The Orange Network

Beberapa Cara Menjadi Kaya (II)

Posted on: November 1, 2008

Setelah sharing bahwa pendidikan yang tinggi adalah salah satu cara menjadi kaya, ada yang bertanya via messenger “Kalau kita ngga bisa sekolah tinggi2, berarti kita ngga bisa kaya? terus gimana donk, saya ngga ada duit buat sekolah tinggi2…”

Sesuai judulnya beberapa cara, artinya pendidikan yang tinggi adalah salah satu cara, yang artinya masih ada cara lain, saya ingin sharing cara yang paling mudah yang mayoritas bisa dilakukan oleh semua orang terutama pembaca blog ini (saya asumsikan audience pembaca blog ini adalah kelas A-B).

Cara yang mudah tersebut adalah BERHEMAT! kelihatannya sepele, tetapi menghemat bisa jadi hal yang paling susah dilakukan oleh banyak orang di jaman sekarang, kemudahan kartu kredit, online payment, diskon yang menarik, promosi yang gencar, tuntutan lifestyle, dsb. Sering kita dengar cerita disekitar kita yang bermasalah dengan kartu kreditnya atau berita dikoran yang mengatakan ada orang yang membuka banyak kartu kredit untuk memindahkan tagihan yang satu ke yang lainnya. Hal seperti itulah yang bisa menyebabkan kita masuk dalam lingkaran setan kemiskinan.

Atau misalnya saya bertanya kepada anda, apakah anda sengaja/terencana menabung setiap bulannya dari sebagian pendapatan anda? Jika tidak/belum itu normal, segeralah menabung selagi ini awal bulan! Jika sudah, selamat anda baru saja menguasai salah satu cara untuk menjadi kaya!

Bagaimana cara yang mudah untuk menabung? saya akan sharing cara saya, saya membuka satu account khusus di salah satu bank yang saya pikir aman untuk menabung, jika anda bisa meminta untuk tidak dibuatkan kartu ATM, mintalah untuk tidak usah dibuatkan, lalu jika anda bekerja, usahakan secepatnya mengambil sejumlah yang ingin anda tabung (idealnya 20-40% tergantung kemampuan) dan masukan ke rekening bank yang lain tersebut begitu anda menerima salary. Begitu juga jika anda berbisnis, begitu anda mendapat profit, ambil sebagian dan masukan ke rekening terpisah tersebut. Terus lakukan secara rutin, dan jika jumlahnya cukup untuk membuka deposito, buatlah deposito. Jika tabungan + deposito anda sudah cukup untuk melakukan investasi lainnya, anda bisa mulai berinvestasi yang lebih besar tetapi masih relatif aman.

Orang-orang yang sudah kaya sekali, kelihatannya mereka tidak pernah berhemat, mereka bisa membeli mobil, rumah, gadget, apparel, perhiasaan, dsb sesuka mereka, hal itu disebabkan karena mereka sudah mempunyai jumlah tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya bahkan kalau mereka seboros apapun, mereka pasti tahu batas amannya.

Nah jadi ketahuilah batas aman kita masing2, jika kita belum bisa berfoya-foya, maka berhematlah. Hematlah pada apa yang perlu di hemat dengan sebaik-baiknya, misalkan jika anda bisa menghemat jutaan rupiah setiap bulannya dengan tidak menggunakan kendaraan sendiri karena kerjaan anda sebenarnya tidak membutuhkan kendaraan saat jam kerja, kenapa tidak? Atau misalkan anda bisa menghemat dengan menahan keinginan membeli gadget terbaru seharga 10 juta karena gadget lama anda sebenarnya masih berfungsi dengan baik, kenapa tidak?

Dari uang hasil berhemat anda, tabunglah, lalu anda akan mempunyai kesempatan untuk berinvestasi untuk menjadi kaya.

Jadi menurut anda apakah menghemat bisa menjadikan anda kaya? goodluck!

3 Responses to "Beberapa Cara Menjadi Kaya (II)"

Wow benar sekali.. Jadi inget dulu kenalan saya kemana-mana naik angkot padahal saya rasa kalau dia mau beli jaguar waktu itu dia bisa. Dan dari hasil tabungannya dia membangun bisnis dan sekarang dia sudah bisa menikmati hasilnya bahkan sekarang dia membangun bisanis2 lain.

[…] berikutnya berhemat, jika anda bisa mendisiplinkan diri anda untuk menyisihkan 20-40% saja tabungan anda setiap […]

Hi Andy, another great post. Menurut saya yang bikin orang sering “nggak ngerti” cara berhemat, itu karena denger kata “hemat” kesannya sama dengan “gagal” atau “miskin”, atau “gak keren”, “gak gaul”. Memang hidup ini tinggal milih. Mau dibilang keren dengan baju2 mahal dan gadget yang terbaru tapi kenyataannya miskin karena semuanya ngutang pake credit card, atau dibilang jadul dan ga banget karena penampilan biasa-biasa saja dan gadget tidak di update setiap tahun, namun rekening kita tebal. hehehe. Satu hal lagi, mengenai berhemat, saya pikir perspektifnya lebih tajam lagi kalau kita menghemat dengan mengukur berapa harga waktu kita. Misalnya, kita ke kantor tidak nyopir atau naik motor sendiri, tapi kita naik busway saja, karena di jalan kita ga buang waktu, kita bisa baca buku, kita bisa ngetik di hape kita, dan lain lain, daripada kita buang waktu nyopir. kadang penghematan waktu justru lbih berharga dari uang. perspektif lain berhemat adalah, kadang orang2 kita denger kata “berhemat” langsung mikirnya ekstrim, yang tadinya naik mobil harus langsung ‘turun kelas’ jadi naik metro mini, ga gitu juga kan. Berhemat harus wajar. Misalnya, kenapa naik mobil yang cc-nya besar (sedan 1800 cc misalnya), kalau mobil city car dengan mesin 1000cc saja pun udah cukup buat kerja. Kenapa ga dijual aja dulu sedan 1800 cc itu dan dibeliin duitnya city car 1000 cc, toh sama fungsinya. Malah kita ada dana ekstra buat invest atau di deposito-in, atau buat beli buku atau training2 yang berpotensi melipatgandakan lagi income kita. bukannya gitu kan… makanya ga heran ya indonesia ga maju, orang2nya kadang “bodoh” secara keuangan, walaupun mereka pintar banget secara teknis di bidangnya masing-masing… karena “bodoh” itulah mereka akhirnya ga bisa berhemat… just my sharing🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: