The Orange Network

Anger Management

Posted on: August 14, 2007

Anda, saya pasti pernah marah… sewaktu kita kecil kita marah biasanya dengan menangis dan meraung-raung sejadi-jadinya karena ngga tahu rasa malu, waktu remaja kita marah juga tanpa pikir panjang dan sesukanya karena belum mengerti bahwa emosi berlebihan tidak baik, kalau sekarang kita marah sebaiknya bagaimana?

Tentu setiap orang berbeda-beda, ada yang memang “kelihatan” ketika marah dari tindakan dan perkataannya, ada juga yang “menahan” agar orang lain tidak melihat dia sedang marah, atau ada juga yang orang lain tahu dia marah tetapi terlihat tidak seperti sedang marah dan masih ada bentuk ekspresi marah lainnya. Ekspresi marah seseorang juga bisa berubah, bisa menjadi lebih baik, bisa juga menjadi lebih buruk, karena keadaan yang berbeda-beda seperti umur, kedewasaan, masalah, dsb.

Percaya atau tidak, kemarahan kita bisa mendatangkan respon yang berbeda-beda bagi orang lain, maksudnya orang akan bisa berpikiran bahwa kita seperti apa setelah melihat kita marah. Meski tidak 100%, tetapi biasanya cukup besar pengaruhnya. Misalnya mana yang lebih anda sukai bos yang kalau marah mengeluarkan kata2 kasar, melempar barang, sampai main tangan, dan terus mengungkit2 masalah lama atau bos yang mengatakan dengan jelas alasan dia marah, dan sesudah masalahnya selesai dia seperti biasa lagi?

Jadi ketika kita akan / sedang marah (kalau bisa sih jangan marah, karena biasanya hanya buang2 energy dan waktu, kadang materi kalau marahnya sampai banting2 barang) kita sebaiknya :

  • Tetap tenang, jangan melakukan apa-apa terlebih dahulu, termasuk bicara, lihat keadaan sekeliling, dan tarik napas dalam2. Jika anda bisa tidak perlu marah atau easy going, itu lebih baik. Tetapi perlu diingat marah memang tidak diperlukan tetapi bersikap tegas itu diperlukan.
  • Konsentrasikan pikiran ke inti masalah dan penyelesaiannya, bukan hal lain. Terkadang pertengkaran menjadi tidak jelas masalah utamanya karena lupa penyebabnya.
  • Katakan dengan jelas apa yang anda rasakan, apa yang anda inginkan, bagaimana solusinya, dsb. sambil tetap tenang, dengarkan pendapat orang lain juga.
  • Jika lawan bicara anda mengundang emosi, tenangkanlah dia, jika tidak bisa, biarkan dia berbicara apa saja, anda cukup mendengarkan, jika sudah selesai, tanyakanlah apa sudah selesai? jika sudah giliran anda berbicara. Jika anda dan lawan anda sama-sama berbicara, lalu siapa yang mendengar? dan apa gunanya anda berbicara?
  •  Jika masalah sudah terselesaikan, lupakanlah segera emosi dan bertindaklah seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa2.
  • Jika memang masalah tidak bisa terselesaikan saat itu juga, mungkin anda membutuhkan penengah yang bisa di percaya dan berada di pihak netral.

Saya ada tips tersendiri supaya emosi tidak meledak-ledak:

  • Mengeluarkan emosi tanpa tertuju pada object, misalnya jika saya melihat sesuatu yang tidak beres, saya biasanya berkata sendiri “Holycrap…” atau “ow sh*t” atau “D*mn” dan sebagainya tanpa mengarah pada siapa-siapa dan sambil lalu atau tertawa akhirnya. (teman main dan dikantor sudah hapal kebiasaan saya itu…)
  • Jangan memusingkan hal-hal kecil atau terlalu sensitif, latihlah sense of humour anda, menjadi cuek juga berguna.
  • Jika memang anda perlu marah, marahlah dengan profesional, tidak perlu menggunakan kata-kata kasar, cukup dengan tegas dan jelas apa yang menyebabkan anda marah dan harus bagaimana sebaiknya.
  • Jika lawan bicara anda masih memancing emosi anda, anda bisa mengatakan anda akan meninggalkannya karena tidak ada penyelesaiannya.
  • Lupakan segera hal-hal yang membuat anda emosi.

Memang tidak mudah marah dengan baik / profesional, kita harus bisa mengendalikan emosi kita karena emosi yang berlebihan akan membawa sesuatu yang tidak baik cepat atau lambat.

9 Responses to "Anger Management"

bebaskan diri mengikuti emosi :p bukan anger management banget ya😀

makan yg banyaaaak…
abis itu tiduuur😉 besoknya dah seger and ga emosian lagi.

Diam seribu bahasa, lalu menyendiri 10 menit, lalu everything is gonna find.
So how about you?🙂

Tarik nafas panjang…embuskan pelan-pelan. Kadang juga suka teriak, kalau keadaan darurat. Tapi makin berumur biasanya makin bisa menguasai diri.

Bosku (Direktur) pernah datang ke mejaku…”Mbak, gimana sih caranya, saya lihat kok nggak pernah stres, atau marah2, padahal tekanannya seperti ini? Saya iri banget deh”. Jawabku…”Lho, yang mestinya yang iri saya, kan bapak Direktur? Kalau penginnya sih, saya lari ke jembatan Semanggi, terus teriak sekencangnya….Haiiiiiii….tapi bagaimana anak buah saya? Nanti kalau bos nya aja ga kuat nahan stres, mereka akan lebih panik.”

Beliau mengangguk, dan akhirnya…”Yuk, kita makan keluar…” Jawab saya..”Kalau ini yang saya tunggu pak, tapi ajak temen2 juga ya..” Jadilah bosku tadi, setiap kali stres ngajak saya dan anak buah makan, terus menyanyi…hehehe lumayan juga. O, iya dulu dikantor ada pijat refleksi, dan Bos ini suka tukar menukar informasi tentang tukang pijat yang baik…dan pijatnya…di kantor.

@edratna
waaaa.. ngikuuuttt
itu baru boss idaman ;;)

aku tergolong mudah sekali naik darah, mmph… gak tau deh, darah tinggi getoo?! tapi bener kata bu Edratna makin berumur biasanya makin bisa menguasai diri, sekarang.. aku sih much-much-much better deh… hehehehe tapi larinya ke makan, jadi deh… sekarang agak-agak berlebih…

wah, makasih tulisannya ya…
musti banyak latian nih spy bisa ‘marah secara profesional’😉

kalo aq diam,trus ngedumel, mengumpat dlm hati, jd org gak tau… dan dlm umpatan terakhir aq bilang “apa peduliku?” and everything’s be normal again

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: