The Orange Network

Archive for the ‘Business & Money’ Category

Akhir-akhir ini, setiap bertemu client atau teman yang membahas tentang dunia online, saya sering ditanya apa yang akan terjadi di 2009 ini, oleh karena itu saya coba sharing disini juga supaya kita bisa saling berdiskusi.

Prediksi online trend 2009 di Indonesia menurut saya adalah :

  1. Investasi anggaran untuk online marketing meningkat 10-15%.
    Krisis 2009 sudah menerjang, hampir semua perusahaan di dunia berbenah diri, dari mulai perampingan tenaga kerja karena memang menurunnya produksi karena penjualan juga menurun, ataupun karena melakukan penghematan meskipun perusahaan masih untung seperti yang dilakukan Google, hal lain yang paling akan terasa dampaknya adalah penurunan anggaran untuk marketing, hingga 30-50% oleh karena itu para marketer dituntut untuk berpikir lebih efektif dan efisien.
    Lalu mengapa saya optimis untuk anggaran online malah meningkat 10-15% ? tahukah anda berapa persen rata-rata perusahaan di Indonesia menginvestasikan anggarannya untuk online marketing tahun lalu? <1% saja. Menyedihkan? menurut saya malah menggembirakan, dengan anggaran yang sekecil itu maka seharusnya akan lolos dari pemotongan anggaran lagi, dan karena online marketing sifatnya lebih targeted & very measurable, maka marketer yang smart akan memberikan perhatian yang lebih besar.
    Saya beri contoh sebuah perusahaan xxx dengan anggaran 200 M untuk tiap produknya tahun lalu, jika mereka melakukan pemotongan anggaran hinggan 50% sehingga hanya menjadi 100 M tahun ini, lalu tahun lalu mereka hanya mengalokasikan untuk online marketing 1M saja, apakah tahun ini mereka akan menurunkan budget untuk online marketing menjadi 500 juta saja? saya rasa sekarang pun anda sadar media apa yang harus dilakukan penghematan lagi, yaitu media yang sangat susah untuk diukur keberhasilannya dari segi ROMI yaitu media tradisional.
  2. Online marketing campaign akan semakin creative, personal & niche*. *Rich media platform
    Marketer yang sudah mulai bermain di online sebelumnya, pastinya akan belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, dimana mereka akan mengerti bahwa internet adalah media yang potential untuk mencapai objective mereka dalam marketing selama digarap dengan baik dan benar.
    Media internet sangat berbeda dengan media traditional yang sifatnya mass dan satu arah seperti TV, Billboard, Koran/Majalah. Sayangnya masih ada beberapa marketer/agency yang menyamakan hal tersebut, dengan berasumsi pokoknya pasang banner di situs yang paling rame, selesai. Hal itu tentu saja SALAH BESAR!
    Melakukan online marketing bukan hanya memasang banner dengan microsite satu halaman file JPG berisikan produk info lalu berarti tugas anda selesai. Metric click through rate tidak bisa lagi dijadikan satu-satunya benchmark sekarang ini, karena ada yang namanya metric interaction, exploration, acquisition, engagement, etc.
    Hal lain yang harus diperhatikan adalah customer semakin smart! mereka tidak akan begitu saja meng-click banner anda, apalagi ketika banner anda bersanding dengan puluhan banner lainnya. Ada istilahnya Ads Blindness, yaitu ketika kita masuk ke sebuah situs dengan begitu banyak iklan maka secara otomatis kita akan meng-ignore semuanya. Jadi ketika akan melakukan online marketing, pikirkanlah dari sisi si user itu sendiri, what is their behaviour, pschology, interest, etc.
  3. Kampanye politik semakin banyak yang mencoba ke online*. *dan hanya sedikit yang berhasil.
    Siapa yang tidak tahu kisah suksesnya Obama menjalankan kampanye politiknya di media online? kita semua mengakuinya, dia sangat pintar. Ada hal yang perlu diingat, kesuksesan dia selain karena memang pribadi dia yang begitu hebat, dia memiliki sebuah team khusus untuk menangani kampanya onlinenya yaitu Blue State Digital ditambah lagi dengan market yang memang sudah sangat mature untuk online marketing. Yang ingin saya sampaikan adalah melirik media online Indonesia untuk melakukan kampanye politik bukanlah hal yang salah, tetapi buatlah strategy yang tepat untuk lokal market juga dan sesuaikan dengan objective yang ingin dicapai, karena jika kita mengadopsi mentah-mentah strategy campaign Obama sekalipun, saya rasa hal itu tidak berhasil dilakukan disini.

  4. Iklan teks pencarian akan menjadi optional/alternatif.
    Hal ini berhubungan dengan penghematan anggaran dan tuntutan efektifitas dari setiap campaign yang dilakukan, iklan teks pencarian atau yang biasa kita sebut search ads yang diprovide para search engine seperti Google, Live & Yahoo adalah sebuah online marketing yang bisa dijadikan alternatif untuk small advertiser atau optional untuk big advertiser. Perlu kita ingat bahwa online marketing dengan pencarian teks sifatnya dalah PULL marketing, karena ketika user butuh dia akan mendapatkannya. Sementara display ads atau banner sifatnya adalah PUSH dimana advertiser akan mengingatkan/menawarkan secara langsung kepada user dengan beberapa cara. Jadi idealnya rasanya menggunakan metode PULL dan PUSH secara bersamaan adalah strategy yang bagus untuk online marketing dan pantas dicoba.
  5. Iklan mobile akan menjadi optional/alternatif.
    Untuk yang satu ini, saya menghubungkannya dengan sifatnya yang mass dan personal karena hampir semua orang sekarang mempunyai handphone. Meski saya pribadi sebagai user masih merasa sangat terganggu dengan adanya iklan lewat sms misalnya, tetapi saya rasa hal itu karena para advertiser masih melakukan dengan cara yang kurang tepat. *saya ingin membahas bagaimana caranya di topik yang lain nanti.
  6. Dominasi internasional site masih kuat.
    Tidak bisa dipungkiri, internet user Indonesia itu “unique”, orang Indonesia sendiri itu masih meragukan produk dalam negerinya sendiri, termasuk untuk produk/service/media online. Tetapi kita perlu mengakui juga bahwa website internasional seperti  WordPress, Facebook, Friendster, Hotmail, Yahoo, Google, Live, Flickr, Twitter, Plurker, LinkedIn, dsb masih memiliki teknologi yang lebih baik dibanding situs buatan lokal yang celakanya banyak situs lokal yang hanya mengandalkan konsep “Me 2” alias copy cat plus kalah teknologi dan tentunya resources.
  7. Akan hadir dan akan hilang beberapa pemain di bisnis online.
    Saya sudah mendengar kabar bahwa sekurang-kurangnya akan ada 4 – 6 pemain baru dari lokal yang akan meraimakan dunia online Indonesia, namun beberapa pemain lama akan tumbang atau “berdarah-darah” karena mengalami kegagalan dalam me-monetize bisnisnya. Monetizing adalah masalah utama dalam sebuah bisnis, beberapa pihak yang memasuki dunia online terkadang lupa akan hal tersebut karena memang kita akui online business is easy to start, hard to maintain.
  8. Jumlah blogger* akan meningkat tinggi. *micro/fast/blogger.
    Sebanding dengan penetrasi yang meningkat dan bertambahnya internet user, maka jumlah blogger akan bertambah, terutama untuk micro dan fast blogger karena sifatnya yang lebih easy & fun.
  9. Semakin banyak e-commerce lokal*.  *dan masih sedikit yang berhasil.
    Saya percaya bahwa semakin net savvy seseorang, dia akan lebih berpikir untuk memanfaatkan internet sebagai sesuatu yang berguna, dan tentunya para pengusaha/pebisnis tidak akan mengacuhkan media internet yang memang bisa dimanfaatkan untuk memperluas bisnisnya misalnya dengan menyediakan channel e-commerce.

Bagaimana menurut anda? apakah prediksi anda untuk online trends di 2009?

Seperti biasa, saya selalu sempatkan membaca blog pak Yodhia yang renyah2 topiknya, ada satu topik yang “hangat” judulnya Berapa Besar Gaji Anda untuk Bisa Hidup Dengan Layak. Jawaban versi beliau adalah RP. 16,000,000

Jika reaksi anda “wah mana mungkin…” “wah terlalu tinggi tuh…” “hah?” it’s ok, response yang lain rata2pun begitu… lalu saya memberikan komentar disana juga, yang intinya dulu saya juga sempat berpikir mustahil untuk mempunyai rumah, mobil apalagi bisnis dari hasil keringat sendiri, tetapi sekarang hal itu bisa dicapai… tidak mudah, tetapi tidak sesulit yang dibayangkan.

Saya ingin sharing disini bahwa sebenarnya it’s not that hard, as long as we know the way… tidak sesulit yang dibayangkan jika kita tahu jalannya. Di topik sebelumnya sudah dibahas mengenai pendidikan yang baik bisa membantu kita menjadi kaya, saya rasa kita semua setuju hal itu bukan? dengan gelar S2 atau bahkan S3, gaji 16 juta sebulan sangatlah mungkin didapat bahkan lebih…

Lalu berikutnya berhemat, jika anda bisa mendisiplinkan diri anda untuk menyisihkan 20-40% saja tabungan anda setiap bulannya, dalam waktu tertentu anda akan mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi yang bisa melipatgandakan penghasilan anda secara lebih cepat, dengan catatan anda tahu, menguasai system investasi yang baik dan benar.

Cara berikutnya adalah mendapatkan penghasilan tambahan, am I kidding?… tidak, saya tidak sedang bercanda, cara ini seperti 2 cara sebelumnya it’s simple, basic, easy… tapi saya tanya apakah anda sudah melakukannya?…

Jika sudah selamat!!!, saya yakin anda pasti sudah menjadi lebih kaya tentunya, at least dibanding dengan orang lain yang tidak melakukannya. Jika belum kenapa belum? anda tidak percaya? saya tanya lagi, berapa banyak waktu yang anda pergunakan dalam satu hari/satu minggu/satu bulan/satu tahun terakhir untuk mendapatkan penghasilan tambahan?

Secara bodoh2nya jika anda bekerja lebih lama dibanding yang lain, tentunya dan seharusnya anda akan mendapatkan penghasilan tambahan bukan? jika tidak, sebaiknya anda meninggalkan pekerjaan anda sekarang juga. Anda sering lembur dikantor? apakah anda dibayar untuk extra hours? jika tidak mintalah, jika tidak diberi jangan lembur, jika dipaksa jangan mau, jika dipecat carilah pekerjaan lain yang lebih baik, yang lebih menghargai hasil kerja anda. Tetapi jika anda mau menerima keadaan, itu hal lain ya…

Jika anda mempunyai waktu luang, cobalah mulai berpikir untuk mempergunakan waktu luang anda tersebut untuk menambah penghasilan anda, ada yang akan dikorbankan tentunya, misalnya anda akan kehilangan waktu bersama keluarga misalnya, berikan kompensasi dan manage waktu anda tersebut dengan baik dan benar, dan cobalah diskusikan dengan keluarga/orang2 terdekat anda sebelumnya.

Saya akan mengambil contoh teman saya yang sekarang menjadi agen asuransi sembari tetap menjadi pekerja kantorannya, Menurut saya itu adalah salah satu contoh yang benar, karena diluar jam kerjanya dia masih berusaha mendapatkan penghasilan tambahan, dan kita semua tahu bahwa ada beberapa orang yang berhasil menjual asuransi dan menjadi kaya. (perlu saya tekankan asuransi bukan hal yang buruk dan jelas berbeda dengan MLM ataupun program money game yang mengatas namakan investasi bodoh itu) Dia berkorban untuk lebih bekerja keras dan mengurangi waktu bersenang-senangnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Contoh lain ada teman saya juga yang menjadi agen Tupperware, dia tetap bekerja, kemudian dia membeli sebuah mobil pickup dan menjual Tupperware di sekolah2 yang ramai oleh ibu2… tentunya dia menghire 2 karyawan untuk hal itu… darimana dia mendapatkan modal awalnya?… dia sebelumnya sudah BERHEMAT & MENABUNG!

Terkadang ironis memang, banyak orang mengeluh penghasilannya selalu kurang, padahal bisa saja disebabkan karena tidak bisa berhemat atau tidak mau berusaha menambah penghasilannya.  Jadi sekarang anda yang menentukan sendiri apakah anda mau kaya atau tidak sebenarnya… goodluck and good night!

Time is Money so Money is time!

“Time is money! so let’s get hurry…” pernah dengar bos-bos ngomong gitu? ungkapan itu benar sekali, waktu adalah uang, karena jika kita memanfaatkan waktu dengan baik, artinya kita bisa mendapatkan uang dengan baik pula dan sebaliknya jika kita menyianyiakan waktu dengan percuma, maka kita menyianyiakan uang yang seharusnya bisa kita dapatkan.

Contoh nyatanya yang paling mudah adalah seorang penjual bubur ayam misalnya, jika dia bangun pagi dan menjual lebih pagi dibanding penjual makanan lainnya disaat orang-orang perkantoran sedang banyak mencari sarapan pagi, maka bisa dipastikan dia akan lebih banyak memperoleh uang dari hasil penjualannya, dan begitu juga sebaliknya kan?!

Lalu saya mendengar ungkapan lagi “Money is Time!” atau “Uang adalah Waktu!” awalnya agak bingung dan aneh kedengarannya, tetapi jika kita cermati baik-baik ungkapan itu juga sangat benar. Uang adalah waktu, bisa berarti jika kita kehilangan uang artinya kita kehilangan waktu, jika kita membuang-buang uang artinya kita membuang-buang waktu.

Masih belum nangkep? begini contohnya, jika ada seseorang yang bekerja dari jam 8 pagi – 5 sore, senin – jumat, dan mendapatkan penghasilan sebesar 10 juta tiap bulannya, kemudian setelah menerima penghasilan tersebut dia membeli barang senilai 10 juta juga misalnya, artinya dia baru saja menghabiskan waktu hidupnya selama 1 bulan untuk mendapatkan barang tersebut, karena waktu tidak bisa diulang/ditambah bukan?!.

Itulah kenapa sebenarnya jika kita tidak bisa mengelola keuangan kita dengan baik dan benar artinya sama saja dengan membuang-buang waktu hidup kita, contoh lainnya adalah penggunaan kartu kredit yang tidak bijaksana melebihi batas kemampuan.

Contoh lainnya bisa menjadi sangat komplek jika kita tidak bisa memanage waktu dan uang kita dengan baik, yang artinya anda sudah kehilangan uang karena tidak memanage waktu, kehilangan waktu karena tidak memanage uang, dan itu akan menjadi lingkaran setan secara terus menerus.

Jadi bijaksanalah mengatur waktu dan uang anda sekaligus jika anda ingin sukses!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Ceritanya ada satu client saya yang akan running campaign di salah satu network kita 3 hari kedepan, kontrak dah approved, creative dah ready dan disubmit, tinggal jalan dan ongkang2 kaki…

Sayangnya, kemarin malam saya baru sempat ngecheck soal creative-nya yang sudah dikirimkan client dan begitu saya lihat… “What the hell is this?…” design, concept, etc etc is very !@#$%…

Malam itu juga saya memutuskan besok saya akan menelepon client, menyampaikan pendapat saya, meminta team creative mereka memperbaikinya, dengan resiko saya harus adu “otot” dengan bos dan pihak media (si bule2 sono yang biasanya jutex abis kalau ada pending campaign) dan juga resiko target dan komisi yang ke pending juga… atau bahkan cancel! dan di”jutekin” client karena dianggap terlalu ikut “campur tangan”.

Besok paginya (hari ini) saya mencoba menelepon client, tetapi tidak ketemu, akhirnya saya menuliskan email, sedikit mikir juga mungkin client bisa merasa tersinggung dan membatalkan campaignnya lalu lenyaplah semua… tapi yah resiko lah, daripada saya diem tapi ga tenang dan nanti hasilnya seperti yang saya takutkan… (public bakal ngejudge kok campaignnya “ini” jelek amat yah….)

5 menit setelah email di sent, ada telepon cari g, ternyata si client, dan hasilnya… ternyata dia sependapat dengan saya, dan dia minta solusi…

bla3…
Client : You right, Jadi menurut kamu bagaimana?
Saya : Jika creativenya seperti sekarang, lebih baik pending / tidak tayang sama sekali…
Client : Pending? bukannya tidak bisa?
Saya : Buatlah pernyataan tertulis kepada saya via email, lalu saya akan mengurus masalah pendingnya dengan pihak kantor dan media sana, meski biasanya tidak bisa… tapi saya akan coba.
Client : Ok, we need your help, don’t know what our creative team think about this.
Saya : If you need help about the creative things, you can used our vendor, I can guaranteed the creative will be better than this, we have good standard for our client.
Client : I know, but we already paid this team, bla3…
bla3…

Akhirnya campaignnya di pending, dan akan digunakan untuk produk yang lain (brand ini punya banyak produk), yang memang mock up creativenya sudah di tunjukan kepada saya dan cukup bagus untuk ukuran brand eletronik sebesar “itu”. (emailnya di cc juga ke orang creativenya yang mungkin jadi jutek sama saya…)

Well kenapa saya bikin repot sendiri? kenapa ga main “buta” dan “bego” aja? yang penting kerjaan beres, duit masuk, kan enak tuh… ada beberapa alasan :

  • Client ini cukup “besar” pemain 3 besar di dunia elektronik, meski budget untuk online campaignnya relatif kecil dibanding lainnya,Tapi saya ngga “tega” aja kalau nanti melihat public akan menilai “kok brand sebesar ini online campaignnya seperti ini?” kalau client ini bukan di handle saya, mungkin saya akan cuek.
  • Contact person-nya orang yang baik dan enak diajak kerja sama, dalam arti dia open mind, dan mau mendengarkan pendapat dari orang lain, jadi saya tidak ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
  • Untuk long term, jika saya main “bego” dan “buta” mungkin project kali ini ngga ribet, dan duit masuk cepet, tapi jika setelah running dan public mempunyai pendapat yang sama bahwa campaignnya dibawah standar, maka client bisa “kapok” dan “trauma” lalu ngga akan pernah lagi running campaign dengan saya/network kami, padahal jelas sebenarnya media kami sangat potential jika bisa memanfaatkannya dengan baik. Jadi semoga campaignnya berjalan dengan baik dan mendapat results yang baik pula dan continue.

Jadi menurut saya terkadang bicara “apa adanya” itu diperlukan selama itu untuk hal yang baik, bagaimana menurut pengalaman anda?
ps : Kejadian seperti ini sudah beberapa kali saya alami, ada beberapa client yang “open mind” ada juga yang “ngotot” untungnya yang “ngotot” tetap running, dan hasilnya memang “biasa saja”sesuai dugaan saya…

Apakah disini ada yang tahu tentang MoodMill ? MoodMill adalah website 2.0 social mood management, apa maksudnya? dengan menjadi member disana kita bisa :

  • Mengekspresikan dan meng-share mood yang sedang kita rasakan sekarang ke dunia.
  • Berkomunitas di dunia maya.
  • Melihat rata2 mood kita setiap harinya karena tercatat dalam graphic bar.
  • Melihat rata2 mood orang lain/teman2 kita yang lain.

Ada beberapa hal yang saya suka dari MoodMill meski saya sendiri member, tapi tidak belum menggunakanya secara aktif, hal2 yang saya suka :

  • Konsepnya cukup bagus, fun, fresh, sedikit inovasi dari pesaingnya Twitter (mungkin perlu anda ketahui, pemiliknya meng-klaim saat sedang mendevelop MoodMill, Twitter baru launch, berarti idenya tidak nyontek.)
  • Memanfaat teknologi web 2.0 (Ajax, interactivity, etc.)
  • Mengincar market global, dalam arti terbuka peluang untuk user international dengan menggunakan menu berbahasa inggris.
  • Foundernya Felik Fekimoki teman skripsi saya, mantan team sewaktu mendevelop Cystage (project saya dulu), dan termasuk teman yang “blak2an”.

Sayangnya ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan tidak sekuat Twitter gaungnya, seperti :

  • Ini bukan main project, karena dia harus memenuhi kebutuhan “primer”nya, maka ini hanya side projectnya, biasanya side project memang di nomor 2 kan, itu wajar.
  • Team yang sekarang terbentuk secara sukarelawan, saya tidak meragukan kemampuan team MoodMill yang sekarang, tetapi biasanya akan ada masalah seperti management waktu, komunikasi, misi dan visi, pembagian tugas, peran, dsb. (itulah kenapa saya tidak bisa join Fek, karena saya sendiri ada “kepentingan” lain.)
  • Marketing dan Promotion yang bisa dibilang tanpa budget (dan mungkin tanpa rencana?)
  • Salah satu competitornya adalah Twitter pemain dari Silicon Valley dengan modal ventura, pure big business, solid and skilled team, great marketing and promotion plan, simillar concept, etc.

Jadi kalau dibayangkan seperti David vs Goliath…

MM

Sore ini, saat sedang melihat2 MoodMill, saya berpikir bagaimana caranya MoodMill bisa mengalahkan Twitter? mengalahkan disini bukan berarti dengan mudah bisa menggantikan Twitter kemudian menjadi terkenal dan semua orang tahu dan menggunakan MoodMill (saya tahu dan sadar itu nyaris impossible dari segala hal, so please stop dreaming too high)Mengalahkan disini dalam arti mengalahkan konsepnya terlebih dahulu, Basicnya Twitter dan MoodMill konsepnya hampir sama yaitu : Micro Blogging, artinya member bisa mengetikan apa saja tentang apa yang mereka kerjakan sekarang di Twitter, dan apa yang mereka rasakan sekarang di MoodMill.

Perbedaannya adalah Twitter focus di “action” sedangkan MoodMill di “mood” jadi pertanyaan paling mudah yang perlu di pikirkan untuk memberi David ketapel sakti untuk mengalahkan Goliath adalah “Kenapa harus menggunakan MoodMill jika sudah ada Twitter?” pertanyaan yang mudah dengan jawaban yang susah.

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah unsur addicted-nya, sebuah web 2.0 membutuhkan unsur “candu” yang tinggi yang bisa membuat usernya selalu ingin menggunakannya terus menerus, jadi pertanyaannya “bagaimana kita membuat unsur candu yang lebih tinggi di MM?” Kita batasi di 2 hal itu saja terlebih dahulu, jika terlalu luas bisa stress sendiri mengembangkannya.

Jadi saya berpikir tentang pengembangan konsep dari MoodMill tetapi tidak “melenceng” dari konsep basicnya yaitu Mood Management, code name-nya : Care! jika kita mencoba memahami kembali apa yang utama dibutuhkan oleh user saat mereka menggunakan MoodMill? mereka ingin meng-share kepada dunia tentang apa yang dia rasakan sekarang, lalu apakah hanya sampai disitu? tidak!

Prinsip dasar ketika orang mengunakan web 2.0 semacam komunitas adalah mereka ingin adanya komunikasi 2 arah, antara user yang 1 dengan yang lainnya (perhatikan Blog, Online Social Network dsb seperti WordPress, blogspot, friendster, myspace, facebook, twitter, pownce, dsb) nah baik di Twitter dan di MoodMill komunikasi 2 arah ini hanya sebatas komentar, dimana fungsi itu juga ada di web 2.0 yang lainnya. (biasanya orang bilang “basi”)

Karena MoodMill fokus di mood management, jadi ketika user mengekspresikan moodnya saat itu, sebenarnya mereka ingin mendapatkan feedback dari dunia, entah itu teman atau totally stranger, dimana sekarang hanya tersedia komentar, jadi akan lebih baik jika disediakan 1 modul sebut saja Care System dimana user yang lain bisa memberikan semacam icon untuk menandakan bahwa dia peduli dengan kita, icon2 itu ada yang sudah default dari MoodMill (mungkin 10 macam) yang mewakili setiap jenis Care, misalnya icon orang berpelukan , mengelus punggung, memberikan tissue, mengacungkan 2 jempol, tepuk tangan, dsb yang intinya mewakili bahwa kita peduli dengan orang lain.

Kemudian konsep itu meluas supaya lebih customize dimana tersedia sebuah slot untuk mengupload file gambar yang dapat merubah size menjadi icon sehingga icon2 Care tersebut bisa bervariasi sesuai dengan keingginan masing2 user.

Hal lain adalah si penerima Care tersebut bisa “take action” misalnya “appreciated” yang menunjukan bahwa dia senang bahwa ada orang lain yang peduli dengan masalahnya, dan dia bisa mengubah mood meter dia sendiri 1x. (mood meter sebelumnya tetap di catat, mungkin dalam shadow) itu berarti harus ada counter untuk si orang yang memberikan Care, misalnya ketika dia memberikan Care dan orang tersebut suka, maka Care Pointnya bertambah. Got it Fek?… catat yah… 🙂

Konsep Care System tersebut diharapkan akan men-trigger user lebih banyak lagi karena there is something special than Twitter, dan juga men-trigger user untuk lebih aktif menggunakan MoodMill setiap saat, karena mereka ingin tahu apakah ada yang peduli dengan mereka? better concept, icnreased addicted factor!

Jadi pertanyaan “Kenapa harus menggunakan MoodMill jika sudah ada Twitter?” mungkin bisa terjawab setelah konsep ini di realisasikan. Di Twitter orang tahu dia sedang melakukan apa, so what? di MoodMill orang tahu dia sedang kenapa, we care! So here is the idea, now it’s your time to execute this Fek, goodluck! Feel free to discuss more…

ps : Selamat mencoba MoodMill, enjoy, give your feedback to Felix and spread all over the world sampaikan kepada yang lain bahwa akan ada karya anak bangsa yang akan mengguncang Silicon Valley di dunia website 2.0 🙂

Ada beberapa client/agency yang bertanya kepada saya tentang apakah mereka perlu beriklan di internet? mereka bertanya kepada saya yang memang pekerjaannya adalah jualan iklan di media non traditional salah satunya internet… jadi mungkin anda sudah bisa menebak jawabannya?… hahaha…

Online Advertising

Biasanya jika saya belum mengetahui brands apa yang dibahas disini, saya akan bertanya terlebih dahulu, pertanyaannya seputar brands apakah yang ingin beriklan di internet, target audiencenya seperti apa, media apa saja yang sudah pernah di coba, bagaimana hasilnya, apakah brand tersebut brand baru atau brand lama yang ingin di re-branding, dsb. Seperti briefing product, karena saya memang memerlukan informasi seperti itu baru bisa membantu menjelaskan lebih lanjut.

Contoh paling gampang adalah misalnya produknya adalah GARAM DAPUR! saya akan dengan segera menjawab tidak perlu, jika produknya adalah MOBILE PHONES, saya akan menjawab perlu! (Dalam menjawab hal tersebut saya mengacu pada keadaan sekarang dimana saya menangani secara exclusive & official network seperti MSN Portal, Windows Live Hotmail, Windows Live Messenger, Friendster, SCTV.co.id, Liputan6.com, LiputanBola.com) Jika saya mempunyai network misalnya komunitas ibu2 memasak di internet, mungkin produk garam dapur tersebut akan saya rekomendasikan beriklan disana. Jadi apa yang hal utama yang paling menentukan apakah suatu brand perlu atau tidak beriklan di media online? menurut saya target marketnya.

Kita bisa melihat contoh campaign di internet yang menurut saya pribadi mereka tahu apa yang harus dilakukan di media internet yaitu Sony dengan campaign Now I Feel-nya, lalu Samsung dengan K3 Uberme-nya, sebenarnya masih banyak contoh lainnya, tetapi saya lupa mencatat url2nya, intinya adalah ada perbedaan antara beriklan di media traditional dengan media non traditional seperti internet, perbedaannya terletak pada kita bisa menciptakan “two way communication” atau “komunikasi dua arah“, maksudnya adalah komunikasi antara customer dengan brands secara lebih interaktif.

Interaktif disini misalnya kita bisa memanfaatkan fungsi web 2.0 secara lebih dalam, seperti misalnya jika membuat iklan untuk digital camera, kita bisa membuat kontes kecil seperti kontes foto, dimana user internet bisa mengikuti kontes tersebut dengan mengirimkan hasil fotonya langsung dengan meng-upload, kemudian dia bisa memberikan cerita/story tentang tema foto tersebut, dan bisa memberi tahu teman-temannya tentang kontes tersebut, lalu user lain bisa memberikan komentar dan juga rating secara langsung untuk memilih siapa foto terbaik misalnya.

Sayangnya beberapa client/agency entah itu lupa / tidak tahu harus bagaimana beriklan di media internet yang maksimal, mereka memasang iklan di media internet namun seperti memasang iklan di media print ad, misalnya hanya ada gambar 1 lembar dengan info produk dan lebih parahnya gambar tersebut hasil scan dari iklan printnya. (sangat sering ditemukan di website lokal)

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Network mana yang paling sesuai untuk brand anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Ingatlah bahwa tidak semua produk cocok di satu website saja, saya berani menjamin tidak ada satu website yang bisa cocok untuk semua jenis produk yang ada dipasaran atau sebaliknya tidak semua produk cocok untuk beriklan di media internet. (termasuk Google / website search engine lainnya?)
  • Selalu perhatikan target audience dari network tersebut secara detail, seperti demographic age, gender, household income, education, internet behavior, lifestyle, dsb, jangan ragu untuk meminta data2 yang diperlukan seperti misalnya case studies, dsb.
  • Pilih media yang tidak “terlalu” banyak spot iklannya dalam satu halaman, karena rata-rata CTR / Click Through Rate untuk media dengan spot iklan 1 saja di halaman hanya berkisar 0,05 -1% dan itu sudah termasuk standar. (bisa dibayangkan jika 1 halaman di”jejali” lebih dari 10 iklan?)
  • Pilih media yang mampu menggunakan teknologi rich media karena user sekarang sudah mulai jenuh dengan iklan banner biasa. (Rich media adalah iklan yang tidah hanya sekedar banner animasi biasa, tetapi memaksimalkan teknologi yang ada seperti multimedia, bahkan gathered database customer atau game didalam iklannya)
  • Pilih network yang terjamin integritasnya, dalam arti profesional dan terjamin untuk hasil report campaignnya tidak bisa di manipulasi karena di pegang oleh pihak lain / pihak ketiga yang independent dan terkenal juga integritasnya.
  • Selalu lakukan evaluasi dan analysis setelah satu campaign berlangsung dan kelihatan reportnya, apakah campaign tersebut berhasil atau tidak? jika berhasil mana yang perlu di maksimalkan? jika tidak mana yang salah? dan apa yang harus dilakukan untuk lain kali?
  • Pilih media yang salesnya bisa dan mau memberikan konsultasi selengkap-lengkapnya, bahkan bisa memberikan solusi, contoh dan ide-ide untuk online campaign anda. (seperti saya?…)

Jika ada pertanyaan lebih lanjut anda bisa menghubungi saya di andychen14@gmail.com apalagi jika anda mau memasang iklan di salah satu media network diatas 🙂 (maaf saya tidak bisa memberikan email kantor saya disini, karena mencegah diserang spam oleh bot) Selamat mencoba media non traditional!

Internet… Salah satu penemuan yang berpengaruh dalam banyak hal, termasuk dalam hal metode bisnis, lalu beberapa orang berpikir berbisnis di dunia online lebih mudah dan menguntungkan, mudah karena katanya modal kecil, tinggal bikin web, promosiin webnya, dan duit bakal datang 24 jam sehari… sesimple itukah?… kalau iya, mungkin sudah dari dulu kita semua berbisnis online dan menjadi kaya raya. Dan sebenarnya contoh cerita diatas adalah bukan bisnis online murni, hanya bisnis traditional dengan memanfaatkan media internet, karena beberapa proses masih terjadi di offline.

Lalu apakah yang disebut dengan bisnis online murni? bisnis online murni adalah bisnis yang segala prosesnya terjadi melalui media internet, apakah ada bisnis seperti itu?ada! contohnya game online, komunitas online, aplikasi online, iklan online, konsultasi online, video online, musik online, hiburan online, hostingan, forum, portal, dsb.

Hal2 apa saja yang kita perlu ketahui sebelum mencoba berbisnis online, mari kita bahas satu persatu (saya tidak akan membahas terlalu dalam karena bisa teramat panjang, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa ditanyakan di comment) :

  1. Penelitian
    Bisnis apapun idealnya membutuhkan sebuah reseach/penelitan, researchnya mencakup dari kebutuhan masyarakat, trend yang sedang berkembang, penyediaan barang/jasa, proses stock/pengaturan, pricing/penentuan harga, positioning, proses distribusi jika ada, rencana marketing dan promosi, dan masih banyak lainnya.Begitu juga dengan bisnis online, jangan pernah berpikir dengan menggunakan media internet artinya anda sudah mengatasi masalah promosi, distribusi dan lainnya karena produk/jasa anda dapat diakses secara global oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

    Tetaplah lakukan penelitian, apa yang harus diteliti ketika akan memulai bisnis online? banyak! dan hampir sama seperti bisnis offline, seperti misalnya anda harus menentukan target market anda, lalu meneliti internet behaviornya, meneliti competitor atau pesaing yang sudah ada dan yang akan muncul, membuat sebuah diferensiasi yang membedakan anda dengan yang jutaan pemain lainnya, dsb dsb dsb. (saya juga pusing jika sedang memikirkan hal tersebut.)

  2. Modal Usaha
    Jika bisnis anda sebenarnya adalah bisnis offline yang akan memulai memanfaatkan media internet sebagai optional, modalnya tidak terlalu besar tentunya, anda membutuhkan website, yang sesuai dengan model bisnis anda dan dapat membantu proses bisnis utama anda di berbagai lini.Jika anda memulai bisnis online yang benar2 bisnis online seperti misalnya game online, well… jika anda tidak siap mental, fisik, waktu dan materi, anda bisa mengurungkan niat anda. Tetapi jangan khawatir tidak semua bisnis online murni juga mahal, seperti misalnya membuat jasa hostingan, portal, konsultasi online, dsb.
  3. Persiapan (Teknis & Non Teknis)
    Persiapan teknis meliputi infrastruktur, website, perangkat keras dan lunak, staf programmer, designer, operator, dsb.
  4. Operasional
    Karena bisnis online memungkinkan anda melakukan proses bisnis secara 24 jam / 7 hari / 365 hari tanpa berhenti, maka anda juga harus mengantisipasi masalah operasionalnya, apakah anda akan tetap menghandle 24/7/365 dengan menyediakan operator yang selalu standby, atau anda akan memproses bisnis keesokan harinya saat aktifitas kerja.
  5. Marketing
    Mempunyai sebuah website membantu anda dalam proses marketing bisnis anda, tetapi siapa yang akan tahu dan berkunjung ke website anda jika anda baru mulai? Jadi intinya anda juga perlu memarketingkan website bisnis anda, banyak cara, dari yang gratis dan ampuh seperti “mouth to mouth” atau dari mulut ke mulut, menyebarkan lewat millis, forum. komunitas dll yang berhubungan, sampai menyebarkan brosur, stiker, merchandise, dsb, sampai yang mempromosikan lewat iklan di media-media tradisional seperti majalah, koran, radio, televisi sampai internet itu sendiri dengan berpromosi di media yang sudah lebih dulu terkenal dengan target market yang sesuai.
  6. Perbaikan
    Bisnis apapun juga selalu mengalami hambatan atau masalah, begitu juga dengan bisnis online, ketahui masalahnya dan lakukan perbaikan secara berkala, tidak ada model bisnis yang instant perfect, semuanya membutuhkan perbaikan dari waktu ke waktu.

Wah kelihatannya kompleks?iya anda benar! Kalau begitu apakah masih lebih mudah berbisnis offline?sama saja, prinsipnya bisnis yang bisa berjalan dengan baik, membutuhkan penanganan yang baik pula. Adakah keuntungannya bisnis online dibanding bisnis offline? ada :

  1. Memungkinkan anda mendapatkan penghasilan meski anda tidak turun tangan untuk bekerja.
  2. Memungkinkan proses bisnis berjalan 24/7/365.
  3. Memungkinkan minimalisasi human error, karena semua dilakukan secara otomatis.
  4. Meminimalisasikan costdan tenaga untuk tenaga kerja karena hanya membutuhkan beberapa orang dalam prosesnya.
  5. Memungkinan bisnis anda terdengar ke seluruh dunia karena menggunakan media internet.

Adakah kerugiannya? mungkin bukan disebut kerugian, tetapi hambatan/tantangan.

  1. Karena anda menggunakan media internet, itu artinya anda harus siap menghadapi seluruh dunia, bisnis anda bisa dengan mudah dijiplak, bahkan dihancurkan oleh kompetitor yang lebih kuat dan cerdik.
  2. Bisnis online murni biasanya membutuhkan waktu paling cepat 1 – 2 tahun untuk mulai dikenal dan berkembang, jadi biasanya membutuhkan dana operational cost yang cukup tinggi dalam kurun waktu tersebut.
  3. Internet begitu cepat berkembang dan berubah trendnya, anda harus selalu mengikuti “Wave” dan mempersiapkan diri supaya tidak terhempas.
  4. Jika anda tinggal di negara yang belum maju, bisnis online mempunyai tantangan yang lebih besar dalam sosialisasinya.
  5. Untuk beberapa model bisnis modal yang dibutuhkan cukup besar dengan nilai return yang cukup lama.
  6. Ketergantungan akan infrastrukture.

Jadi masih berani berbisnis online? saya sendiri menjawab “kenapa tidak?…” 4 tahun berkenalan dengan dunia online, membuat saya “jatuh cinta” dan masih belum mau berpaling ke lain “hati” meski sempat “ditolak” mentah2 dan “jatuh” sesekali, tetapi saya percaya suatu saat saya akan “menaklukannya”… bagaimana dengan anda?…


OrangeCategory

OrangePhotos