The Orange Network

Big VS Medium Company

Posted on: July 12, 2007

Masih ingatkah anda, masa-masa setelah lulus kuliah dulu? beberapa ada yang memikirkan mencari pekerjaan, tentu saja yang berhubungan dengan ilmu yang baru saja diperolehnya kalau bisa, selain itu ada beberapa pertimbangan lain seperti besar kecilnya perusahaan. Dulu saya sendiri masih idealis dan perfeksionis, maunya perusahaan yang besar dengan harapan jenjang karir yang menjamin.

Tapi apakah hal itu cocok untuk semua orang? kebetulan saya merasakan 4 macam perusahaan yang skalanya berbeda-beda, dari skala yang jumlah pegawainya ribuan, puluhan besar, puluhan kecil, dan dibawah sepuluh untuk sekarang. Dari sana anda juga bisa menarik kesimpulan, perusahaan kecil belum tentu “duit”nya kecil…

Jadi mana yang lebih bagus sebenarnya perusahaan besar atau perusahaan kecil? banyak faktor sebenarnya yang menentukan perusahaan di kategorikan perusahaan yang bagus dan tidak, anda bisa membaca 32 perusahaan paling dikagumi di Indonesia di majalah Business Week minggu ini 25 july 2007 (saya tidak promosi lho…) disana dipecah-pecah ke dalam masing2 kategori seperti misalnya :

Makanan dan Minuman
PT.Indofod Sukses Makmur Tbk.
PT. Nestle Indonesia
PT. Garuda Putra-Putri Jaya

Rokok
PT. HM Sampoerna Tbk.
PT. Gudang Garam Tbk.
PT. Djarum Kudus

dll dll (maaf daftarnya panjang… silahkan baca sendiri… )

Kalau dari pengalaman pribadi saya saja, saya ada beberapa kesimpulan kelebihan dan kekurangan perusahaan besar vs perusahaan kecil, yaitu :

Big Company
Kelebihan

  • Stable & Strong, perusahaan besar lebih terjamin keberadaannya terutama bagi anda yang sudah berkeluarga dan tidak ingin dipusingkan dengan masalah perusahaan yang bangkrut.
  • Training & Mentor, perusahaan besar biasanya sadar akan pentingnya sebuah program pelatihan dan mentor untuk meningkatkan performa karyawannya.
  • Facilities & Services, perusahaan besar biasanya menyediakan sarana seperti fasilitas yang cukup lengkap untuk karyawannya.
  • Fixed Management, perusahaan besar biasanya sudah menentukan peraturan / manajemen yang jelas, tertulis dan pasti.
  • More Experience, perusahaan besar biasa mempunyai masalah yang lebih kompleks untuk dihadapi, hal itu bisa memperkaya pengalaman kita.
  • High Motivation, perusahaan besar biasanya pandai memotivasi karyawannya.

Kekurangan

  • Birokrasi yang panjang dan “ruwet”, perusahaan besar biasanya mempunyai birokrasi yang panjang untuk suatu hal, baik itu besar atau kecil, misalnya anda ingin menggunakan mobil kantor harus booking 3 hari sebelum hari h, ingin cuti harus booking 2 minggu sebelum hari h, dsb.
  • Office politic yang banyak, perusahaan besar biasanya juga lebih banyak memiliki konflik, baik itu internal maupun eksternal.
  • Jenjang karir yang panjang dan lama, perusahaan besar biasanya mempunyai daftar tingkatan karir yang panjang, misal : Junior, Supervisor, Senior, Assistan Manager, Manager, Assistant Director, Director, Head of Director, Assistant Vice General Manager, Vice General Manager, General Manager, Assistant Director, Director, Vice President, CEO, Share Holder, dsb. (berapa lapis?… ratusan! )
  • Terlalu banyak campur tangan, perusahaan besar ketika ada suatu kepentingan biasanya akan melibatkan banyak pihak, yang bisa mengakibatkan lebih lamanya proses kepentingan tersebut berjalan atau bahkan tidak berjalan.
  • Your bos maybe say “Who the hell are u?”, bayangkan anda bekerja di Microsoft, apakah anda yakin bisa bertemu Bill Gates setiap saat? setiap hari? setiap minggu? setiap bulan? bahkan setiap tahun?
  • Hello… I’m Invisible, jika anda termasuk orang yang didalam “rata2” didalam sebuah perusahaan, maka jika anda berada didalam perusahaan yang besar, maka anda tidak akan terlihat bahkan dikenal, bahkan ketika anda keluar, mungkin ada beberapa karyawan yang tidak mengetahui anda pernah bekerja di sana.
  • No casual style please! biasanya perusahaan besar cukup ketat dalam aturan-aturan termasuk dalam hal berpakaian.

Sebaliknya small company juga ada kelebihan dan kekurangan seperti :

Small Company
Kelebihan

  • Birokrasi yang lebih simple, what do you need? go ahead!
  • Minim office politik, biasanya hubungan antar sesama staff atau bos lebih dekat dan kekeluargaan.
  • Jenjang karir yang cepat. (biasanya hanya staff, manager, general manager, director, owner/shareholder.)
  • Pengambilan keputusan yang cepat, karena sedikitnya campur tangan, saat akan melakukan sesuatu bisa segera di proses.
  • Jadi “anak kesayangan” bos , hubungan bos dan anda mungkin bisa seperti sahabat (bahkan kadang disuruh jaga rumahnya saat bos pergi berlibur…)
  • “Manuver” anda akan terlihat jelas, apa yang anda lakukan untuk perusahaan akan terlihat langsung efeknya baik oleh staff maupun bos anda.
  • Go have fun or work? casual style dress code!
  • Flexible time, biasanya ngga ada mesin absent!
  • Big /fun rewards, jika perusahaan sedang untung besar dan bos anda baik, biasanya akan mendapat rewards yang lebih “berasa” baik individual atau keseluruhan seperti jalan2 ke luar negeri satu kantor karena jumlah karyawan hanya 5 misalnya.

