The Orange Network

High Pressure? Stay Cool!

Posted on: August 24, 2007

Di lingkungan manapun, keluarga, sekolah, kerja, masyarakat kita akan mengalami pressure, tuntutan, tekanan, dorongan apapun istilahnya, bahkan pressure itu bisa muncul dari dalam diri sendiri. Dikeluarga biasanya muncul bila lingkungan keluarga cukup “ketat” dalam beberapa hal, misalnya mengenai status / gelar pendidikan, beberapa orang tua menginginkan anak-anaknya mencapai gelar setinggi-tingginya, terutama jika mereka tidak ada masalah dengan biaya pendidikannya.

Dilingkungan sekolah, kita akan bersaing untuk memperoleh nilai dan prestasi tertinggi, di lingkungan kerja atasan kita memberikan tugas-tugas yang membutuhkan “extra” kerja keras, terutama jika kita berada di posisi yang menjadi “ujung tombak” misalnya marketing/sales.

Level pressure sendiri di setiap orang tentunya berbeda, bisa dikarenakan berdasarkan concern, plan, pengalaman, skill, strategy, effort masing-masing individual. Pressure bisa mempengaruhi orang tersebut secara langsung ataupun tidak langsung, bisa positive bisa negative, positive jika pressure tersebut memang bisa dimanage dengan baik sehingga dijadikan pemacu semangat supaya lebih bagus lagi karena ingin mencapai tujuan yang diinginkan, negative jika pressure tersebut tidak bisa dimanage dengan baik, yang akibatnya bukan hanya tujuan yang tidak tercapai, tetapi menyebar ke hal-hal lain seperti misalnya de-motivasi, stress, panik, dsb.

Bagaimana kita memanage pressure yang ada supaya kita bisa survive? berikut tips diantaranya yang bisa kita lakukan.

  • Keep on positive thinking, don’t let negative thinking decrease your spirit/moral.
  • Keep pump your optimistic feeling,if you can think it, you can do it.
  • Jangan terlalu memusingkan dengan “berat” / “besar”nya pekerjaan yang harus kita lakukan. Hal itu akan membuang waktu, tenaga, pikiran dengan sia-sia karena bisa membuat anda merasa “lelah” terlebih dahulu sebelum melakukannya.
  • Pikirkan apa yang akan anda lakukan. Buat rencana yang baik, sesuai dengan resource yang anda miliki seperti experienced, skill, support, team, etc. Anda juga bisa bekerja sama dengan team atau meminta guide dari orang lain.
  • Singkirkan masalah yang mungkin timbul, hambatan, gangguan, threat selama anda akan melakukan pekerjaan tersebut dsb.
  • Just do it! lakukan eksekusi sesuai dengan rencana, buatlah rencana anda seflexible mungkin selama itu positive dan di track yang tepat.
  • Lakukan maintenance jika di perlukan.

Sharing pengalaman pribadi, team kami mendapat tugas yang kelihatannya bisa dijuluki “Mission Almost Impossible” yaitu menjual dengan waktu yang singkat dengan nilai target yang biasanya dilakukan untuk 1 tahun. Bagaimana reaksi team? saling berpandangan dan nyengir kuda… Saya sendiri juga sedikit merasa “Wow, are u kidding me…” but that’s it, pikiran semacam itu adalah normal, lalu apa yang terjadi?

Memang untuk beberapa orang kelihatan sedikit “down” sebelum mencoba. Didalam pikiran saya sekarang “forget about the bla3… just do it” percuma kita complain ini itu ke management, karena itu hanya membuat kita kelihatan bodoh dan pembangkang saja (kalau memang tidak bodoh benera :p ) this is our jobs, and let me try first, nothing to lose kok, chancenya sama 50% 50% menjual produk murah dan mahal, even produk murah, client mampu, kalau kita tidak bisa menjual juga client tidak tertarik, sama capainya, beda hasilnya… so nothing to lose kan…🙂 sound’s optimistic and positive eh? sure we must!

Buat saya misi kali ini juga ada positivenya, jika kita berhasil, tentunya kitabisa lebih santai di kemudian hari karena target yearlynya pasti akan lebih mudah tercapai (dan itu berarti komisinya juga besar🙂 ), jika gagal, kita harus bisa menjelaskan dan mempertanggung jawabkannya, dan efeknya juga sama malah mungkin lebih bisa dimaklumi daripada kita menjual produk yang murah meriah tapi gagal.

So stay cool, keep positive, keep optimism, manage our self, prepare the best plan, and just do it!

3 Responses to "High Pressure? Stay Cool!"

Klo dalam lingkungan kerja sih ga pernah. Pas mao kuliah agak sedikit tertekan dech! hahahaha…

G ga mau ke kota lain selain di kampung halaman g, dikarena g ga bisa ningalin anjing g yg ndut itu! dan masakan Mama ^^.

Sedangkan g dikasih pilihan Jakarta itu yg paling deket! cuam 2 jam dari Karawang🙂

” yah udah kuliah di Jakarta ambil D1 dech! ”

” klo cuma D1 lo kursus aja di stmik2 gitu dikarawang ga usah sampe jakarta kul di UNIV buang2 duit ”

” yah udah D3 gemana ? ”

” ga usah kuliah aja, nangung udah keluar duit ga dapet gelar ” (intinya bokap mau anaknya sarjana)

” yah udah d S1 di UBINUS dech! ” (dgn berattt ati banget! mikirin gemana g klo kangen sama anjing g X-Treme)

” akhirnya g ikut ujian saringan masuk ngambil TI, eh ga lulus ^^ ”

” masih ada 3 kali kan, coba aja terus, sekalian ikut ujian di UNTAR sana! ”

” ga dech klo untar mahal pa (secara g agak ga niat mo kul di JKT), gini aja kan ada 4 kali ujian saringan masuk, 1 ambil TI ga lulus, 2 ambil SI, 3 KA, 4 ME dech klo 4 ga lulus semua ga kuliah! ”

” yah udah ”

Tapi ujian ke 2 ambil SI g diterima yah udah dech kuliah. Sem 1-2 sering bolos IP nasakom :((. Tapi lama – lama g sadar kenapa bokap pengen anaknya sarjana, nyokap bilang krn bokap dulu keluarganya kurang mampu anaknya ga bisa sekolah tinggi2, sekarang bokap ada duit mau anaknya sarjana semua. G harusnya bisa lulus 3.5 thn, cuma g pas in sama kelulusan cici g di untar dan biar lebih enak juga sem 8 skripsi doank! jadi g lulu 4 thn.

Kadang kita merasa tertekan karena egoisme kita sendiri, tanpa memikirkan faktor2 diluar itu, hanya memikirkan kebutuhan dan kesenangan kita doank!. Dikantor ada juga orang yang kek gitu! merasa tertekan karena egois demi kesenangan dia sendiri.

Sering atuh…
Biasalah, si Bos maunya perfect, padahal kita-kita yang di lapangan kadang-kadang nemuin hal-hal yang bikin tugas A-plus jadi A-minus. Klo udah gitu, jelasin baik-baik ke Bos, bla..bla..bla.. perkara mo ngerti ato gak itu belakangan, yg penting Beliau udah tau kendalanya. Klo Bos mo ngerti syukur..klo gak, ya siap-siap diomelin..hihihi
Btw disela-sela tekanan, gw biasa mengerjakan pekerjaan (yang menimbulkan tekanan itu) dengan tidak terburu-buru. Biasanya sih, klo terburu-buru malah tambah salah semua😦
Trus, klo tekanannya bertambah karena dimarahin Bos, kabur sebentar ke toilet buat berdoa (maafkan daku Tuhan..🙂 ), tarik nafas sebentar, dan keluar lagi dengan senyum🙂

*jadi rajin comment*

Ternyata…hasil analisa bos-bos….saya termasuk orang yang bisa bekerja dibawah tekanan…menjadi lebih semangat, dan ada tantangan untuk mengejar deadline.

Pas 2 tahun mau pensiun, banyak senior yang ngasih tahu agar saya pindah ke unit kerja yang lebih tenang…dan syukurlah Direksi setuju, jadi saya pindah ke unit kerja yang lebih konseptual. Tapi dasar sok sibuk, sebulan pertama saya ga enyoy…akhirnya saya mengadakan meeting dan membuat target-target baru…dan betapa senaaangnya teman-teman menyambut dengan antusias. Bahkan bosku langsung cerita ke temanku (salah satu Direktur)…wahh kita ternyata tak salah memindahkan dia, karena dia membuat perubahan besar-besaran.

Setelah pensiun, saya udah siap mau agak santai…anakku mendorong menulis di blog agar ibu tak kesepian, karena kalau jadi komisaris kan tak sesibuk menjadi eksekutif….ternyata, temanku lagi-lagi menawari bergabung jadi pengajar…wooi …senangnya ..malah pergi kemana-mana…dan ternyata cita-cita mau membereskan rumah, mau belajar memasak, mau menanam bunga-bunga…masih jadi cita-cita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: