The Orange Network

Archive for August 2008

Jumat, 29 Agustus 2008 kemarin, saya mendapat “kehormatan” pertama sebagai pengisi acara FreSh singkatan dari Freedom Of Sharing, Forum/Komunitas tersebut adalah wadah berkumpulnya orang-orang dari berbagai macam profesi dan golongan. Formatnya memang open community, siapa saja boleh bergabung dengan catatan untuk sesuatu yang baik dan berguna, anggotanya boleh sharing tentang apa yang mereka ketahui atau apa yang sedang mereka ingin ketahui bersama.

Pada malam perdana kemarin event itu berlangsung success, dihadiri sesuai target awal +- 350 orang, dengan 2 sessi sharing dan kemarin malah sampai 3 sessi, yang pertama oleh Boy Avianto, dia dari Agency Carat Indonesia menghandle digital division *merupakan salah satu client saya juga. Dia sharing tentang model bisnis online, dsb.

Lalu sessi kedua oleh saya, sharing tentang 6 tips untuk memulai bisnis online yang sukses, sebenarnya masih banyak tips lain dan setiap tipsnya membutuhkan penjelasan yang lebih dalam, jika anda berminat berdiskusi lebih lagi, silahkan menghubungi saya.

Sessi berikutnya dari Grace, founder charity of Books for Hope, yang mempunyai misi dan visi sangat mulia yaitu memberikan 1000 buku ke desa/wilayah yang membutuhkan dengan target 10,000 buku dalam waktu 1 tahun. Mudah-mudahan saya dan juga anda semua bisa berpartisipasi, entah itu dalam bentuk donate, menginformasikan kegiatan tersebut di blog anda atau lainnya.

Setelah itu masih ada acara pemberian gimmick dari beberapa peserta secara sukarela, ada dari Kutukutubuku, qwords, saya dan lainnya.

Sekitar jam 10 saya harus meninggalkan acara terlebih dahulu karena ada pertemuan lain di daerah Senayan City, padahal saya masih ingin beramah tamah dengan peserta disana, semoga bisa dilakukan di acara berikutnya. Nampaknya setelah itu ada sessi dari Naradda.

Untuk foto2nya ada di flickr teman2 mas KukuhTW, SatyaW lainnya nanti di update. Untuk video lagi di edit sama mas Pitra. Untuk info lain ada di Media Ide, CaturPW, KukuhTW, Ollie yang lain bisa ditambahkan jika ada.

Jadi saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang sudah mau merepotkan diri di sela-sela kesibukannya, dan juga para hadirin yang sudah mau meluangkan waktunya, semoga acara FreSh ini akan terus berlangsung dan semakin baik dan berguna di kedepannya.

Thanks, have a nice week end!

Silahkan dinikmati presentasi saya :

Siapa yang ngga tahu Air Asia? dengan slogannya “Now Everyone Can Fly” dan berhasil sukses menancapkan brand image “terbang murah” yang pada kenyataannya saya sendiri baru mencoba 2 kali so far so good *don’t compare with SQ, KLM, China Air lines or even Garuda ya… tetapi ketika saya hendak memesan tiket online untuk liburan ke Bali tanggal 3-8 September ini, saya direkomendasikan oleh atasan saya untuk mencoba Mandala Air, dan kenyataannya setelah saya compare saya mendapatkan tiket dengan harga yang lebih murah dan konon pesawatnya lebih baru. Untuk updatenya tentang service Mandala VS Air Asia nantinya setelah pulang dari sana.

Nah kalau Air Asia itu Low Cost Carrier, maka ada Tune sebagai Low Cost Hotel, kok sama2 low cost? iya karena memang satu group, bisa dilihat dari websitenya dengan dominasi warna merahnya dan template yang sama. Tune Hotel sudah ada di Malaysia, untuk Indonesia akan hadir di Pulau Dewata sana, sayang yah sekarang belum jadi, kalau sudah pasti saya coba barang semalam dua malam nanti…

Murahnya seperti apa? konsepnya adalah You Pay What You Use, jadi nanti mungkin kita hanya membayar sesuai pesanan, misalnya kita tidak berniat menggunakan kolam renang bisa jadi lebih murah atau bahkan hanya ingin menggunakan kipas angin karena alergi AC mungkin…

Kedengarannya menyenangkan yah? saya juga suka segala sesuatu yang fair, tapi tunggu dulu konon rencananya di dalamnya akan terdapat iklan-iklan bahkan sampai ke kamar-kamarnya, nah mereka menekan biaya serendah mungkin dan mendapatkan penghasilan tambahan untuk mengcover semua itu salah satunya dari iklan tersebut. *Bisa dilihat digambar Hotel Tune di Malaysia dengan iklan2 di dalam kamarnya.

Lalu menurut anda bagaimana dengan iklan-iklan tersebut? silahkan sharing disini, buat saya sendiri, terus terang saya agak ilfil kalau beneran nantinya iklan-iklan akan memenuhi ruangan kamar, bahkan mungkin sarung bantal dan gulingnya ada tulisan King Koil? atau di dinding gambar handphone Nokia seri terbaru? (maaf saya bergerak di bidang advertising dan nampaknya saya sudah mulai terkena dampak syndrom anti ads… ) meski pada prakteknya nanti mungkin saya akan bisa mengacuhkannya jika memang benar harganya sangat murah dan servicenya sangat memuaskan…

Mari kita tunggu saja kehadirannya, btw secara konsep bisnis patut diacungi jempol ya? idenya simple dan mungkin beberapa orang sudah pernah terlintas / memikirkan dari dulu, hanya saja baru ada yang mengeksekusinya…

Inspiration : Business Week Magazines

Percaya atau tidak, melambungnya harga minyak dunia tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga membawa dampak positif bagi banyak pihak bahkan seluruh dunia. Memang saya sendiri belum merasakannya untuk di Indonesia sendiri khususnya Jakarta, tetapi untuk long term, jika kita menganalisa maka akan ada kemungkinannya untuk hal tersebut.

Di Amerika sana, ada perusahaan industri berat seperti pencoran/pengolahan baja yang justru mengalami kenaikan order sebesar 30% pada tahun ini, dan 25% tahun sebelumnya, bagaimana bisa ketika minyak dunia sedang melambung begitu tinggi? logikanya begini, perusahaan tersebu menerima produksi untuk mendaur ulang baja untuk tempat penampungan baik itu truk besar, anjungan minyak dan tempat penampungan lainnya. Pada saat harga minyak naik, banyak bisnis besar yang ingin menghemat dibagian logistik salah satunya, dimana daripada mereka bolak-balik dengan boros BBM untuk mengirim barang karena hanya menampung sedikit, mereka memilih memperbesar penampungan sehingga mampu menampung lebih banyak pengiriman dengan ongkos BBM yang sama. Masuk akal bukan?

Disisi lain, mahalnya energi memang berdampak positif, karena orang dipaksa berhemat, mencari alternatif, mendaur ulang apa saja, menemukan inovasi baru, dan hal-hal lain yang tadinya mungkin tidak terpikirkan ketika harga minyak sedang murah. Disisi pshycological, biasanya orang cenderung boros ketika segala sesuatunya murah/tidak menghargai.

Lalu sangkut pautnya dengan lingkungan, orang akan berpikir menggunakan mobil karena BBM yang mahal, dampaknya? kemacetan seharusnya berkurang, polusi berkurang, global warming melambat, bahkan orang tersebut bisa saja menjadi lebih sehat hidupnya karena lebih banyak beraktifitas seperti menggunakan sepeda / berjalan kaki karena mengurangi obesitas yang termasuk momok dunia. Belum lagi ditambah industry mobil terus dipacu untuk menciptakan mobil hibrida misalnya bahan bakar dengan air, listrik bahkan tanaman yang terus dikembangkan.

Intinya adalah dengan naiknya harga minyak dunia kita dituntut lebih efektif dan efisien dalam segala hal, termasuk dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.

Bagaimana dengan anda? apakah kehidupan anda terpengaruh ke arah yang lebih positif atau anda terkena dampak yang negatif? bagaimana menurut anda tentang kenaikan harga minyak ini?

Inspiration : Business Week Magazine

Saya menulis tentang trend technology TV yang sudah terintegrasi dengan internet disini, silahkan dinikmati…

Saya yakin anda pernah merasakan perasaan ketika anda merasa begitu kecil setelah melihat sesuatu yang besar, bukan secara physical tentunya, tetapi secara psychological… misalnya ketika anda bertemu dan berada diantara orang-orang hebat, rasanya anda begitu kecil dibanding mereka… Saya sendiri beberapa kali mengalami hal tersebut, terakhir kali kemarin ketika saya menghadiri Sales House Summit FY 08 Meeting dari Microsoft Advertising di Singapore.

Disana saya bertemu dengan banyak orang hebat dan membuat saya kagum, terutama teman-teman dari dLive Media Singapore dan orang-orang dari Microsoft Advertising…  Microsoft is real huge and great, mungkin kemarin saya hanya bertemu segelintir orang saja, tetapi aura mereka begitu “berasa”, bukan aura negative tetapi aura yang positive, mereka exactly professional, cara mereka berbicara, berpikir, bertindak, body language, dsb. Belum lagi ketika mereka mem-present sedikit apa yang sedang mereka lakukan seperti misalnya tentang teknology SilverLight, Microsoft Virtual Earth dan integrated Windows Live.

Kembali ke topik, perasaan saya saat itu juga cukup campur aduk, antara kagum dan sedikit mengalami nervous, tetapi saya suka berada disana, diantara mereka, karena saya ingin dan bisa belajar banyak dari mereka, lagipula mereka tidak menakutkan seperti yang ada dalam bayangan kita pertama kali, mereka ramah, encourage, listen, fun, singkat kata mereka “membuka diri”.

Jadi saya menganggap perasaan kita ketika kita merasa menjadi begitu kecil, adalah sesuatu hal yang baik, maksudnya adalah bukan kitanya yang mengecil, tetapi kita bertemu dengan yang lebih besar, yang artinya kita juga akan bisa ikut membesar. Saya yakin mereka juga akan merasakan hal yang sama, ketika bertemu dengan orang-orang yang lebih besar lagi seperti para CEO/Owner dari perusahaan tempat mereka bekerja misalnya. Got it?!

So prepare being bigger and have a nice week end…

Proudly sharing our winning moments :

Indonesia team from dLive Media Indonesia win South East Asia FY 08 Annual Award from Microsoft Advertising category Best Share Practice.

Also congrats to Anny Huang, dLive Media Singapore who win Best Sales Person FY08.

FYI, We compete with Singapore, Malaysia & Philipine.

Thanks to all dLive Media & Interactive Hub  management from SG & ID, especially Ken, Kyle, George, Jason, Faried, Doris, Andre, Peter and others colleagues. dLive Media & Interactive Hub is Rock!

ps: the trophy award is an ice gear by Black Diamond

“If we can adapt with any condition in our journey either life, career, business, relationship, etc we will survive and success.”

ps:I’m learn about this from  one of the event on Microsoft Sales House Summit 09.

Ceritanya kita peserta Sales House Summit 09 disuruh berkumpul disebuah ruangan dengan posisi kursi melingkar, disetiap kursi terdapat alat musik seperti drum, shaker dengan berbagai macam bentuk yang tentunya berbeda cara memainkannya. Setiap orang diminta membunyikannya sesuka hati, yang penting kuncinya adalah listen, follow the beat and play with heart.

Permainan tersebut di variasi dengan petunjuk misalnya dengan aba2 kartu dari leader meminta hanya yang pria saja atau jenis alat musik tertentu saja misalnya shaker yang boleh dimainkan dalam periode tertentu, maka pada saat itu akan terdengar musik yang benar2 berbeda.

Kemudian untuk setiap beberapa saat kita akan diminta berpindah tempat duduk ke sebelah yang aetinya kita akan mendapatkan jenis alat musik yanfg berbeda lagi.

Dari situ filososi yang ingin disampaikan adalah terkadang dalam perjalanan hidup kita entah itu hubungan, pekerjaan, bisnis, dsb kita bisa memilih pilihan yang kita sukai, dilain waktu terkadang kita harus memilih/mendapatkan yang lain yang mungkin pada awalnya kita merasa aneh/tidak suka, namun semua itu tidak akan menjadi masalah jika kita bisa beradaptasi dengan baik apapun keadaannya.

Filosofi lainnya adalah ketika kita bermain satu jenis alat musik saja akan terdengar suara yang mungkin lemah dan syahdu atau kencang dan bising, tetapi ketika kita bermain bersama dengan yang lain, maka akan terjadi harmoni yang indah. Artinya, ketika kita bersama-sama menuju suatu tujuan, dengan saling membantu, menguatkan, menolong untuk mencapai tujuan bersama yang baik, maka hasilnya akan lebih baik lagi.

Have a nice day!


OrangeCategory

OrangePhotos