The Orange Network

Jakarta makin kejam ya…

Posted on: May 27, 2008

Masih ingatkan cerita saya tentang ada orang yang meminta uang untuk ongkos pulang dengan berbagai alasan disini? setelah 2 bulan terakhir ini saya semakin sadar bahwa ternyata saya beneran di tipu… fakta yang pertama adalah ternyata saya melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama beberapa hari kemudian, bedanya dia mencari mangsa/korban orang baik di mall CitraLand (CitraLand dan Taman Anggrek ngga jauh kan?)

Fakta kedua yaitu setelah 2 bulan ini saya lebih “mengenal dunia luar” karena saya setiap hari naik feeder bus dari Ratu Plaza, saya sering menjumpai orang yang seperti itu, dalam hampir setiap minggu, dan beberapa kali saya juga akan dimangsa dimintai lagi, akhirnya sekarang ini saya harus menjawab “Maaf tidak bisa” atau hanya sekedar melambaikan tangan, ironic yah, tapi itulah kenyataan…

Lalu kemarin saya baru saja di tipu oleh tukang ojek… kok bisa ya?… jadi ceritanya saya hendak naik ojek, waktu naik saya sudah menanyakan “berapa?…” tukang ojek menjawab “7,000…” saya menjawab “5,000 biasanya…” lalu dia menjawab “Ngga dimahalin kok…” akhirnya saya naik, meski saya sedikit malas karena tampangnya menyebalkan dan gaya bicaranya…

Setelah sampai, uang saya 20,000 saya berikan, dikembalikan 10,000 dan si tukang ojek itu bersiap2 kabur pergi, reflek saya menarik jaket tukang ojek itu “Hei… kembalinya kurang…” si tukang ojek itu mendelik dan berkata “itu kan 10,000…” “Tadi kan 7,000…” jawab saya dengan sedikit kesal dan keras… “Situ salah denger kali, kalau 7,000 mah saya juga ngga mau…” dalam hati saya memanas dan mulai emosi dan ingin berkata “Jadi bapak maunya apa nih sekarang?…” sambil siap2 menonjok… tapi untunglah karena pada dasarnya saya baik dan sabar malas ribut dengan bapak yang ternyata memang sudah tua itu, akhirnya saya hanya berkata “silahkan ambil 3,000 nya, bapak akan menerima karmanya karena menipu saya…” bapak itu melengos dan pergi sambil bicara “siapa yang nipu…” what the hell… kalau si tukang ojek itu lebih muda, mungkin sudah saya ajak berantem sekalian… hehehe…

Well… Jakarta semakin kejam ya, memang hidup di Jakarta itu tidak mudah, malahan beberapa kali saya berpikir mungkin lebih enak tinggal di Singapura, Australia, Canada dsb, tapi who knows?… yah jadi beruntunglah kita2 yang masih bisa menjalani hidup dengan lebih baik, sebisa mungkin jangan merugikan orang lain, jika tidak/belum bisa membantu orang lain.

Have a nice day!

Tags: ,

11 Responses to "Jakarta makin kejam ya…"

Pernah juga ngalamin …,
orang minta ongkos pulang dengan berbagai alasannya yang “memprihatinkan”

kemakan tipu 1x.
semoga tidak untuk yang ke-2x nya.

Pokoknya … hati2 deh, klo di angkutan umum tiba2 ada orang curhat minta tolong ongkos.
bukannya kita ga mau bantu, tapi klo emang ga jujur. ga rela juga dong ngasihnya juga.

OM : tul… kita mau baik, kalau ternyata malah ditipu, cape de…🙂

Memang jakarta semakin kejam. tapi bagaimanapun tetap lebih enak jakarta. liburan ke puncak 3 hari aja rasanya udah kangen sama polusi asap bajaj jakarta.

memang tinggal di luar negeri lebih aman, teratur dan tenteram. tapi yg saya alami, kira menjadi seperti robot karena saking teraturnya. lebih2 di singapore.

OM : Maybe yah… tapi lama2 penat juga disini… just waiting for a chance…

itu tandanya disuruh beli motor, hehehehe….

OM : hehe… sudah ada sih, tapi sekarang jarang pake… ngga kuku kalau Jakarta – BSD – Jakarta naik motor mah… naik mobil?… 2-3 jam + BBM + parkir + maintenance + macet + demo + dll = STRESS! ada yang mo ditebengin ngga ya BSD – GatSu – BSD?… hehe

Ojek jahanam, ga tau kuping nya yg budek atau apa kali ya ndi

OM : untung dia sudah tua tuh…

hidup di jakarta itu berat.
Orang-orang semakin stress dengan harga naik, ini itu, dan sebagainya.
Alhasil, mereka malahan melakukan hal yang semestinya gk dilakukan.
Yah, saya juga pernah kena tipu, apalagi saat ini saya masih SMA, rawan sekali ditipu orang dewasa.
Musti banyak belajar🙂 supaya gk ditipu (malah menipu)
JK.🙂

OM : Pernah di tipu ya?… hehe

10 tahun yang lalu, Jakarta lebih manusiawi. Saya inget berangkat ke Kantor di bulan Mei 1998, banyak bus yang tidak jalan karena banyak demo, yang terjadi adalah di daerah cawang banyak mobil pribadi yang bersedia ditebengi ke arah komdak for free!

OM : Masih ada seh orang2 baik seperti kita2…🙂 tetapi semakin rare karena keadaan ya…

haha
tipu2.
kehidupan normal jakarta….

pusing juga harga-harga semua makin naik, orang-orang jadi pada demen nipu buat dapetin apa aja….
cepede….

Jadi mesti siapkan uang Rp.1000,- uang Rp.5000,- Rp.10.000,- Rp.20.000,- Rp.50.000,- dan Rp.100.000,- Seperti kalau naik taksi, kalau ada kembalian pasti nggak dibaliki semua.

Ibukota lebih kejam dari pada ibu tiri,setidak-tidaknya ibu tiri ya ibu kita,yg punya hati dan perasaan sedangkan ibukota ya ibunya semua orang yang tidak punya perasaan,untuk ke anak,ke orangtua,teman dan anak cucu kita.

btul itu ..
gw sendiri sebagai seorang angkoter yang nOtabene kemana naek angkot sendiri juga uda nemuin macem2 orang . terlalu lama idup di kota ini bawaannya jadi picik mlulu yaa * sigh *

kalo aq mo nawar tukang ojeg, harus siap2 duit yg pas en sebelum naik harus bener2 ditawar🙂 biasa ce tukang nawar biar murah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: