The Orange Network

Archive for September 2007

Setelah mendapatkan beberapa masukan dari anda sebagai pembaca blog ini, khususnya di topik New Title : Online Advertising Consultant & Motivational Blogger ini, maka saya memutuskan untuk membuat sebuah blog baru yang lebih fokus ke satu bidang, yaitu Internet Marketing di Indonesia dengan nama IMID > Internet Marketing Indonesia. Sedangkan blog OrangeMood ini akan saya fokuskan ke blog seputar personal & motivasi.

Kenapa saya melakukan hal itu? benar seperti beberapa masukan dari anda, bahwa akan lebih memudahkan saya sebagai penulis dan juga audience sebagai pembaca untuk membedakan blog dari segi konten.

Lalu apa bedanya blog IMID saya dengan blog yang lain yang membahas internet marketing di Indonesia juga? Setiap blog akan mempunyai karateristik sendiri-sendiri, dari cara penyampaian, topik yang dibahas, gaya bahasa, dsb. Untuk blog saya ini akan lebih membahas dari dasar tentang internet marketing dan bertahap terus sampai membahas masalah yang lebih kompleks. Hal itu akan lebih memudahkan kita semua untuk lebih memahami apa itu internet marketing daripada jika topiknya langsung membahas ke level yang advance, jadi saya akan berusaha menulis dengan gaya bahasa saya sendiri yang dibuat semudah mungkin untuk dicerna untuk orang awam sekalipun.

Kenapa namanya IMID? awalnya mau InternetMarketing tetapi sudah ada yang memakai meski blognya kosong, mau InternetMarketingIndonesia kok kepanjangan, ya sudah pikir2 singkatan saja dengan benefit simple sehingga mudah di ingat.

Ngga pake domain sendiri saja? ngga deh yah, saya ngga demen utak atik teknis lagi, lagipula ini blog dimana konsep utamanya adalah konten, dan dari sisi teknis wordpress gratisan ini sudah cukup ok dan lebih penting lagi, ga repot maintenancenya alias cukup handal.

Bagaimana biar pembaca ngga lupa dan gampang akses ke IMID? di pojok kanan atas blog ini saya tambahkan fitur RSS dari blog IMID, yang artinya anda bisa dengan mudah melihat jika ada topik baru.

Sekian dulu, saya harus mengerjakan hal lain, thanks and have a great monday!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Advertisements

“Selamat yah, kamu hebat bisa menjalankan proyek ini dengan sukses” tepuk tangan dari beberapa orang terdengar seru, dan kemudian mereka berhenti dan menyimak/mendengarkan apa yang akan di katakan anda… Apa yang anda katakan? *coba tulis/ingat baik2 jawaban anda yah.

Seperti yang ditulis di topic sebelumnya 11 ++ Great People Sign saat anda menerima compliment atau pujian, terimalah dengan penuh percaya diri, bangga, antusias, bersemangat, friendly, dsb. karena bagaimanapun itu adalah hasil kerja keras anda, beberapa orang mungkin bilang “s/he just lucky…” just don’t care, lucky or not, you got that! Tidak usah mempedulikan anggapan2 negative yang mungkin terdengar, entah itu faktor keberuntungan atau bukan, anda berhak dan sudah menerimanya. Meskipun jika mereka yang beruntung, mereka belum tentu bisa seperti anda bukan?! 🙂

Jadi saat anda menerima penghargaan/pujian, anda TIDAK PERLU melakukan hal ini :

  • Menganggap diri anda rendah, anda boleh ingin merendahkan diri, tetapi jangan terlalu rendah, apa perbedaannya?
    “Wah saya sangat tidak pantas menerima karena bla bla bla…
    *secara detil”
    “Terima kasih, saya senang sekali menerimanya”
  • Membelokan pujian ke orang lain, orang lain mungkin pantas menerimanya tetapi ingat anda juga pantas menerimanya.
    “Rasanya si XXX lebih pantas menerimanya daripada saya”
    “Saya dan team berusaha keras untuk mendapatkan semua ini”
  • Menyatakan bahwa semuanya itu hanya karena keberuntungan, seperti yang dikatakan di atas, anda / orang lain mungkin saja beruntung, tetapi jika bukan karena anda, keberuntungan hanyalah sebagai keberuntungan, tidak membuahkan hasil.
    “Saya benar-benar beruntung saja”
    “Saya berusaha dengan keras dan baik dan juga sedikit beruntung”
  • Menyatakan bahwa anda hanya berperan sangat kecil atau tidak berperan sama sekali, jika itu adalah pekerjaan team, maka anda adalah bagian dari team, jika anda dihargai, maka mereka juga seharusnya merasa senang karena mereka adalah team anda yang baik.
    “Ehm… Saya hanya melakukan tugas yang sangat simple kok”
    “Setiap team bekerja sama dengan baik dan maksimal”
  • Membicarakan kelemahan anda, ini bukan saat yang tepat bukan? bicarakan nanti dengan pasangan anda secara private untuk mencari solusi mungkin akan lebih baik.
    “Sebetulnya saya tidak bisa melakukan hal itu…”
    “Saya melihat, mendengar, belajar, dan melakukan itu dengan sungguh2”

Jadi sebaiknya yang bisa anda lakukan adalah Terima pujian itu dengan semangat, antusias, gembira, optimis, ketahui peran anda, ketahui peran team anda, hargai diri anda, hargai peran mereka, jujur dan jadikanlah hal itu sebagai pemacu untuk melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari. Congrats!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Unique

Entah dari mana awalnya, yang pasti iseng2an ini sudah lama beredar di dunia bloging dan kali ini saya kena jatah dari Tukang Ketik… ehm sebelumnya saya rubah sedikit judulnya dari kata AIB yang konotasinya negative meski iseng2, saya ganti menjadi UNIK yang konotasinya positive meski iseng2 juga… 🙂

Keunikan saya adalah :

  1. Saya tidak bisa berhenti berpikir tentang apa saja.
    Sudah lama saya menyadari itu, aneh tapi tidak jelek juga, hanya kadang merasa tidak enak sendiri, misalnya waktu di gereja, bukannya mendengarkan khotbah dengan seksama malah mikir ide design untuk renov rumah misalnya… *sorry God!… meski tetap mendengar dan mengetahui makna khotbah, tapi kok rasanya gimana gitu… begitu juga waktu menyetir, mau tidur, dsb, pokoknya kalau sedang melakukan hal2 yang sudah biasa badan saya seperti di set ke AutoPilot dan otak saya mikir ke hal lain…
  2. Saya benci dan cinta teknologi sekaligus.
    Tahukah anda saya ingin sekali membuang laptop, pc, hp, digicam, memutuskan sambungan internet, dsb. Dan pergi ke sebuah pulau kemudian disana tidak ada teknology dan kerjaan saya hanya jalan2 sama pasangan, Mika, Luna di tepi pantai setiap hari. *ciri2 orang butuh liburan neh…
    Tetapi sayangnya saya tidak bisa melakukan hal itu karena pekerjaan saya sendiri berhubungan dengan internet dan teknologi, sekarang masih mendingan, dulu pacar saya adalah server bahkan pernah merayakan old & new bersama di ruang server yang dingin, berisik dan sendirian…
  3. Sekarang saya tidak mempunyai teman dekat / akrab sekali dan musuh sekaligus.
    Dulu waktu di kampus setiap jalan 5 langkah selalu ada yang manggil *hyperbola dikit… sekarang meski saya ultah yang sms itu rasanya ngga lebih dari 5… *hyperbola lagi… tetapi anehnya saya lebih menyukai keadaan sekarang… saya lebih memilih mengobrol dengan orang yang totally stranger dan hanya hitungan 15 – 30 menit kemudian setelah itu kita mungkin tidak akan pernah bertemu lagi / beberapa bulan/tahun baru bertemu lagi secara kebetulan daripada harus berhubungan dari waktu ke waktu secara konstan yang malah bisa membawa ke suasana yang tidak mengenakan misalnya berselisih paham karena saking akrabnya. Saya juga tidak pernah menganggap seseorang itu musuh / dendam, saya hanya akan melupakannya begitu saja jika saya sudah sangat marah dan itu mudah dilakukan.
  4. Saya suka berbicara dengan Mika & Luna tentang apa saja.
    “Mika hari ini papa cape banget neh…” “Woof…”
    “Luna kamu kok tambah montok, jangan-jangan hamil ya?…” “Woof… Woof…”
    “Mika Luna nanti kalau sudah di rumah sendiri jangan wrestling mulu yah karena bisa nabrak perabotan…” “Aum?… Woof…”
  5. Saya bisa membaca sifat orang dengan melihat mata/ muka.
    Ngga percaya? kirim foto ke saya, saya akan menebak anda orang yang seperti apa… *jangan dilakukan beneran karena saya ngga sempet dan pasangan saya akan marah dan mengira saya blogger playboy! nanti saja kalau kita ketemu dan ngobrol2…
  6. Saya seorang yang setia kepada pasangan.
    Anehnya para wanita suka tidak percaya pada saya akan hal itu, termasuk pasangan saya… *ups sorry my girl… Perlu dicatat saya tidak akan pernah melakukan hal bodoh dengan memutuskan hubungan yang sedang berjalan hanya karena ada wanita lain yang lebih cantik, seksi, kaya, baik hati, pintar, dsb meski wanita itu mungkin memberikan kesempatan kepada saya. *Grrrr… Jika saya memutuskan hubungan, pasti karena ada hal lain. *So don’t worry honey… bukti lain saya baru pacaran resmi 2x lho… *ga laku juga seh… hahaha…
  7. Saya bisa menggerakan kedua telinga saya seperti gajah.
    Telinga saya memang lebar dan bisa bergerak seperti gajah, tentunya saya harus berkonsentrasi untuk melakukan hal itu, bukan terjadi karena saya sedang senang… *kalau seperti itu tentu saya bisa masuk World Book of Record kale…
  8. Saya orang yang sangat beruntung.
    Saya merasakan dan menyadari hal itu dan saya bersyukur, teman saya menjuluki saya si Untung *seperti Untung Bebek…, Lucky Boy dsb. Bos saya menjuluki saya Lucky Bastard… dalam beberapa minggu ke depan saya akan sharing kenapa saya beruntung, “one in a million I’m is… ” dan nanti di akhir tahun saya akan menulis topic dengan keberuntungan saya di tahun ini… 🙂
  9. Saya mempunyai insting yang kuat.
    Contoh setiap saya interview dulu, saya bisa merasakan kalau saya akan diterima pada saat pertama kali duduk di ruang tunggunya meski belum di interview, atau terakhir saya mengatakan ke teman kantor saya kalau saya merasakan kita akan ada meeting di menit-menit akhir sebelum pulang, dan ternyata benar… *jadi ga enak karena semuanya jadi pulang telat… hahaha

Selesai yah 9… susah juga dan ngga tahu sesuai rule ngga… oh ya rulenya :
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read ur blog.

Saya belum tahu akan men-tag siapa, karena yang saya ingin ketahui ngga aktif di blognya dan tentunya tidak tahu juga apakah mereka akan mau juga.. saya seh penasaran sama : Tatha, Wiwi, Mey2, Fekimoki, Orel, Fenny, Muli, Chantique, Edratna… itu keknya, nanti saya request mereka deh.

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Pikiran seperti judul diatas, selalu muncul dan pergi terus menerus, saya yakin anda juga mengalaminya, entah itu yang baru akan memulai “hidup” alias baru lulus dari bangku pendidikan, atau yang sedang “mendaki” karir atau malah yang sudah di puncak karir…

Buat saya, pikiran tersebut biasanya muncul saat sedang “jenuh” di pekerjaan dan kebetulan ada ide/peluang bisnis. Meski biasanya hanya sekilas lewat, tetapi saya pernah meninggalkan pekerjaan saya demi mengelola bisnis sendiri satu kali, dimana saat itu adalah masa-masa saya akan di promote dalam waktu dekat, dan tentunya akan cukup masuk ke wilayah comfort zone. Meski akhirnya bisnis sendiri belum berhasil, tetapi keputusan saya waktu itu tepat.

MoneyUntuk anda yang mungkin juga sedang/pernah mengalami hal serupa, bisa di sharing pengalamannya disini ke sesama. Buat saya karir atau bisnis sama-sama menjanjikan, kadang ada yang bilang “ah kerja sama orang mulu, kapan kayanya?” well in a fact, saya punya banyak teman yang karirnya “wow” dan dia hidup dengan “sejahtera” dibanding orang yang mengatakan seperti itu. Dan sebaliknya para karyawan ada yang berkata “lu seh enak sudah ada bisnis sendiri, jadi bos…” dan memang benar, banyak pengusaha atau para pemain bisnis yang sangat sukses.

Pertimbangan saya dan mungkin anda biasanya ketika pikiran seperti itu muncul adalah :

Saya akan tetap di karir jika :

  • Saya belum menemukan formula bisnis yang ampuh, membuat, menemukan, meniru apapun formula bisnis, jika ingin sukses maka formula bisnisnya harus benar-benar mempunyai basic concept yang kuat, meski sembari jalan kita juga pasti akan menyempurnakannya. Seperti misalnya saya tidak suka berbisnis misalnya membuka restoran chinese food, jika di lingkungan saya sudah ada beberapa/banyak bisnis tersebut.
  • Saya belum yakin bisa mengeksekusinya dengan baik dari segala hal, baik team, materi, tenaga, waktu dan pikiran.
  • Saya tidak paham sama sekali secara skill dan pengetahuan tentang bisnis itu, misalnya saya tidak akan membuka bisnis jasa pengiriman export/import barang, karena saya tidak paham, membutuhkan waktu lama untuk mempelajarinya, susah untuk dipelajari, dsb.
  • Saya belum ada rencana backup jika bisnis saya gagal, ketika tahun lalu saya menceburkan diri ke bisnis dot com, saya ada rencana backup jika bisnis saya gagal, dan memang saya masih “baik2” saja sampai sekarang, malah saya merasa semakin baik. 🙂 Rencana backup itu banyak hal, dari urusan backup financial, backup karir, backup bisnis, backup dukungan keluarga, dsb.
  • Karir saya “sangat” cemerlang seperti beberapa teman saya, tentu saja untuk orang seperti saya, yang masih berjuang mendapatkan kebebasan finansial, inti dari bisnis ataupun karir adalah mendapatkan kebebasan finansial itu sendiri (top priority right?) jadi jika hal itu sudah tercapai, baru kita bisa memulai prioritas yang lain. (bagaimana dengan anda?)

Dan sebaliknya saya akan memutuskan terjun di bisnis sendiri jika :

  • Saya mempunyai formula bisnis yang ampuh.
  • Saya mempunyai team, materi, tenaga, waktu dan pikiran yang sangat siap dan mantap.
  • Saya paham A to Z bisnis tersebut.
  • Saya sudah ada backup plan.
  • Karir saya mentok, dalam arti pemasukan yang dihasilkan tidak bisa memenuhi kebutuhan basic saya dan juga hal-hal lain.

Mungkin ada yang berpikir manusia kan ga pernah puas, mana ada kata cukup buat penghasilan? (seperti kata teman2 saya) buat saya itu benar, tetapi tentunya ada standard minimal yang harus dipenuhi, itu yang menjadi acuan saya, bukan standard maximalnya. Seperti misalnya saya akan menghitung berapa seh minimal biaya hidup saya, mungkin dengan pasangan jika menikah nanti, berapa yang bisa saya dapat dari karir, berapa yang bisa saya sisihkan untuk masa depan lainnya, jika dirasa sangat lama atau malah kurang, itu artinya kita harus menemukan jalan yang lebih baik.

Jangan khawatir disebut maruk oleh orang lain, selama anda tidak merugikan mereka, kenapa harus pusing, jika anda bisa lebih baik dalam beberapa atau segala hal, kenapa tidak? Daripada anda naif, tetapi tidak menikmati hidup karena selalu mengkomplain keadaan, kenapa anda tidak mengubah keadaan? 🙂

Good luck to pursuit your own happiness, see u at the top!

>>>
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”

Ok siapa yang tidak setuju dengan pernyataan diatas? TV meracuni gaya hidup kita, karena menggunakan kata meracuni berarti konotasinya adalah negatif… jujur sebagian besar pendapat saya setuju kalau melihat dominasi program2 tidak bermutu di channel2 lokal, tapi tidak untuk semua channel, channel lokal seperti Metro TV masih ok.

Biasanya rata-rata saya menghabiskan waktu maximal selama 10 – 20 menit dalam waktu satu hari untuk menonton televisi, biasanya di saat makan malam dirumah dan kalau makannya sendirian, jadi jangan heran kalau ditanya soal acara tv atau seputar gosip/artis lokal ke saya, saya akan bengong… 🙂 Tapi nampaknya ritual menonton tv saya akan bertambah sekitar 20 – 40 menit setiap harinya sesaat sebelum tidur, jika tidak ada buku bacaan, sayangnya bukan channel lokal, mungkin anda juga salah satu pengemar channel yang selalu memberikan pengetahuan lebih tentang suatu lifestyle di daerah di negara lain, anda tahu donk Travel & Living?

Travel & LivingSaya sangat menyukai channel Travel & Living karena setiap saya menonton, kapanpun itu, acaranya benar-benar bermanfaat dan tentunya menghibur/menyenangkan. Sedikit sharing yang terakhir saya suka dan kenapa saya bilang bermanfaat, dari channel itu tiba-tiba saya ingin mencoba hobby membuat kopi, kenapa? ada satu acara dimana ada satu orang (saya lupa namanya) yang sangat ahli sekali membuat kopi, dia bisa memadukan kopi dengan strawberry, gila kan? saya belum dan tidak mencobanya ketika dia sudah selesai “meracik” resep canggihnya itu, tetapi saya bisa membayangkan betapa unik dan enak rasanya.

Atau di acara Jamie at Home dimana Jamie akan membantu kita memasak makanan yang bergizi, lezat dan sophisticated langsung dari kebun, atau di acara Thirsty Traveler yang membahas segala sesuatnya tentang minuman terenak di seluruh penjuru dunia, atau China Fast Forward yang membahas tentang kebudayaan dan sejarah China dengan gaya keren (I like the way he present this program to us), atau Miami Ink yang membahas para tukang tatoo profesional yang mengerti bahwa tatoo bukan sekedar tatoo, tatoo bisa menjadi sangat personal, penuh history bahkan legenda, dan masih banyak program acara lain yang menarik, oh ya pastikan anda tidak menonton Bizarre Food ketika sedang makan, karena di acara tersebut membahas makanan-makanan teraneh di seluruh dunia… 🙂

Itu dari segi program, tv lokal juga harus belajar dari cara mereka membawakan acaranya, saya lihat, tidak ada satu presenter-pun yang tidak menarik, bukan secara fisik tentunya, tetapi dari cara mereka berbicara, body languange, interaksi dengan audience / kita, aura, knowledge, dsb. Mereka sangat2 profesional, dan membuat penonton seolah2 berada di sana, di sebelah mereka.

Saya pernah melihat satu acara kuliner di tv lokal, saya lupa di tv mana, anehnya saat itu saya tidak merasa tertarik ketika melihat acara wisata kuliner tersebut, bukan karena makanannya, tetapi karena pembawa acaranya yang begitu membosankan, gaya bicaranya seolah-olah dia sudah kenyang dengan makanan tersebut, dan kebetulan memang penampilannya tidak menarik. (saya bercerita ke rekan2 kerja saya mengenai hal itu besok paginya, dan mereka mengatakan hal yang sama semuanya…) Well kok jadi melenceng dari judul, ok kita kembali ke … topic!

TV mempunyai pengaruh yang cukup besar, terutama untuk anak2, bahkan ke kita yang dewasa, oleh karena itu, usahakan mem-filter apa yang akan kita lihat, dan membatasi waktunya. Apakah acaranya bermanfaat? Apakah acaranya sesuai dengan tingkatan usia? Apakah untuk anak2 perlu bimbingan saat menonton? Apakah tidak ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat selain menonton televisi? Apakah waktunya tepat? Berapa lama akan menontonya? dsb.

Kenapa kita harus mem-filter dan membatasi waktu untuk menonton tv?

  • Secara fisik menonton tv dalam waktu lama dapat memicu terjadinya kegemukan yang lebih cepat, stroke ringan, kram wajah, kesemutan, sakit ginjal, sakit maag, sakit mata, kurang tidur, wajah berminyak dan jerawatan, dsb.
  • Secara mental dan psikologis menonton tv dalam waktu lama juga bisa membuat anda tidak produktif, malas, menunda2 pekerjaan, menghabiskan waktu dengan sia2, mempengaruhi gaya hidup yang tidak positif, dsb.
  • Secara materi jelas menambah biaya listrik yang berlebihan apalagi jika anda menonton di ruangan ber ac, ber sound system lengkap seperti home teater, menggunakan proyektor atau tv dengan ukuran super jumbo.

Selamat menikmati acara tv dengan lebih bermanfaat!

ps : saya masih ingin belajar menjadi coffe master lho… dan tentunya… travel around the world!

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Beberapa hari ini dan 2 minggu ke depan akan sangat sibuk rasanya, dari mulai beberapa hari lagi fiscal year company tutup sampai “menyambut” new fiscal year yang berarti challenges baru akan dimulai, tentu saja dengan target yang makin tinggi. fiuh… this is life… hahaha…

Saya akan sedikit sharing mengenai satu hal yaitu kesalahan, kita semua pasti pernah membuat kesalahan, besar kecil, berat ringan, di kantor, di keluarga, di masyarakat dan lainnya, apa yang anda lakukan biasanya?

Kemarin saya melakukan sebuah kesalahan, miss komunikasi yang bisa menyebabkan saya kehilangan project medium dalam jangka pendek, dan jangka panjangnya bisa project2 big, sebenarnya jika saya akan membela diri, bisa saja saya menang, tetapi pada akhirnya juga kalah, karena mungkin lost project, jadi saya mengalah yang akhirnya menang karena mendapat project itu dan berikutnya. Meski prosesnya cukup “melelahkan” tetapi win win solutions di dapat. 🙂

Pada saat melakukan kesalahan, awalnya juga saya masih berpikir untuk membela diri, untunglah segera sadar bahwa yang penting adalah terlaksananya project itu, apa yang saya lakukan? saya mengakui kesalahan, mempelajarinya, dan mencari solusi terbaik, kemudian melupakannya karena mendapatkan apa yang memang seharusnya.

So what we learn here is, when we make a mistake :

  • Akui, tidak ada gunanya anda berdalih jika memang anda melakukan kesalahan, semakin anda berdalih, semakin banyak masalah yang akan datang.
  • Minta maaf, jika melibatkan orang lain apalagi merugikan, segeralah meminta maaf, setidaknya kita meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
  • Pelajari, perhatikan dimana kesalahan anda, kenapa anda bisa salah, dsb.
  • Lupakan, Jangan habiskan waktu, tenaga dan pikiran anda untuk kesalahan yang kita perbuat, pikirkan saja bagaimana solusinya.
  • Cari Solusi, temukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Dengan begini semoga kita tidak melakukan kesalahan yang sama lagi di lain waktu, have a nice day!
“Making mistakes simply means you are learning faster.” ~Weston H. Agor

“The only real mistake is the one from which we learn nothing.” ~John Powell

“The man who makes no mistakes does not usually make anything.” ~Edward Phelps

“Never say, “oops.” Always say, “Ah, interesting.” ~Author Unknown

“If you don’t make mistakes, you’re not working on hard enough problems. And that’s a big mistake.” ~F. Wikzek

“Mistakes are part of the dues one pays for a full life.” ~Sophia Loren

“It was when I found out I could make mistakes that I knew I was on to something.” ~Ornette Coleman

“Andy OrangeMood is Motivational Blogger”

Selling is challenging, itu yang ada di pikiran saya setelah 3 bulan saya beralih profesi dari yang tadinya di “belakang meja” sekarang berada di “barisan paling depan” Menjual sesuatu itu benar-benar menantang lho, ada yang bilang mudah mungkin karena dia memang sales handal atau bukan sales sama sekali, ada yang bilang sulit mungkin karena dia kurang handal atau belum beruntung.

Kenapa menantang? tentu saja karena kita akan berhadapan dengan characteristic calon pembeli yang berbeda-beda. Ada yang tidak rewel, ada yang rewel, ada yang membutuhkan penjelasan panjang lebar, ada yang maunya di “tantang” terlebih dahulu, ada yang mau “ngetest” saja, sampai ada yang cuman nanya2. Menantang karena tidak ada batasannya, ketika kita ditargetkan untuk menjual sekian, bahkan ketika sudah mencapai batas pun kita akan terus berusaha menjual lagi dan lagi.

Mana yang lebih mudah menjual barang yang murah meriah? atau mahal? basicnya sama saja, setiap produk/jasa selama produk/jasa itu bagus, harga tidak menjadi masalah, coba kalau diperhatikan misalnya bidang property, rumah dari harga yang murah sampai yang mahal sekalipun bisa dijual, selama produknya bagus dari berbagai segi, the important thing is you can sale or not?

Saya belum mau bercerita tentang selling skill itu sendiri, karena jujur selling skil sangat luas dan hampir tidak ada batasan dan selalu berubah tergantung keadaan, kemarin saya mengatakan ada rekan kerja yang pindah divisi, sekarang dia berada di back end, terus terang sebenarnya saya menyayangkan, dan mungkin jika saya bos-nya, saya akan memberikan dia kesempatan paling tidak satu quartal lagi, karena sepengatahuan saya dia bagus dan saya banyak belajar dari dia yang memang lebih dahulu masuk dibanding saya.

Sebelumnya beberapa bulan yang lalu juga ada sales yang resign… iya resign, kalau case yang itu, saya memang melihat mental dan spirit dari salesnya sudah begitu down karena pressure yang sangat tinggi, Well itulah keputusan dia, semoga dia mendapatkan yang terbaik, lalu bagaimana dengan saya ataupun anda yang mungkin ada yang berprofesi sebagai sales… “Keep focus on your efforts, do the best and God will be take the rest!”  

ps : berikutnya ingatkan saya untuk saling sharing selling tips. 🙂

>>>
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”


OrangeCategory

OrangePhotos