The Orange Network

Archive for November 2007

Setelah topik sebelumnya membahas tentang apakah anda terlahir sebagai seorang pemimpin atau tidak, kita akan sharing mengenai bagaimana menjadi seorang leader yang baik, pad prinsipnya menjadi seorang pemimpin itu mudah, menjadi seorang pemimpin yang baik itu yang lebih susah.

Bagaimana kita mengetahui ketika kita sedang menjadi seorang pemimpin kita adalah pemimpin yang baik? tentu saja terlihat dari hasil yang didapat apakah sesuai dengan target yang ingin dicapai, itu mutlak. Hal lain adalah  apakah orang-orang disekitar kita menyukai kita, memberikan respek terhadap kita, memberikan simpati, mengganggap teman, mau bekerja sama, terjadi komunikasi yang baik dsb. Contoh simple biasanya jika ketika pemimpin yang baik itu harus pergi meninggalkan yang lain, yang lain akan merasa kehilangan dan tetap memberikan support, bukan menertawakan dan tidak mempedulikannya.

Dari pengalaman selama ini, seorang pemimpin yang baik mempunyai ciri khas seperti :

  • Sabar & Bijaksana, menjadi seorang pemimpin bukan berarti selalu diatas lalu menginjak-injak yang dibawah, justru sebaliknya harus juga terlibat di bawah supaya bisa mendorong yang lain untuk ke atas, ada kalanya juga berada ditengah ketika dibutuhkan untuk menjadi penengah yang baik 2 sisi yang berbeda.
  • Imbang dalam hal  berbicara, mendengar dan bertindak, pemimpin yang baik tidak harus berbicara terus, tetapi juga mendengarkan dan menghargai suara-suara yang lain, dan juga bertindak.
  • Dapat diandalkan, ketika team dalam masalah, pemimpin harus bisa memberikan solusi, atau paling tidak menjadi pemancing untuk menemukan jalan keluar.
  • Mau berkorban, bukan seorang pemimpin yang baik kalau hanya mau enak2nya saja, pemimpin yang baik bisa melindungi bawahannya disaat yang benar, bahkan terkadang harus berkorban.
  • Adil, Dalam hal apapun, termasuk untuk dirinya sendiri.
  • Memberikan contoh yang baik, itulah kenapa seorang pemimpin biasanya selalu harus mengupdate kemampuannya dan hal lainnya, karena harus memberikan contoh untuk yang lain.
  • Mampu memberikan semangat, ketika team sedang loyo atau sedang dalam masalah, pemimpin tidak boleh panik atau malah menambah pressure yang membuat suasana tidak enak, sebaliknya pemimpin harus bisa mengayomi dan memberikan semangat.
  • Tidak pernah mengambil keuntungan, jika seorang pemimpin mengambil keuntungan atas hasil jerih payah team atau orang lain, maka kepercayaannya akan hancur sampai ke tingkat yang paling rendah.
  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan, kesalahan adalah normal, semua bisa melakukan hal tersebut baik sengaja atau tidak sengaja, yang tidak normal adalah ketika kita tidak meminta maaf atas kesalahan yang terjadi atau malah melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Mungkin masih ada beberapa contoh yang lain, nanti akan diupdate, intinya adalah jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, ingatlah untuk selalu melakukan hal yang positif.

Advertisements

Born to be Leader?

“Apakah anda terlahir untuk menjadi seorang pemimpin?” pertanyaan itu mungkin pernah anda dengar, bagaimana menurut anda hal itu? bagaimana dengan diri anda sendiri, apakah anda memang terlahir untuk menjadi seorang pemimpin? apakah anda bisa merasakan hal tersebut? sejak kapan? bagaimana?

Saya sendiri sebetulnya tidak terlalu mempercayai bahwa sesuatu itu ada yang hanya di dapat dari lahir atau semacam “gift”, tetapi di kenyataan dalam hidup, saya mengakui untuk beberapa hal, seperti misalnya bakat seni, olahraga, science dan juga leadership. Bukan berarti orang yang mendapat gift semacam itu pasti akan lebih baik atau sebaliknya orang yang tidak mempunyai gift tidak akan bisa mengalahkan mereka yang terlahir dengan talent seperti itu.

Saya mengakui bahwa ada beberapa orang yang terlahir sebagai leader, biasanya kelihatan dari aura yang bisa dirasakan oleh orang lain disekelilingnya, dari cara mereka berbicara, bergerak, bahasa tubuh, berpikir, mengambil keputusan, memecahkan masalah, memimpin team, sifat dasar, dsb.

Saya juga pernah melihat beberapa leader yang tidak seperti leader, entah karena mereka tidak menyadari, atau mereka tidak “mengupdate” diri mereka sendiri hingga orang-orang yang seharusnya menjadi bawahannya malah lebih kelihatan berperan dan berpengaruh sebagai leader.

Bagaimana dengan anda sendiri? coba flash backlah sejenak kembali ke masa anda kecil, apakah anda pernah menjadi ketua kelas waktu TK atau SD? menjadi ketua OSIS saat SMP atau SMU? duduk di SENAT Mahasiswa? Menjadi Person in Charge di team perusahaan anda? Menjadi Head atau Manager divisi anda? atau mungkin menjadi pemimpin perusahaan dengan multinational branch? jika ya darimana anda mendapatkan leadership tersebut? jika tidak kenapa anda belum bisa mendapatkannya? Apakah anda ingin mendapatkannya? 🙂


OrangeCategory

OrangePhotos

Advertisements