The Orange Network

Hide it or sharing it?

Posted on: January 1, 2009

Saat ini saya sedang membaca sebuah buku yang sangat bagus sekali, buku itu menurut saya setara bagusnya dengan The Success Principles*-nya Jack Canfield.*ada versi bahasa Indonesianya. Bukunya tidak setebal buku The Success Principles itu dan memang isinya juga lebih “ringan”, karena setiap pointnya hanya terdiri dari maximal 3 halaman yang memang sesuai untuk orang seperti saya*. *saya tidak bisa membaca buku yang “berat” dan terlalu tebal, kecuali si penulis mempunyai gaya tulisan yang asik. Meski demikian buku tersebut sungguh-sungguh membukakan pikiran saya kembali dan mudah-mudahan membuat saya menjadi lebih baik dan anda tentunya.

Kenapa saya tidak menyebutkan saja judul buku yang sedang saya baca sekarang?…  karena… saya merasa bersalah ketika harus membicarakannya… apalagi menuliskannya di blog untuk sharing kepada dunia… bukankah sharing itu hal bagus*?… *ya saya setuju dengan hal itu, setidaknya sampai kemarin ketika saya belum membaca buku itu… meski pada akhirnya saya tetap menganggap sharing adalah hal bagus, tapi buku itu mengganjal pikiran saya sebentar…

Bagaimana tidak ketika point pertama buku itu adalah RAHASIAKAN!…  bukan tanpa sebab tentunya si pengarang buku itu meminta pembacanya untuk merahasiakan apa yang akan didapat dengan membaca buku itu* *saya rasa bukan juga karena si pengarang sedang menciptakan trik buzz viral marketing, karena jelas akan merugikan penjualan buku itu sendiri jika seluruh pembaca benar-benar merahasiakannya.

Kenapa dianjurkan merahasiakan sesuatu yang baik?… pengarang mengatakan bahwa tidak ada orang yang suka pada orang yang sok pintar… biarkan yang lain tahu dengan sendirinya, karena tidak ada orang yang suka diceramahi, meski kelihatannya hal tersebut tidaklah adil. Analogi yang bagus dari pengarang adalah sama seperti ketika kita memberitahukan kepada teman kita atau orang lain untuk berhenti merokok, teman kita ketika dia belum siap untuk berhenti merokok mungkin saja akan mengganggap kita sok alim/si sombong.  Mereka akan sadar dengan sendirinya ketika kita “bersinar” atau melihat kita sendiri memang jauh lebih “sehat” dengan tidak merokok. good analogy right?!

Jadi terus terang pada awalnya saya merasa malu, mungkin anda dan blogger lain juga akan merasakan hal yang sama ketika kita menganggap sharing adalah hal baik… Lalu apakah si pengarang itu bicara bullshit?… tentu tidak, mungkin saja kehidupan dia lebih baik dari saya dengan prinsip “rahasia” dia, jadi pastinya dia tidak bicara “kosong”…

Kemudian saya berpikir, benarkah begitu?… iya dan tidak menurut saya… iya buat dia, tidak buat saya… saya coba masuk ke analogi dia dan memang hal ini yang saya lakukan terhadap teman2 saya… begini yang terjadi … ketika teman saya merokok, saya tidak peduli, ketika dia terbatuk-batuk dan sakit saya peduli dengan menasehatinya untuk mengurangi atau setidaknya berhenti sejenak, namun kalau dia tidak mengikuti saran saya, saya tidak mempedulikannya*…  *tentunya saya akan masih berteman dengan dia…

Ketika teman baik saya merokok, saya peduli, saya akan menasehatinya beberapa kali secara random ketika dia akan merokok… tetapi jika dia tidak mengikuti saran saya, saya akan tidak peduli… Ketika pasangan saya merokok, saya sangat peduli, saya akan melarangnya habis-habisan dengan berbagai cara, dari mulai beralasan tidak mau merasakan seperti mencium “asbak” ketika berciuman, sampai mengatakan akan meninggalkannya kalau perlu*… *lebih baik saya memastikan dan melihatnya sehat ketika bersama saya,  atau tidak melihatnya sama sekali ketika dia sakit…

Jadi poin saya adalah ketika saya melakukan sharing baik disini atau sehari-hari, hal itu didasarkan atas kepedulian saya terhadap keluarga, pasangan, teman baik, teman atau anda. Saya dan anda sama-sama mengerti bahwa tidak ada untungnya sama sekali buat saya dengan melakukan hal tersebut, tetapi ketika suatu saat nanti anda merasakan manfaatnya terlebih ketika saya mengetahuinya, saya akan sangat bahagia dan beruntung bisa berbagi dengan anda*…*Seperti ketika saya membaca email ucapan terima kasih dari para pembaca blog saya yang mengatakan blog saya sedikit banyak membantu menyelesaikan permasalahannya atau sekedar berbagi kisah dan merekalah yang menentukan dan menjalani sendiri kehidupannya…

Jadi sekarang saya akan merahasiakan dan berbagi sekaligus sesuai dengan porsi, keadaan dan keinginan saya sendiri… Terima kasih dan selamat malam!

ps: judul bukunya adalah The Rules of Life : Richard Templar sebaiknya anda membacanya sendiri*. *I break the first rule!

The Rules of Life

The Rules of Life

6 Responses to "Hide it or sharing it?"

Not really the kind of book I want to read this time around. But I’ll keep a good note on it in case I need to look for an answer in the future. Thanks untuk sharingnya loh!

don’t be too geek, trust me this kind of book very good for our life.🙂

hemm… well… hemm…. Rule are created to be break LOL.

Anyway i’m still looking the rule of speed reading and beter recalling, that first… then read a lot of books.

Lahap saja buku2 yang memang bisa membantu kita menjadi lebih baik.🙂

pernah liat nih buku, ternyata itu ya salah satu isinya, boleh juga nih untuk bulan depan😀

masalah sharing mungkin sudut pandangnya beda kali yah.. ada yg sharing karena mau ngejar sesuatu, ada juga yg sharing karena benar2 peduli..

hmm.. ok deh ntar saya baca dulu😛

@richard happy reading.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: