The Orange Network

How to say No…

Posted on: August 14, 2007

Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana jika mendapat jawaban “tidak”, sekarang kita membahas bagaimana untuk belajar mengatakan “Tidak” dengan baik dan tepat. Karena kita sendiri sadar, bahwa karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran kita, seringkali kita tidak bisa mengontrol apa yang menjadi tugas utama kita, dan apa yang tidak, yang sering terjadi adalah kita mengesampingkan tugas utama karena melakukan tugas2 yang lain yang diminta baik secara halus maupun perintah oleh orang lain.

Misalnya bila kita berada di kantor pada saat jam kerja, waktu bekerja kita hanyalah 8 jam yang sebenarnya, jika kita menyadari bahwa pekerjaan kita sangat banyak, kita harus benar-benar memanage waktu dengan baik agar semua pekerjaan yang harus diselesaikan bisa terselesaikan dengan baik dan benar. Jika saat melakukan pekerjaan utama kita mendapat “gangguan” ataupun “interupsi” dari lingkungan, baik dari rekan sekerja maupun bos sekalipun, konsekuensinya adalah kita akan membutuhkan waktu lebih lama/lembur atau bahkan pekerjaan kita tidak terselesaikan sesuai dengan deadline. Pernah mengalami hal tersebut? bagaimana rasanya?

Oleh karena itu, kita harus tahu, bahwa tidak ada salahnya kita berkata “Tidak” selama itu baik dan benar (masih ingat Being Selfish is Not Evil?!) kapan dan bagaimana kita bisa berkata “Tidak” ? untuk saya biasanya berlaku ketika kita mempunyai alasan yang kuat seperti :

  • Pekerjaan utama yang akan saya kerjaan mempunyai pengaruh yang besar jika berhasil/gagal diselesaikan. Misal project dengan nilai besar.
  • Sudah dan sedang ditengah-tengah pekerjaan kategory “High Priority”yang harus diselesaikan saat itu juga.
  • Jadwal hari ini sangat padat, dan penuh dengan deadline.
  • Pekerjaan yang diminta oleh orang lain tidak terlalu penting/urgent.
  • Pekerjaan yang diminta oleh orang lain bisa dilakukan oleh orang lain selain kita.
  • Kita tidak bisa melakukan dengan baik pekerjaan tersebut, misal kita tidak pernah membuat naskah pidato untuk acara penting, dan disuruh membuat naskah pidato.

Bagaimana cara mengatakannya supaya mereka mengerti?

  • Pastikan anda mempunyai alasan yang kuat, baik dan benar untuk menolaknya.
  • Jelaskan dengan bahasa yang sopan, baik dan benar.
  • Berhenti sebentar jika kita sedang melakukan pekerjaan, jelaskan secara face to face langsung bahwa kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu dan tidak bisa membantu. Jika anda menolak tanpa berhenti bekerja saat itu atau bahkan tidak menoleh, anda seperti tidak menghargai permintaan dia.
  • Jika memang pekerjaan tersebut tidak urgent, kita bisa membantunya setelah pekerjaan utama kita selesai, ingatlah untuk menepatinya setelah itu. Misal “Saya tidak bisa membantu sekarang, mungkin setelah makan siang saya mempunyai waktu untuk membantu kamu masalah itu,ok?”
  • Jika di perlukan berikan bantuan singkat supaya dia bisa mengerjakan sendiri. Misal “Untuk membuat report xxx, kamu bisa menggunakan template report sebelumnya, hanya perlu mengubah value2nya dan analysisnya, lihat juga report2 yang lain sebelumnya sebagai gambaran, jika sudah selesai mencoba, nanti saya akan bantu memeriksanya”
  • Jika memang bisa di lakukan oleh orang lain, cobalah untuk menawarkannya. Misal “Jika kamu membutuhkan itu sekarang, sayang sekali saya tidak bisa, mungkin kamu bisa meminta bantuan orang lain”

Bagaimana dengan anda? pernahkah anda berkata tidak? jangan ragu selama anda mempunyai alasan yang kuat, baik dan benar, karena orang tersebut biasanya akan mengerti dan no problem jika sudah mendengar penjelasan anda.

Pengalaman saya, saya pernah menolak ketika diajak meeting oleh bos, karena saya sedang mengerjakan proposal yang harus diserahkan hari itu juga, dan proposal itu baru selesai 50%, nilai projectnya besar, terpaksa saya menolak dan menjelaskan kepada dia, dan dia sangat bisa mengerti, jadi tidak ada masalah sama sekali.

7 Responses to "How to say No…"

bagaimana caranya apa nih?

Pernah.. saat bos gw mungkin gi sebel sama gw yang liat gw emang gi ga ada kerjaan terus dia panggil gw en kasih 1 buku tebal.. ngak tau kenapa dia suruh gw copy bolak balik. dan yg gw liat ternyata itu buku da tahun 2002 yg project nya uda selesai. Mau ga mau gw tetep copy.. namanya jg kerja sama orang😦

hmmm klo pitshu sih tergantung yang di gantung ^^ maksudnya…

liat siapa yang mintak, trus liat juga mintak apaan dulu! baik itu urusan temen, pribadi atau kerjaan

klo di luar job g, sebisa mungkin g nolak!! liat siapa yang paling jago ngemeng hahaha

klo permintaan dari temen, jarang g nolak, biasanya g nolak klo emang g bener2 enggak bisa atau ga mau ngelakuin permintaan dia ^^ Tapi itu jarang banget sih! hahhaha…

intinya tergantung siapa dan apa sih!

Sering!
Cara say no nya sih.. tergantung siapa yang nyuruh ya. Kalau yg nyuruh misalnya guru gitu atau seseorang yang lebih tua yang kita hormati, gw sih kalau bisa tetep jalanin tapi kalau bener2 berat hati, gw bakal minta maaf dulu dan menolak secara sopan.

Tapi kalau yg nyuruh temen gaul, gw nolak nolak aja. Heheheh..

Kalaupun mau menolak ortu, gw nolaknya juga dengan sopan. Dan mereka juga selalu mengerti kok asal gw sertai dengan alasan yg bagus.

Selama ini kalau ada tugas yang mendesak, bos ikut menunggu, dan semua teman pada satu divisi tak berani mengganggu, sehingga aman. Juga kalau saya jadi bos, saya udah jelaskan apa yang penting, dan semua tahu apa yang harus dikerjakan oleh masing-masing.

Tapi ada beberapa hal, yang misalkan dari hasil analisa tidak layak, dan bos berpendapat berbeda, bisa terjadi perdebatan yang seru. Tapi karena masing-masing menyadari risikonya, bos tak berani memaksa, karena setiap individu bertanggung jawab sampai jika ada tuntutan hukum. Inilah risiko bekerja di bidang finansial, jadi say “no” adalah hal yang memang diharuskan, jika tak sesuai prosedur, dan tak memenuhi uji kelayakan.

Masalahnya, meski sudah baca tips di atas, dan juga baca tips-tips lain, masih juga nggak bisa say no. Ternyata, bilang “tidak” itu juga butuh mentalitas.

@deutzy… kamu bisa & boleh nanya kan untuk apa tugas itu?🙂

@pitshu & patrickd… ya kira2 begitu.

@edratna… ic ic.

@nukman… maksudnya anak buah pak Nukman yah… hehehe…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: