The Orange Network

Archive for the ‘Questions’ Category

Beberapa waktu lalu ada seorang teman lama saya yang bertanya kepada saya “Bagaimana yah biar bisa sukses?” Dia adalah teman saya dari kami masih balita, kami berdua ada foto balita sedang duduk bersama dimana air liurnya masih menetes kemana-mana…

Saya lalu bertanya balik kepada dia “Apa itu sukses?” … dia diam dan berpikir, cukup lama… lalu dia bilang “Aku kepingin kaya… lu gimana?… ” Saya tersenyum, berpikir sejenak dan mencoba sharing apa yang ada dipikiran saya.

Sukses bagi saya adalah sebuah proses, sukses bukanlah akhir karena memang tidak ada batasannya apalagi kita sebagai manusia, sukses adalah proses ke keadaan yang lebih baik bisa bagi diri kita sendiri ataupun beserta orang lain, sukses saya katakan proses juga karena biasanya jarang yang instant, dan sukses sendiri bisa terbagi-bagi dalam skala kecil sebelum akhirnya sampai ke skala yang lebih besar.

Contoh, ketika seseorang sukses menjadi orang kaya karena mempunyai usaha yang banyak dan besar, tentunya itu ada sebuah proses dari sukses-sukses kecil lainnya, misalnya dia sukses membuka usaha kecil pertama kalinya, dia sukses membuka cabang-cabangnya hingga akhirnya menjadi benar-benar sukses.

Contoh lain ketika seseorang sukses menduduki jabatan top management seperti misalnya CEO, pada awalnya dia melewati proses sukses sebagai staff junior, lalu sukses menjadi staff senior, manager, director, dsb.

Jadi saya mencoba menjelaskan ke teman saya “we can aim high, that’s good, then we must break down the way to the success” kita bisa menginginkan sesuatu yang tinggi sebagai tujuan kita, hal itu bagus karena artinya kita mempunyai tujuan dan memacu kita, lalu yang harus kita lakukan adalah kita menemukan satu persatu, tahap demi tahap menuju kesuksesan.

Semua itu membutuhkan proses, ada yang instant dan bisa menemukan shortcut untuk menuju kesuksesan, sedikit diantaranya karena mereka diberkati dengan keadaan yang lebih baik dari kita, kebanyakan lainnya karena mereka bekerja keras. Then we must realize, kita harus melihat dimana jalan kita, jika kita diberkati, thanks God, jika kita harus berusaha keras, then do it!

Terkadang kesuksesan itu susah dan berat untuk di dapatkan, itu juga yang menyebabkan orang lupa bahwa kesuksesan harus melalui sebuah proses, kita ingin menjadi kaya, keadaannya kita tidak mendapatkan warisan yang instant dari keluarga kita, maka kita harus bekerja keras, jika sudah bekerja keras saja masih gagal, jangan menyerah, bayangkan apa yang terjadi jika anda tidak bekerja keras, keadaan bisa menjadi lebih buruk tentunya, mau contoh? lihat disekeliling kita orang-orang yang pekerjaannya hanya meminta-minta atau bahkan menipu, biasanya mereka akan susah keluar dari lingkaran tersebut karena mereka malas.

So if we want a BIG success, we must & can start with a small success, let’s find our way… 🙂

*obrolan saya dan teman saya berlanjut dengan mencoba mencari apa yang bisa dilakukan oleh teman saya, dimulai dari hal-hal kecil, seperti misalnya rencana untuk memperbaiki usahanya.

Advertisements

Setelah topik sebelumnya membahas tentang apakah anda terlahir sebagai seorang pemimpin atau tidak, kita akan sharing mengenai bagaimana menjadi seorang leader yang baik, pad prinsipnya menjadi seorang pemimpin itu mudah, menjadi seorang pemimpin yang baik itu yang lebih susah.

Bagaimana kita mengetahui ketika kita sedang menjadi seorang pemimpin kita adalah pemimpin yang baik? tentu saja terlihat dari hasil yang didapat apakah sesuai dengan target yang ingin dicapai, itu mutlak. Hal lain adalah  apakah orang-orang disekitar kita menyukai kita, memberikan respek terhadap kita, memberikan simpati, mengganggap teman, mau bekerja sama, terjadi komunikasi yang baik dsb. Contoh simple biasanya jika ketika pemimpin yang baik itu harus pergi meninggalkan yang lain, yang lain akan merasa kehilangan dan tetap memberikan support, bukan menertawakan dan tidak mempedulikannya.

Dari pengalaman selama ini, seorang pemimpin yang baik mempunyai ciri khas seperti :

  • Sabar & Bijaksana, menjadi seorang pemimpin bukan berarti selalu diatas lalu menginjak-injak yang dibawah, justru sebaliknya harus juga terlibat di bawah supaya bisa mendorong yang lain untuk ke atas, ada kalanya juga berada ditengah ketika dibutuhkan untuk menjadi penengah yang baik 2 sisi yang berbeda.
  • Imbang dalam hal  berbicara, mendengar dan bertindak, pemimpin yang baik tidak harus berbicara terus, tetapi juga mendengarkan dan menghargai suara-suara yang lain, dan juga bertindak.
  • Dapat diandalkan, ketika team dalam masalah, pemimpin harus bisa memberikan solusi, atau paling tidak menjadi pemancing untuk menemukan jalan keluar.
  • Mau berkorban, bukan seorang pemimpin yang baik kalau hanya mau enak2nya saja, pemimpin yang baik bisa melindungi bawahannya disaat yang benar, bahkan terkadang harus berkorban.
  • Adil, Dalam hal apapun, termasuk untuk dirinya sendiri.
  • Memberikan contoh yang baik, itulah kenapa seorang pemimpin biasanya selalu harus mengupdate kemampuannya dan hal lainnya, karena harus memberikan contoh untuk yang lain.
  • Mampu memberikan semangat, ketika team sedang loyo atau sedang dalam masalah, pemimpin tidak boleh panik atau malah menambah pressure yang membuat suasana tidak enak, sebaliknya pemimpin harus bisa mengayomi dan memberikan semangat.
  • Tidak pernah mengambil keuntungan, jika seorang pemimpin mengambil keuntungan atas hasil jerih payah team atau orang lain, maka kepercayaannya akan hancur sampai ke tingkat yang paling rendah.
  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan, kesalahan adalah normal, semua bisa melakukan hal tersebut baik sengaja atau tidak sengaja, yang tidak normal adalah ketika kita tidak meminta maaf atas kesalahan yang terjadi atau malah melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Mungkin masih ada beberapa contoh yang lain, nanti akan diupdate, intinya adalah jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, ingatlah untuk selalu melakukan hal yang positif.

Born to be Leader?

“Apakah anda terlahir untuk menjadi seorang pemimpin?” pertanyaan itu mungkin pernah anda dengar, bagaimana menurut anda hal itu? bagaimana dengan diri anda sendiri, apakah anda memang terlahir untuk menjadi seorang pemimpin? apakah anda bisa merasakan hal tersebut? sejak kapan? bagaimana?

Saya sendiri sebetulnya tidak terlalu mempercayai bahwa sesuatu itu ada yang hanya di dapat dari lahir atau semacam “gift”, tetapi di kenyataan dalam hidup, saya mengakui untuk beberapa hal, seperti misalnya bakat seni, olahraga, science dan juga leadership. Bukan berarti orang yang mendapat gift semacam itu pasti akan lebih baik atau sebaliknya orang yang tidak mempunyai gift tidak akan bisa mengalahkan mereka yang terlahir dengan talent seperti itu.

Saya mengakui bahwa ada beberapa orang yang terlahir sebagai leader, biasanya kelihatan dari aura yang bisa dirasakan oleh orang lain disekelilingnya, dari cara mereka berbicara, bergerak, bahasa tubuh, berpikir, mengambil keputusan, memecahkan masalah, memimpin team, sifat dasar, dsb.

Saya juga pernah melihat beberapa leader yang tidak seperti leader, entah karena mereka tidak menyadari, atau mereka tidak “mengupdate” diri mereka sendiri hingga orang-orang yang seharusnya menjadi bawahannya malah lebih kelihatan berperan dan berpengaruh sebagai leader.

Bagaimana dengan anda sendiri? coba flash backlah sejenak kembali ke masa anda kecil, apakah anda pernah menjadi ketua kelas waktu TK atau SD? menjadi ketua OSIS saat SMP atau SMU? duduk di SENAT Mahasiswa? Menjadi Person in Charge di team perusahaan anda? Menjadi Head atau Manager divisi anda? atau mungkin menjadi pemimpin perusahaan dengan multinational branch? jika ya darimana anda mendapatkan leadership tersebut? jika tidak kenapa anda belum bisa mendapatkannya? Apakah anda ingin mendapatkannya? 🙂

