersihkan karena terletak di bagian atas, belum lagi salah memasang jalur antena di box internal.

Singkat kata jika ada ISP lain yang bisa menjangkau wilayah saya dengan segera saya akan menggantinya, bagaimana dengan ISP / First Media anda disana? ataukah memang hanya saya yang sedang sial? rasanya sih tidak karena ternyata tetangga saya malah sudah menuliskan ke surat pembaca kompas karena dia sudah dari dulu sekali meminta pemasangan tapi tidak pernah di tanggapi dan di ping pong ke nomor2 salesnya (salesnya ternyata rebutan pelanggan dan komisi)

ps : tulisan ini diposting dengan menggunakan Windows Live Writer, applikasi yang memudahkan kita untuk menulis blog (misalnya menulis secara offline terlebih dahulu, begitu online automaticaly baru terposting, dsb)

Update : OMG, 1 jam setelah menulis ini, sambungan internetnya pun ikut mati… apakah mereka membaca blog saya?… 🙂

Hi2, ini posting dari laptop baru hadiah dari Compaq Contest, kemarin acaranya cukup seru, dan cukup bikin gemeter, sedikit sharing ya…

Acaranya kemarin di De Tao Resto di Kebun Sirih, restorannya cukup unik, dengan theme seperti chinese culture, ukiran naga, harimau, phoenix dsb. Saya datang lebih awal karena memang diminta datang lebih dahulu oleh panitia untuk briefing acara, datang bersama pasangan, lalu ngobrol2 sama panitia, dan juga orang2 dari HP Indonesia.

Jam 5 acaranya mulai, setelah acara talk show giliran saya diminta naik panggung untuk penyerahan hadiah, lalu ditanya inspirasi pemilihan nama Qool itu dari mana, saat naik panggung, lampu blitz mulai membuat mata saya silau, maklum acara kemarin dihadiri puluhan wartawan koran dan majalah karena memang sebenarnya acara utamanya adalah Best HP Journalist 2007, acara yang tiap tahun diadakan HP dan ini yang ke 13, lalu saya ditanya apa inspirasi saya, saat itu terus terang saya merasakan lutut saya sedikit gemetar karena grogi, mudah2an mereka ngga sadar… :p

Saya mendapatkan hadiah laptop Compaq Presario V3504TU + 512 Memory Kingston + Bag… yang diserahkan langsung oleh Marketing Director HP ibu Mariana Kasim & President HP bapak Elisa, setelah saya kembali ke tempat duduk dan sampai di acara buka puasa bersama, saya mengobrol juga dengan orang2 HP yang memang sebenarnya adalah salah satu client saya untuk online campaign.

So this is first time saya menulis blog dari laptop baru, akhirnya saya bisa merasakan Windows Vista, original lho… 🙂 Windows Vista bagus tampilannya, dan kelihatan sekali jauh lebih secure, mengenai laptopnya sendiri hampir sama dengan yang saya pergunakan sehari-hari di kantor hanya saja yang ini lebih baru dan mantep performancennya, dan akan saya pakai untuk pribadi, karena memang selama ini setiap bekerja selalu disediakan laptop inventaris dari kantor2 dulu, meski sebenernya saya butuh laptop yang enteng dan layar cukup 10″ atau 12″ biar enteng tapi akhirnya dapet yang 14″ widescreen lagi.

Sedikit sharing juga minggu ini minggu yang melelahkan, pressure di kantor membuat saya sampai pusing dan berasa capai sekali, management kantor pusat di Singapore dan juga disini seolah tidak peduli bahwa bulan puasa ini target secara keseluruhan pasti menurun karena baik dari client / agency sendiri semuanya sedang konsen ke puasa, libur lebaran dan bulan-bulan quartal terakhir biasanya budget mereka memang sudah habis / tinggal sisa-sisa.

Well that’s life, we must face it, sometimes we feel this is hard… don’t worry it’s normal, just keep and do the best. 🙂

Double Compaq

*Double Compaq : Now I need to syncronize them…

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Ok siapa yang tidak setuju dengan pernyataan diatas? TV meracuni gaya hidup kita, karena menggunakan kata meracuni berarti konotasinya adalah negatif… jujur sebagian besar pendapat saya setuju kalau melihat dominasi program2 tidak bermutu di channel2 lokal, tapi tidak untuk semua channel, channel lokal seperti Metro TV masih ok.

Biasanya rata-rata saya menghabiskan waktu maximal selama 10 – 20 menit dalam waktu satu hari untuk menonton televisi, biasanya di saat makan malam dirumah dan kalau makannya sendirian, jadi jangan heran kalau ditanya soal acara tv atau seputar gosip/artis lokal ke saya, saya akan bengong… 🙂 Tapi nampaknya ritual menonton tv saya akan bertambah sekitar 20 – 40 menit setiap harinya sesaat sebelum tidur, jika tidak ada buku bacaan, sayangnya bukan channel lokal, mungkin anda juga salah satu pengemar channel yang selalu memberikan pengetahuan lebih tentang suatu lifestyle di daerah di negara lain, anda tahu donk Travel & Living?

Travel & LivingSaya sangat menyukai channel Travel & Living karena setiap saya menonton, kapanpun itu, acaranya benar-benar bermanfaat dan tentunya menghibur/menyenangkan. Sedikit sharing yang terakhir saya suka dan kenapa saya bilang bermanfaat, dari channel itu tiba-tiba saya ingin mencoba hobby membuat kopi, kenapa? ada satu acara dimana ada satu orang (saya lupa namanya) yang sangat ahli sekali membuat kopi, dia bisa memadukan kopi dengan strawberry, gila kan? saya belum dan tidak mencobanya ketika dia sudah selesai “meracik” resep canggihnya itu, tetapi saya bisa membayangkan betapa unik dan enak rasanya.

Atau di acara Jamie at Home dimana Jamie akan membantu kita memasak makanan yang bergizi, lezat dan sophisticated langsung dari kebun, atau di acara Thirsty Traveler yang membahas segala sesuatnya tentang minuman terenak di seluruh penjuru dunia, atau China Fast Forward yang membahas tentang kebudayaan dan sejarah China dengan gaya keren (I like the way he present this program to us), atau Miami Ink yang membahas para tukang tatoo profesional yang mengerti bahwa tatoo bukan sekedar tatoo, tatoo bisa menjadi sangat personal, penuh history bahkan legenda, dan masih banyak program acara lain yang menarik, oh ya pastikan anda tidak menonton Bizarre Food ketika sedang makan, karena di acara tersebut membahas makanan-makanan teraneh di seluruh dunia… 🙂

Itu dari segi program, tv lokal juga harus belajar dari cara mereka membawakan acaranya, saya lihat, tidak ada satu presenter-pun yang tidak menarik, bukan secara fisik tentunya, tetapi dari cara mereka berbicara, body languange, interaksi dengan audience / kita, aura, knowledge, dsb. Mereka sangat2 profesional, dan membuat penonton seolah2 berada di sana, di sebelah mereka.

Saya pernah melihat satu acara kuliner di tv lokal, saya lupa di tv mana, anehnya saat itu saya tidak merasa tertarik ketika melihat acara wisata kuliner tersebut, bukan karena makanannya, tetapi karena pembawa acaranya yang begitu membosankan, gaya bicaranya seolah-olah dia sudah kenyang dengan makanan tersebut, dan kebetulan memang penampilannya tidak menarik. (saya bercerita ke rekan2 kerja saya mengenai hal itu besok paginya, dan mereka mengatakan hal yang sama semuanya…) Well kok jadi melenceng dari judul, ok kita kembali ke … topic!

TV mempunyai pengaruh yang cukup besar, terutama untuk anak2, bahkan ke kita yang dewasa, oleh karena itu, usahakan mem-filter apa yang akan kita lihat, dan membatasi waktunya. Apakah acaranya bermanfaat? Apakah acaranya sesuai dengan tingkatan usia? Apakah untuk anak2 perlu bimbingan saat menonton? Apakah tidak ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat selain menonton televisi? Apakah waktunya tepat? Berapa lama akan menontonya? dsb.

Kenapa kita harus mem-filter dan membatasi waktu untuk menonton tv?

  • Secara fisik menonton tv dalam waktu lama dapat memicu terjadinya kegemukan yang lebih cepat, stroke ringan, kram wajah, kesemutan, sakit ginjal, sakit maag, sakit mata, kurang tidur, wajah berminyak dan jerawatan, dsb.
  • Secara mental dan psikologis menonton tv dalam waktu lama juga bisa membuat anda tidak produktif, malas, menunda2 pekerjaan, menghabiskan waktu dengan sia2, mempengaruhi gaya hidup yang tidak positif, dsb.
  • Secara materi jelas menambah biaya listrik yang berlebihan apalagi jika anda menonton di ruangan ber ac, ber sound system lengkap seperti home teater, menggunakan proyektor atau tv dengan ukuran super jumbo.

Selamat menikmati acara tv dengan lebih bermanfaat!

ps : saya masih ingin belajar menjadi coffe master lho… dan tentunya… travel around the world!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”


OrangeCategory

OrangePhotos