The Orange Network

Kok bikin repot sendiri?!

Posted on: August 1, 2007

Ceritanya ada satu client saya yang akan running campaign di salah satu network kita 3 hari kedepan, kontrak dah approved, creative dah ready dan disubmit, tinggal jalan dan ongkang2 kaki…

Sayangnya, kemarin malam saya baru sempat ngecheck soal creative-nya yang sudah dikirimkan client dan begitu saya lihat… “What the hell is this?…” design, concept, etc etc is very !@#$%…

Malam itu juga saya memutuskan besok saya akan menelepon client, menyampaikan pendapat saya, meminta team creative mereka memperbaikinya, dengan resiko saya harus adu “otot” dengan bos dan pihak media (si bule2 sono yang biasanya jutex abis kalau ada pending campaign) dan juga resiko target dan komisi yang ke pending juga… atau bahkan cancel! dan di”jutekin” client karena dianggap terlalu ikut “campur tangan”.

Besok paginya (hari ini) saya mencoba menelepon client, tetapi tidak ketemu, akhirnya saya menuliskan email, sedikit mikir juga mungkin client bisa merasa tersinggung dan membatalkan campaignnya lalu lenyaplah semua… tapi yah resiko lah, daripada saya diem tapi ga tenang dan nanti hasilnya seperti yang saya takutkan… (public bakal ngejudge kok campaignnya “ini” jelek amat yah….)

5 menit setelah email di sent, ada telepon cari g, ternyata si client, dan hasilnya… ternyata dia sependapat dengan saya, dan dia minta solusi…

bla3…
Client : You right, Jadi menurut kamu bagaimana?
Saya : Jika creativenya seperti sekarang, lebih baik pending / tidak tayang sama sekali…
Client : Pending? bukannya tidak bisa?
Saya : Buatlah pernyataan tertulis kepada saya via email, lalu saya akan mengurus masalah pendingnya dengan pihak kantor dan media sana, meski biasanya tidak bisa… tapi saya akan coba.
Client : Ok, we need your help, don’t know what our creative team think about this.
Saya : If you need help about the creative things, you can used our vendor, I can guaranteed the creative will be better than this, we have good standard for our client.
Client : I know, but we already paid this team, bla3…
bla3…

Akhirnya campaignnya di pending, dan akan digunakan untuk produk yang lain (brand ini punya banyak produk), yang memang mock up creativenya sudah di tunjukan kepada saya dan cukup bagus untuk ukuran brand eletronik sebesar “itu”. (emailnya di cc juga ke orang creativenya yang mungkin jadi jutek sama saya…)

Well kenapa saya bikin repot sendiri? kenapa ga main “buta” dan “bego” aja? yang penting kerjaan beres, duit masuk, kan enak tuh… ada beberapa alasan :

  • Client ini cukup “besar” pemain 3 besar di dunia elektronik, meski budget untuk online campaignnya relatif kecil dibanding lainnya,Tapi saya ngga “tega” aja kalau nanti melihat public akan menilai “kok brand sebesar ini online campaignnya seperti ini?” kalau client ini bukan di handle saya, mungkin saya akan cuek.
  • Contact person-nya orang yang baik dan enak diajak kerja sama, dalam arti dia open mind, dan mau mendengarkan pendapat dari orang lain, jadi saya tidak ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
  • Untuk long term, jika saya main “bego” dan “buta” mungkin project kali ini ngga ribet, dan duit masuk cepet, tapi jika setelah running dan public mempunyai pendapat yang sama bahwa campaignnya dibawah standar, maka client bisa “kapok” dan “trauma” lalu ngga akan pernah lagi running campaign dengan saya/network kami, padahal jelas sebenarnya media kami sangat potential jika bisa memanfaatkannya dengan baik. Jadi semoga campaignnya berjalan dengan baik dan mendapat results yang baik pula dan continue.

Jadi menurut saya terkadang bicara “apa adanya” itu diperlukan selama itu untuk hal yang baik, bagaimana menurut pengalaman anda?
ps : Kejadian seperti ini sudah beberapa kali saya alami, ada beberapa client yang “open mind” ada juga yang “ngotot” untungnya yang “ngotot” tetap running, dan hasilnya memang “biasa saja”sesuai dugaan saya…

2 Responses to "Kok bikin repot sendiri?!"

Pengalaman yang menarik mas,
Cara yg kayak gini yg saya suka, ga ACS (asal client senang), lebih ke optimalization result, baik untuk klien ataupun untuk service provider.

wah, salut atas dedikasinya! nggak rugi bayar mahal klo semua orang bekerja seprofesional Anda …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: