The Orange Network

Debating your bos/client? why and how?

Posted on: September 5, 2007

Debate3 hari setelah kembali ke kantor menjadi hari yang sibuk, dan 3 hari itu saya dan bos selalu ada saja bahan untuk berdebat sampai anak-anak di kantor berasa seru sendiri… hahaha… that’s my bos, we are friend, he is good, and we like to talk about something especially about jobs. Perbedaan pendapat, prinsip, dan sebagainya lah yang sering menjadi perdebatan, seperti misalnya hari pertama ada sebuah masalah, dia ingin menyelesaikan dengan cara dia yang menurut saya itu bagus, tetapi bukan yang terbaik, dan kita kemudian mendiskusikannya sampai 2 jam kurang lebih, meski pada akhirnya keputusan sudah dibuat oleh dia sendiri, jadi saya hanya bisa mem-backup apa yang perlu dilakukan.

Hari kedua, totally disagre with the way he response about that case, dan seperti biasa saya mencoba menjelaskan maksud saya, dan karena ini memang dia tidak terlalu turun tangan, jadilah tidak merubah keputusan, lalu kemarin.. he’s comes up with idea, but for my clients, I’m not too agree about that idea, because too push and risky, the benefit for us just a short term (money of course) but for the long term is not good, jadi kali ini saya mengambil jalan tengah, he can try that idea first, but not at my clients, beside of that maybe he is forget that clients maybe also disagree.

Jangan berpikir saya dan bos saya jadi “diam seribu bahasa” setelah kejadian itu yah… hahaha setelah perdebatan selesai kita bersikap seperti biasa dan melakukan pekerjaan lainnya, malah sempat berdiskusi lagi dan sama-sama setuju apa yang harus kita lakukan untuk case tersebut. So seperti yang Donald Trump bilang di acara The Apprentice “Nothing personal, just business!”

Yang ingin dishare disini adalah, terkadang kita harus mencoba untuk mengemukakan pendapat, tidak usah takut siapa lawan bicara anda jika anda mempunyai suatu pendapat yang bagus juga, it’s not about win and lose, but about the best solutions. Ada pepatah “Diam itu emas” tetapi tahukan anda bahwa kita bisa menambahkan “Dan bicara benar itu berlian”🙂

Jadi kenapa kita harus mengemukakan pendapat kita?

  • Comparison for the best solutions / perbandingan untuk menemukan solusi terbaik, 2 kepala atau lebih biasanya lebih baik, semakin banyak ide, saran, pendapat maka akan bisa menghasilkan keputusan yang terbaik.
  • Membangun hubungan yang lebih profesional dan baik, biasanya kita berani berdiskusi dengan seseorang yang hanya sudah dekat dengan kita saja kan, dengan kita berdikusi dengan orang lain misalnya bos/client, sebenarnya hal itu akan membuat hubungan kita semakin dekat.
  • Latihan berbicara, mengemukakan pendapat, memberikan solusi, dsb. itu akan membuat kita semakin baik di kemudian hari. Lebih baik anda bicara di depan dan memberikan solusi daripada anda bicara dibelakang dan hanya menggerutu.

Lalu kapan sebaiknya kita bisa mulai berbicara?

  • Kalau masalah itu sedikit sensitif atau tidak untuk umum, sebaiknya carilah waktu yang tepat dan diruangan tertutup / 4 mata.
  • Jika masalah itu penting dan harus diselesaikan dalam waktu dekat, maka anda bisa meminta waktu saat itu, tetapi jika masalah itu bisa dibicarakan lain waktu dan sekarang tidak memungkinkan, maka sebaiknya anda mencari waktu di lain kesempatan.
  • Jika masalah itu umum, anda bisa langsung mendiskusikan di ruang meeting.

Bagaimana kita harus berbicara?

  • Focus pada topik dan solusi, jangan berbelok ke hal lain yang bersifat personal.
  • Bicarakan dengan jelas maksud anda, kenapa anda mempunyai pendapat yang berbeda, kenapa anda membicarakan hal ini.
  • Ingatlah bahwa anda ingin mencari solusi yang terbaik, jadi berusahalah menerima jika memang ada solusi yang terbaik meski bukan dari anda.
  • Dengarkan dan respect lawan bicara anda, karena anda juga ingin diperlakukan seperti itu bukan?
  • Jika sudah diambil keputusan, terimalah dengan baik, karena jika anda tidak menerimanya di kemudian hari, maka anda tidak memegang hasil diskusi anda sendiri.
  • Sesudah masalah selesai, bersikaplah seperti biasa/profesional, seolah2 tidak ada masalah yang pernah terjadi.

Ok that’s it, hope this tips help you to speak what’s on your mind… goodluck!

4 Responses to "Debating your bos/client? why and how?"

Kalau saya jadi bos, saya lebih menyukai anak buah yang berani berdebat, dan mengemukakan pendapat, karena sebagai manusia bos juga bisa salah, Tak jarang ide yang disampaikan anak buah tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Saat saya jadi staf, sering saya berdebat dengan bos…suatu ketika bos, bilang…”Ehh, saya setuju idemu saat meeting itu, tolong tindak lanjuti ya…” Saya bengong, bingung …yang mana ya…karena kadang kita sendiri lupa saking banyaknya hal-hal yang diperdebatkan. Sejak itu, saya jadi pede…ternyata bos diam-diam memikirkan ide anak buah. Dan setelah saya jadi bos, saya sangat terbantu oleh anak buah yang banyak melempar ide, berdebat…walau ide gila sekalipun.

A good leader wouldn’t mind to have different perspectives with others. Ini yang perlu ditanamkan di dalam benak para birokrat. Jangan hanya “ya pak” saja.

Kepala tiap orang memang berbeda, idepun akan berbeda, itulah karunia dariNya toh?

Menurutku, diskusi/debat di dalam kerjaan itu memang wajar sekali(bersifat membangun).. Tapi kalau setelah berdebat bisa mengakibatkan diam seribu bahasa, terkesan tidak profesional yah..
Setuju dgn Ms Jen, leader harus punya broad view utk melihat satu masalah.

Saya suka tulisannya!
enak banget punya boss yang open minded😄
personal, dan bisnis ga campur gitu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: