The Orange Network

Archive for September 2008

Bagi teman-teman yang merayakan, selamat lebaran ya…

Bagi yang mudik, hati-hati di perjalanan, selamat menikmati kampung halaman dan bertemu keluarga…

Bagi yang di Jakarta saja, selamat menikmati kenyamanan hari tanpa macet…

Bagi yang berlibur, selamat berlibur…

Mohon dimaafkan bila saya ada kesalahan selama ini…

Mari kita saling memaafkan dan memulai sesuatu yang baru dengan lebih baik…

Terima kasih

Sebetulnya saya sangat tidak suka menuliskan tentang servis-servis yang buruk dari sebuah perusahaan, karena itu artinya saya sedang sial dan benar-benar give up dengan pelayanan “mereka”, padahal saya termasuk orang yang cukup bertoleransi untuk masalah-masalah kecil.

Dan rasanya cukup fair, ketika saya puas dengan service sebuah perusahaan, saya juga akan memberitahukan kepada orang lain seperti misalnya service Shell pertama dan kedua yang benar-benar memuaskan, service Toyota, service St. Regis Singapore (saya tidak perlu menuliskannya bukan? St. Regis Singapore adalah 6 stars hotel!) atau sebaliknya ketika saya merasa ditipu oleh service di salah satu Honda AHASS, atau service di salah satu Pizza Hut dan sekarang saya merasa “gerah” dengan service First Media yang memang sedang mengalami masalah karena President Director-nya terlibat kasus penyuapan senilai 500 juta.

Berawal dari kesimpang siuran soal area coverage, dimana sudah sejak 3 atau 4 bulan lalu, saya beberapa kali selalu menanyakan apakah sudah bisa masuk ke wilayah saya, mereka selalu mengatakan belum. Saya sendiri melihat jaringan Indovision/KabelVision sudah masuk di tiang depan rumah, logikanya itu artinya jaringan infrastructure sudah tersedia, dan konyolnya si customer service dengan pedenya selalu mengatakan “tidak bisa” “itu bukan Indovision/KabelVision” bla bla bla.

Sekitar 3 minggu kemarin, setelah saya menyerah dengan kelambatan jaringan 3G/3.5G yang disediakan oleh Telkomsel Flash, saya mencoba menghubungi kembali First Media dan akhirnya bisa terdaftar (aneh bukan?). Dan ternyata saya baru tahu bahwa saya di “tipu” karena saya dipaksa untuk berlangganan cable tv 33 nya juga, padahal ternyata bisa langsung berlangganan internetnya saja, meski akhirnya saya pikir saya akan mencobanya 1-2 bulan pertama saja.

1 minggu kemudian teknisi datang,  nah ini juga salah satu jeleknya mereka, saya selalu minta dan mengingatkan schedule mereka adalah sabtu pagi, karena sabtu siang saya sudah ada urusan lain, namun mereka selalu datang terlambat dan selalu diatas jam 12. (3x teknisi datang, 3x mereka terlambat)

Payahnya lagi, 3x teknisi datang masalah tv / internet yang tidak aktif selalu ada, dimulai dari tv yang hanya menangkap channel lokal, sambungan internet yang tidak menyala, pemasangan jalur yang salah (saya meminta untuk dihubungan di box yang sudah tersedia di rumah saya di 2 tempat, di ruang utama dan kamar utama, yang berfungsi hanya di kamar utama) sampai bad signal.

3 minggu sejak pemasangan, baru kemarin mulai aktif, dan setelah 1 hari semua kelihatan berjalan normal baik tv maupun internet, hari ke 2 tv mengalami gangguan “Access Denied” dan setiap kali saya menelpon, jawaban CSnya selalu membuat saya naik darah, bagaimana tidak ada CS yang berani mengatakan “Jadi ini salah siapa, bukan salah saya donk, karena system kami sedang rusak…” konyolnya lagi setiap kali saya menelepon saya harus menjelaskan ulang kejadian dari awal, dan mendapatkan prosedur yang sama yaitu reset factory default, dibantu refresh dari pusat dan tunggu 30 menit lagi. Terus dan berulang-ulang, saya seperti makan obat sehari 3x untuk melaporkan masalah saya.

Yang paling parah adalah malam ini saya mendapatkan sms dari mereka yang mengatakan meminta saya untuk membayar tagihan secepat mungkin paling lambat besok untuk service yang belum jelas bisa saya nikmati atau tidak. konyolnya ketika saya tanyakan ke CS nya, mereka mengatakan bahwa disana billingnya hanya mencatat ketika aktif, tapi ketika saya pastikan dengan menanyakan kalau dalam waktu 1 bulan saya hanya bisa menikmati selama 10 hari karena gangguan, apakah tagihannya berkurang? jawabannya tidak… WTF, lalu untuk apa berdalih kesana kemari soal billing?!

  • Service first Media benar-benar buruk, mereka tidak mengerti bagaimana cara berbicara dengan customer, dibandingkan dengan customer service telkomsel yang jauh lebih baik cara menanggapi customer
  • First Media tidak mengerti yang namanya tepat waktu karena teknisi mereka selalu datang terlambat dari jadwal yang dijanjikan dan membuat customer harus menunggu padahal ada urusan lain.
  • First Media CS tidak mendengarkan customer & mengerti yang namanya efisiensi (ketika saya mengingatkan CS supaya memberitahu nanti teknisi lapangannya sebaiknya membawa modem cadangan karena saya sudah mencoba dengan modem kakak saya lainnya internet saya langsung ok, mereka tidak menyampaikannya).
  • First Media tidak mengerti yang namanya bekerja dengan hati-hati & benar karena mereka membuat tembok kamar mandi saya kotor meninggalkan bekas telapak tangan mereka dan sukar dibersihkan karena terletak di bagian atas, belum lagi salah memasang jalur antena di box internal.

Singkat kata jika ada ISP lain yang bisa menjangkau wilayah saya dengan segera saya akan menggantinya, bagaimana dengan ISP / First Media anda disana? ataukah memang hanya saya yang sedang sial? rasanya sih tidak karena ternyata tetangga saya malah sudah menuliskan ke surat pembaca kompas karena dia sudah dari dulu sekali meminta pemasangan tapi tidak pernah di tanggapi dan di ping pong ke nomor2 salesnya (salesnya ternyata rebutan pelanggan dan komisi)

ps : tulisan ini diposting dengan menggunakan Windows Live Writer, applikasi yang memudahkan kita untuk menulis blog (misalnya menulis secara offline terlebih dahulu, begitu online automaticaly baru terposting, dsb)

Update : OMG, 1 jam setelah menulis ini, sambungan internetnya pun ikut mati… apakah mereka membaca blog saya?… 🙂

Beberapa bulan ini saya melihat teman-teman saya pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, setengah dari mereka mengaku perusahaan baru mereka not bad, setengahnya lagi mengalami permasalahan klasik ketika pindah ke perusahaan baru yaitu adaptasi.

Beberapa teman dekat juga meminta saran ke saya, tentang apa yang harus dilakukan, apakah dia sebaiknya pindah atau tidak. Tentunya saya tidak ingin mengecewakan mereka dan berharap mereka memang mendapatkan yang lebih baik sesuai dengan keinginan mereka, dan sesuatu yang lebih baik itu tidak selalu di tempat baru.

Biasanya saya akan bertanya seperti ini :

  • Bagaimana performance kamu di tempat yang lama?
    Sebaiknya kita jujur pada diri sendiri, apakah di tempat kerja yang lama kita sudah memberikan performance terbaik kita? jika belum/tidak kenapa? jika sudah apakah sudah maximal? pertanyaan ini sangat penting sehubungan dengan performance kerja kita di tempat baru nanti.

    Idealnya jika kita ingin pindah ke tempat baru, itu artinya kita mengharapkan lingkungan yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik akan lebih banyak orang-orang yang lebih baik pula, orang-orang yang lebih baik akan mempunyai performance kerja yang lebih baik nah bisa dibayangkan jika performance kita ditempat kerja yang lama biasa saja atau malah kurang,  ketika kita disana, maka kita akan tenggelam. Efeknya? kita akan stress dan mungkin kita akan pindah lagi atau bahkan “dipindahkan”.

    Sebaiknya jika memang ada beberapa yang harus kita kuasai secara lebih baik, maka usahakanlah kita belajar lebih lagi mengenai hal tersebut, bisa dengan mengambil kursus, atau belajar dari orang lain.

  • Apakah kamu merasakan ada masalah di tempat yang lama?
    Dimanapun kita bekerja, kita akan mengalami apa yang namanya masalah (saya lebih suka menyebutnya sebagai challenge/tantangan) jadi apakah di tempat lama kita ada challenge yang harus/bisa kita selesaikan? challenge tersebut bisa berupa relationship dengan rekan kerja yang lain, dengan manager kita atau big bos dari perusahaan tersebut, bisa juga berupa pekerjaan, dari waktu pekerjaan, load pekerjaan, dsb.
  • Jika ya, apakah kamu sudah mencoba menyelesaikan masalah tersebut terlebih dahulu?
    Jika kita mengalami challenge di tempat kerja yang lama, sebaiknya kita berusaha menyelesaikannya alih-alih menghindar atau malah “lari”, bagaimana caranya? cobalah sharing dengan rekan kerja yang dianggap bisa membantu, atau dengan manager, atau dengan hrd atau malah dengan big bos disana.
  • Apakah kamu mempunyai passion pekerjaan di tempat lama dan di tempat baru?
    Ini termasuk penting, beberapa teman saya lihat mereka lost in passion, biasanya ketika mereka pindah, mereka mencoba untuk memulai sesuatu yang baru, seperti misalnya pekerjaan baru yang jauh dari bidang pekerjaan sebelumnya.

    Passion juga bisa ke environement/lingkungan sekitar mereka, hubungan dengan rekan kerja, tempat mereka bekerja bahkan sampai meja/laptop yang mereka pakai. Nah jika kita ingin berpindah ke tempat yang baru, pastikan anda mempunyai passion yang lebih lagi, jangan tergiur hanya dengan materi tambahan yang didapat yang mungkin hanya sesaat.

  • Apakah benefit dan kewajiban extra yang akan di dapat dari tempat kerja baru?
    Nah ini bagian yang paling menarik, ketika kita berpindah, biasanya kita akan mendapatkan benefit yang lebih baik, baik itu dari sisi materi maupun non materi. Tetapi jangan lupakan kewajiban extra anda, jangan terlalu berharap anda diberikan benefit extra yang banyak dan bisa melakukan kewajiban anda lebih sedikit. Disemua tempat adalah sama, kita harus bekerja dengan baik dan benar, beberapa orang bilang bekerja keras, nah usahakan kita bisa melakukan balancing antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
    Pertanyaan beberapa teman saya, worthed atau ngga ya dengan penambahan gaji sekian? biasanya saya akan menyarankan mereka untuk menghitung dengan cara work/hours untuk perbandingan. Terutama jika mereka sudah aware bahwa di pekerjaan baru mereka nanti, mereka akan sering over time. Buat saya sekarang money is not everything, kesehatan & kebahagian adalah yang paling penting.

    Selain menghitung angka, kita juga sebaiknya memperhatikan aspek psikologi kita, apakah kita benar-benar akan menyukai pekerjaan/tempat baru kita nanti? ataukah ini hanya emosi sesaat? ataukah hanya karena ada kesempatan yang datang? Sebagian orang menganggap kesempatan hanya datang satu kali, sebenarnya kita sendiri bisa mencari kesempatan.

  • Seperti apakah perusahaan yang baru secara culture, enviroment people, career, dsb?
    Buat saya pribadi sekarang point ini adalah yang utama, ketika kita akan melakukan sebuah loncatan, tentunya kita mengharap loncatan kita adalah loncatan yang benar. Bayangkan kita adalah sebuah ikan, ditempat yang sekarang apakah kita sudah menjadi ikan besar yang baik yang disukai semua orang karena bisa membantu sesama? ketika kita meloncat ke kolam yang lain, apakah kita akan menjadi ikan besar sama seperti di tempat yang lama? atau menjadi ikan yang sedang karena banyak yang lebih besar? apakah ikan yang lebih besar tersebut akan membantu anda menjadi ikan yang lebih besar lagi atau malah sebaliknya memangsa anda sampai habis? apakah airnya benar-benar jernih dan sehat sampai ke dalam-dalamnya? ataukah hanya di permukaannya saja nampak berkilauan karena terkena cahaya?

    Terus terang dalam beberapa bulan terakhir saya sering mendapat tawaran baru yang sangat menggiurkan dari sisi jabatan dan materi, tetapi pertimbangan saya adalah jika perusahaan tersebut tidak lebih baik dari sisi culture, people, leader, environment, networking, support, training, dsb. maka bisa dipastikan saya akan menolaknya, saya tidak ingin berpindah ke perusahaan lain dan disana saya menjadi yang paling hebat/tinggi, saya mungkin akan lebih memilih pindah ke perusahaan yang ketika saya disana saya masih akan belajar banyak dan mempunyai kesempatan untuk berkembang pesat. Karena saya memang masih harus banyak belajar.

Semoga berhasil menjadi ikan yang besar dan baik! 🙂

“Lost in paradise” itu adalah judul lagu dari Joanna Wang, artist dari Taiwan yang naik daun dengan album “Start From Here”, anda bisa mendengarkan beberapa lagunya disini, saya sarankan anda untuk membeli cd originalnya saja, karena selain mencoba menghargai hak cipta, harganya cuma 55 ribu. Semua lagunya saya jamin akan membuat anda langsung jatuh cinta pada lagu pertama, suaranya begitu memanjakan telinga emas anda, dengan suaranya yang khas, alunan ritme light/soft jazz tone dan menyanyikan beberapa lagu lama seperti I Love You / True.  Bahkan saya seolah diajak berdansa ketika mendengarkan “For No Reason”-nya.

Kembali ke topik, kemarin tanggal 3 – 8 September 2008, saya juga baru “Lost in Paradise”, bermaksud menyenangkan hati pasangan saya yang spesial, kami berdua berlibur ke Bali. Liburan yang sangat adventure dan berkesan sekali, karena setelah sekitar 5 tahun saya tidak ke Bali dan merupakan pertama kali buat pasangan saya (saya juga bingung dia sering ke LN kok ga pernah ke Bali…) kami sengaja hanya berdua, tanpa rencana, tanpa guide, tanpa persiapan berarti (booking tiket, hotel, mobil dilakukan di H-2)

Kenapa begitu adventure? hari pertama tiba dibandara, kami menyewa mobil yang sudah disiapkan di bandara, langsung menuju Ubud hanya dengan bantuan peta gratisan di bandara dan papan penunjuk jalan warna hijau, dan yang paling membantu adalah penduduk setempat yang sangat ramah. (dibanding Jakarta tentunya), mampir di pasar seni sukawati karena kelaparan, pacar saya langsung shooping di Sukawati untuk oleh2.

Disana menginap di Ubud Villa Hotel, secara lokasi sangat strategis karena ada di jalan Monkey Forest yang merupakan tengah kota Ubud dengan banyak toko, butik, galeri, cafe (seperti Kemang hanya lebih besar dan menarik).  Malamnya candle light dinner di Bebek Bengil dengan suasana restoran seperti Atmosphere Bandung, dengan gasebo-gasebo, lesehan, suara jangkrik dan kodok, angin sepoi2 dingin menambah suasana.

Besoknya kita breakfast di Ayam Kadewatan ibu Mangku, lalu mampir ke Pura Ulundanu sebelum ke Bedugul, lucunya kami nyasar dengan tidak melewati jalan besar, melainkan melewati jalan perkampungan yang cukup terjal namun pemandangannya “wah”, lalu ketika kami mengisi bensin di pom bensin hendak pulang, saya iseng bertanya ke pada petugasnya ada apa lagi disana, mereka menunjukan ada air terjun Tenggigit sekitar 8 km lagi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju kesana. (Spontan Adventure eh…)

Lunch di Ayam Bakar Taliwang, sebelumnya melihat-lihat rumah makan Mentari di Bedugul yang ramai, tapi tidak selera dengan menu buffe nya. Lalu kita menuju Taman Ayun, melihat monyet jinak di Monkey Forest, CDL lagi di cafe Cinta Grill, dan lanjut makan ribs pork di Naughty Nurys Cafe (bentuknya seperti warteg, dengan lcd 40″ tapi… ) yang sangat ramai meski sudah jam 10 malam.

Besoknya breakfast di hotel karena hari pertama lupa, lalu kami pindah ke Kuta di The Oasis, melihat macetnya Kuta, akhirnya kami memutuskan untuk tidak meneruskan menyewa mobil lagi, lalu menyewa motor matic. Lunch di Warung Made, berangkat ke Tanah Lot, dan pulangnya kami sempatkan makan nasi campur babi guling di sepanjang jalan pulang. Menghabiskan sore hari dengan berjalan-jalan di Kuta, lalu CDL di Jimbaran, makan seafood di tepi pantai, sengaja kami memilih yang paling depan agar semakin merasakan deburan ombak, melihat bintang-bintang dan lampu-lampu kota yang jauh, sambil sesekali melihat pesawat yang datang dan pergi sambil di terangi lilin. Tadinya kami ingin menghabiskan malam di Hard Rock Cafe mendengarkan live music, tapi ternyata hard rocknya tidak ada live music hari itu.

Pagi besoknya kita menikmati pantai Kuta, berjemur sambil di pacar saya mentato temporer kakinya dengan gambar bunga, melihat bikini sexy, orang bermain surfing, pedagang/pemijat yang mencoba merayu, makan rujak buah, lalu mendinginkan badan di Discovery Mall, lalu jalan ke Uluwatu menikmati Sunset, sebelumnya mampir di GWK dan DreamLand, akhirnya malam party di Ocean Beach Club dan sebelumnya CDL di KuDeTa.

Hari terakhir kami menikmati pantai Seminyak, bermain water sport seperti paraselling, flying fish, jetski di Tanjung Benoa, melewati Nusa dua, lalu lunch di Babi Guling Chandra yang terkenal, lalu CDL di Rych/Nan Xiang Kuta.

5 night/6 days superb holidays! Kembali ke kantor, membawa oleh2 yang langsung di serbu habis oleh rekan kantor, dan yang penting saya kembali full of charge, Have a nice day my friends!

Foto lainnya bisa dilihat di Facebook saya.


OrangeCategory

OrangePhotos