Pikiran seperti judul diatas, selalu muncul dan pergi terus menerus, saya yakin anda juga mengalaminya, entah itu yang baru akan memulai “hidup” alias baru lulus dari bangku pendidikan, atau yang sedang “mendaki” karir atau malah yang sudah di puncak karir…

Buat saya, pikiran tersebut biasanya muncul saat sedang “jenuh” di pekerjaan dan kebetulan ada ide/peluang bisnis. Meski biasanya hanya sekilas lewat, tetapi saya pernah meninggalkan pekerjaan saya demi mengelola bisnis sendiri satu kali, dimana saat itu adalah masa-masa saya akan di promote dalam waktu dekat, dan tentunya akan cukup masuk ke wilayah comfort zone. Meski akhirnya bisnis sendiri belum berhasil, tetapi keputusan saya waktu itu tepat.

MoneyUntuk anda yang mungkin juga sedang/pernah mengalami hal serupa, bisa di sharing pengalamannya disini ke sesama. Buat saya karir atau bisnis sama-sama menjanjikan, kadang ada yang bilang “ah kerja sama orang mulu, kapan kayanya?” well in a fact, saya punya banyak teman yang karirnya “wow” dan dia hidup dengan “sejahtera” dibanding orang yang mengatakan seperti itu. Dan sebaliknya para karyawan ada yang berkata “lu seh enak sudah ada bisnis sendiri, jadi bos…” dan memang benar, banyak pengusaha atau para pemain bisnis yang sangat sukses.

Pertimbangan saya dan mungkin anda biasanya ketika pikiran seperti itu muncul adalah :

Saya akan tetap di karir jika :

  • Saya belum menemukan formula bisnis yang ampuh, membuat, menemukan, meniru apapun formula bisnis, jika ingin sukses maka formula bisnisnya harus benar-benar mempunyai basic concept yang kuat, meski sembari jalan kita juga pasti akan menyempurnakannya. Seperti misalnya saya tidak suka berbisnis misalnya membuka restoran chinese food, jika di lingkungan saya sudah ada beberapa/banyak bisnis tersebut.
  • Saya belum yakin bisa mengeksekusinya dengan baik dari segala hal, baik team, materi, tenaga, waktu dan pikiran.
  • Saya tidak paham sama sekali secara skill dan pengetahuan tentang bisnis itu, misalnya saya tidak akan membuka bisnis jasa pengiriman export/import barang, karena saya tidak paham, membutuhkan waktu lama untuk mempelajarinya, susah untuk dipelajari, dsb.
  • Saya belum ada rencana backup jika bisnis saya gagal, ketika tahun lalu saya menceburkan diri ke bisnis dot com, saya ada rencana backup jika bisnis saya gagal, dan memang saya masih “baik2” saja sampai sekarang, malah saya merasa semakin baik. 🙂 Rencana backup itu banyak hal, dari urusan backup financial, backup karir, backup bisnis, backup dukungan keluarga, dsb.
  • Karir saya “sangat” cemerlang seperti beberapa teman saya, tentu saja untuk orang seperti saya, yang masih berjuang mendapatkan kebebasan finansial, inti dari bisnis ataupun karir adalah mendapatkan kebebasan finansial itu sendiri (top priority right?) jadi jika hal itu sudah tercapai, baru kita bisa memulai prioritas yang lain. (bagaimana dengan anda?)

Dan sebaliknya saya akan memutuskan terjun di bisnis sendiri jika :

  • Saya mempunyai formula bisnis yang ampuh.
  • Saya mempunyai team, materi, tenaga, waktu dan pikiran yang sangat siap dan mantap.
  • Saya paham A to Z bisnis tersebut.
  • Saya sudah ada backup plan.
  • Karir saya mentok, dalam arti pemasukan yang dihasilkan tidak bisa memenuhi kebutuhan basic saya dan juga hal-hal lain.

Mungkin ada yang berpikir manusia kan ga pernah puas, mana ada kata cukup buat penghasilan? (seperti kata teman2 saya) buat saya itu benar, tetapi tentunya ada standard minimal yang harus dipenuhi, itu yang menjadi acuan saya, bukan standard maximalnya. Seperti misalnya saya akan menghitung berapa seh minimal biaya hidup saya, mungkin dengan pasangan jika menikah nanti, berapa yang bisa saya dapat dari karir, berapa yang bisa saya sisihkan untuk masa depan lainnya, jika dirasa sangat lama atau malah kurang, itu artinya kita harus menemukan jalan yang lebih baik.

Jangan khawatir disebut maruk oleh orang lain, selama anda tidak merugikan mereka, kenapa harus pusing, jika anda bisa lebih baik dalam beberapa atau segala hal, kenapa tidak? Daripada anda naif, tetapi tidak menikmati hidup karena selalu mengkomplain keadaan, kenapa anda tidak mengubah keadaan? 🙂

Good luck to pursuit your own happiness, see u at the top!

>>>
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”

Ok siapa yang tidak setuju dengan pernyataan diatas? TV meracuni gaya hidup kita, karena menggunakan kata meracuni berarti konotasinya adalah negatif… jujur sebagian besar pendapat saya setuju kalau melihat dominasi program2 tidak bermutu di channel2 lokal, tapi tidak untuk semua channel, channel lokal seperti Metro TV masih ok.

Biasanya rata-rata saya menghabiskan waktu maximal selama 10 – 20 menit dalam waktu satu hari untuk menonton televisi, biasanya di saat makan malam dirumah dan kalau makannya sendirian, jadi jangan heran kalau ditanya soal acara tv atau seputar gosip/artis lokal ke saya, saya akan bengong… 🙂 Tapi nampaknya ritual menonton tv saya akan bertambah sekitar 20 – 40 menit setiap harinya sesaat sebelum tidur, jika tidak ada buku bacaan, sayangnya bukan channel lokal, mungkin anda juga salah satu pengemar channel yang selalu memberikan pengetahuan lebih tentang suatu lifestyle di daerah di negara lain, anda tahu donk Travel & Living?

Travel & LivingSaya sangat menyukai channel Travel & Living karena setiap saya menonton, kapanpun itu, acaranya benar-benar bermanfaat dan tentunya menghibur/menyenangkan. Sedikit sharing yang terakhir saya suka dan kenapa saya bilang bermanfaat, dari channel itu tiba-tiba saya ingin mencoba hobby membuat kopi, kenapa? ada satu acara dimana ada satu orang (saya lupa namanya) yang sangat ahli sekali membuat kopi, dia bisa memadukan kopi dengan strawberry, gila kan? saya belum dan tidak mencobanya ketika dia sudah selesai “meracik” resep canggihnya itu, tetapi saya bisa membayangkan betapa unik dan enak rasanya.

Atau di acara Jamie at Home dimana Jamie akan membantu kita memasak makanan yang bergizi, lezat dan sophisticated langsung dari kebun, atau di acara Thirsty Traveler yang membahas segala sesuatnya tentang minuman terenak di seluruh penjuru dunia, atau China Fast Forward yang membahas tentang kebudayaan dan sejarah China dengan gaya keren (I like the way he present this program to us), atau Miami Ink yang membahas para tukang tatoo profesional yang mengerti bahwa tatoo bukan sekedar tatoo, tatoo bisa menjadi sangat personal, penuh history bahkan legenda, dan masih banyak program acara lain yang menarik, oh ya pastikan anda tidak menonton Bizarre Food ketika sedang makan, karena di acara tersebut membahas makanan-makanan teraneh di seluruh dunia… 🙂

Itu dari segi program, tv lokal juga harus belajar dari cara mereka membawakan acaranya, saya lihat, tidak ada satu presenter-pun yang tidak menarik, bukan secara fisik tentunya, tetapi dari cara mereka berbicara, body languange, interaksi dengan audience / kita, aura, knowledge, dsb. Mereka sangat2 profesional, dan membuat penonton seolah2 berada di sana, di sebelah mereka.

Saya pernah melihat satu acara kuliner di tv lokal, saya lupa di tv mana, anehnya saat itu saya tidak merasa tertarik ketika melihat acara wisata kuliner tersebut, bukan karena makanannya, tetapi karena pembawa acaranya yang begitu membosankan, gaya bicaranya seolah-olah dia sudah kenyang dengan makanan tersebut, dan kebetulan memang penampilannya tidak menarik. (saya bercerita ke rekan2 kerja saya mengenai hal itu besok paginya, dan mereka mengatakan hal yang sama semuanya…) Well kok jadi melenceng dari judul, ok kita kembali ke … topic!

TV mempunyai pengaruh yang cukup besar, terutama untuk anak2, bahkan ke kita yang dewasa, oleh karena itu, usahakan mem-filter apa yang akan kita lihat, dan membatasi waktunya. Apakah acaranya bermanfaat? Apakah acaranya sesuai dengan tingkatan usia? Apakah untuk anak2 perlu bimbingan saat menonton? Apakah tidak ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat selain menonton televisi? Apakah waktunya tepat? Berapa lama akan menontonya? dsb.

Kenapa kita harus mem-filter dan membatasi waktu untuk menonton tv?

  • Secara fisik menonton tv dalam waktu lama dapat memicu terjadinya kegemukan yang lebih cepat, stroke ringan, kram wajah, kesemutan, sakit ginjal, sakit maag, sakit mata, kurang tidur, wajah berminyak dan jerawatan, dsb.
  • Secara mental dan psikologis menonton tv dalam waktu lama juga bisa membuat anda tidak produktif, malas, menunda2 pekerjaan, menghabiskan waktu dengan sia2, mempengaruhi gaya hidup yang tidak positif, dsb.
  • Secara materi jelas menambah biaya listrik yang berlebihan apalagi jika anda menonton di ruangan ber ac, ber sound system lengkap seperti home teater, menggunakan proyektor atau tv dengan ukuran super jumbo.

Selamat menikmati acara tv dengan lebih bermanfaat!

ps : saya masih ingin belajar menjadi coffe master lho… dan tentunya… travel around the world!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Beberapa hari ini dan 2 minggu ke depan akan sangat sibuk rasanya, dari mulai beberapa hari lagi fiscal year company tutup sampai “menyambut” new fiscal year yang berarti challenges baru akan dimulai, tentu saja dengan target yang makin tinggi. fiuh… this is life… hahaha…

Saya akan sedikit sharing mengenai satu hal yaitu kesalahan, kita semua pasti pernah membuat kesalahan, besar kecil, berat ringan, di kantor, di keluarga, di masyarakat dan lainnya, apa yang anda lakukan biasanya?

Kemarin saya melakukan sebuah kesalahan, miss komunikasi yang bisa menyebabkan saya kehilangan project medium dalam jangka pendek, dan jangka panjangnya bisa project2 big, sebenarnya jika saya akan membela diri, bisa saja saya menang, tetapi pada akhirnya juga kalah, karena mungkin lost project, jadi saya mengalah yang akhirnya menang karena mendapat project itu dan berikutnya. Meski prosesnya cukup “melelahkan” tetapi win win solutions di dapat. 🙂

Pada saat melakukan kesalahan, awalnya juga saya masih berpikir untuk membela diri, untunglah segera sadar bahwa yang penting adalah terlaksananya project itu, apa yang saya lakukan? saya mengakui kesalahan, mempelajarinya, dan mencari solusi terbaik, kemudian melupakannya karena mendapatkan apa yang memang seharusnya.

So what we learn here is, when we make a mistake :

  • Akui, tidak ada gunanya anda berdalih jika memang anda melakukan kesalahan, semakin anda berdalih, semakin banyak masalah yang akan datang.
  • Minta maaf, jika melibatkan orang lain apalagi merugikan, segeralah meminta maaf, setidaknya kita meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
  • Pelajari, perhatikan dimana kesalahan anda, kenapa anda bisa salah, dsb.
  • Lupakan, Jangan habiskan waktu, tenaga dan pikiran anda untuk kesalahan yang kita perbuat, pikirkan saja bagaimana solusinya.
  • Cari Solusi, temukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Dengan begini semoga kita tidak melakukan kesalahan yang sama lagi di lain waktu, have a nice day!
“Making mistakes simply means you are learning faster.” ~Weston H. Agor

“The only real mistake is the one from which we learn nothing.” ~John Powell

“The man who makes no mistakes does not usually make anything.” ~Edward Phelps

“Never say, “oops.” Always say, “Ah, interesting.” ~Author Unknown

“If you don’t make mistakes, you’re not working on hard enough problems. And that’s a big mistake.” ~F. Wikzek

“Mistakes are part of the dues one pays for a full life.” ~Sophia Loren

“It was when I found out I could make mistakes that I knew I was on to something.” ~Ornette Coleman

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Hi there, tiba2 terlintas untuk memberikan sebuah “sentuhan” baru di diri saya sendiri selaku blogger dan internet user yang saat ini mempunyai pekerjaan meng-handle iklan online, yang pertama adalah saya mengubah about me page yang berjudul About OrangeMood menjadi lebih singkat dan bahasa inggris, lalu berikutnya saya akan mulai menggunakan signature saya di setiap akhir postingan saya begitu juga kalau saya posting di blog/internet yaitu :

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”

Bagaimana menurut anda? dan apa signature anda? goodnight and sleep well 🙂

>>>
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”


OrangeCategory

OrangePhotos