Kekurangan

  • Tidak stabil / dinamik, perusahaan memiliki resiko bangkrut lebih besar.
  • Learn & do it yourself, biasanya anda tidak mempunyai mentor / tidak ada training2 khusus.
  • Fasilitas apa adanya, jangan harap ada mesin kopi automatis yah…
  • Pengalaman yang standar, karena perusahaan kecil biasanya tidak terlalu banyak masalah yang timbul.
  • Bos seenak jidat, bos = teman, teman = kadang minta tolong terus sampe urusan pribadi seperti jaga rumah…
  • Atmosfer kerja yang santai, lebih relaks terkadang cenderung lamban.

Diluar itu semua, sebenarnya bekerja dimana2 sama, kita yang mengendalikan, ikutilah “wave” yang ada, dan “tembus” lah saat ada celah dengan “skill” dan “brain” anda, dengan cara yang “gentleman” dan profesional. Anda bisa sukses dimanapun anda berada, hanya saja ada beberapa kondisi yang membutuhkan trik-trik khusus agar bisa mem-“boost” karir anda, dan tentunya penghasilan anda.

Bagaimana tempat anda bekerja sekarang? big, medium or small company? big bucks?🙂

10 Responses to "Big VS Medium Company"

ulasan yang bagus, namun dua pilihan tersebut akan lebih baik pikir ulang ada pilihan ketiga yang lebih baik, making our own business, dengan adanya internet or w3, apapun bisa dijadikan business, mulai dari monitize web ; baik seperti adsense dan rekan, affiliate or bila ada modal dikit bikin webstore dengan niche market yang tajam,
salam

Waduhh….saya cuma pengalaman di satu perusahaan, merangkak naik sampai menjadi GM dan..pensiun.
Termasuk besar apa nggak ya?

Dulu sih memilihnya karena, sebelum test masuk, semua peserta test dikumpulkan, diberi penjelasan jenjang karir diperusahaan tsb, trainingnya seperti apa, salary nya berapa, dan persyaratan jenjang jabatan. Udah begitu pas ikut test masuk 2 hari, diberi kue2 dan minuman. Dan bagi fresh graduate, yang bukan anak Jakarta, ini menguntungkan sekali, apalagi saya tak berpengalaman sama sekali.

where am i?
big company, 1,8 billion dollar turnover (yang bakal naik berlipat-lipat lagi setelah plant di Nigeria jalan)tapi aku ada smallest division, cuma 3% dari total company group.
small bucks😀
jenjang karir… bakal panjang banget.
kelebihannya: emh… I’m visible…😛 paling gak, dewa langit ketujuh bisa melihat ikan kecil yang sedang berenang-renang ke hulu ini…
dan… sepertinya, 4-5 thn lagi aku bakal ada di persh ini, sebelum meloncat tinggi di tempat lain.

Perusahaan besar biasanya high cost karena kebanyakan organisasi di dalamnya. Ada internal control, internal audit, belum lagi grouping-grouping untuk unit-unit tertentu. Mahal pokoknya. Dan emang bener, perlu usaha ekstra keras untuk jadi visible. Either bikin kesalahan besar atau terobosan besar.

@taryono… thanks, beberapa diantara kita pasti merasakan adanya kendala untuk langsung terjun ke dunia bisnis setelah lulus kuliah, seperti modal, pengalaman dan skill. Saya beberapa kali membuka bisnis sendiri (5 kali, 2 diantaranya berhubungan dengan internet, masih belum berhasil, tapi sekarang sedang merancang bisnis baru untuk 6 bulan ke depan lagi…) saya merasakan membuka bisnis sendiri jauh lebih rumit dan capai dibanding bekerja dengan orang lain.

@Edratna… salut dan hebat! boleh tahu butuh waktu beberapa lama untuk mencapai posisi GM? kalau bisa tips n triks nya…

@r… wah anda berani komit 4-5 tahun lagi di sebuah perusahaan, cukup loyal juga yah… keep on fighting!

@herru… yup, high operational cost, membayar karyawan yang banyak, pemeliharaan gedung, fasilitas, pajak, dsb… wah jangan sampe jadi terkenal gara2 kesalahan donk…🙂

Orangemood,

Karena saya wanita, maka dibutuhkan waktu lebih lama dibanding pria, apalagi saat zaman saya masuk bekerja, yang namanya Sarjana Wanita masuk diperusahaanku belum banyak, dan masih ada perbedaan gender. Apalagi saya dasarnya nggak ngoyo, saat anak-anak masih kecil, karir saya flat (asisten manajer 5 tahun,manager 6 tahun), karena memang saya “teng go” tapi kerjaan dibawa kerumah, sehingga bos juga selalu mendukung. Karir saya membaik setelah mendapat posisi manager, karena tantangan sangat besar, dan memang kepemimpinan seseorang mulai terlihat disini. Dimaklumi bahwa bekerja di Bank adalah harus selalu siap dengan perubahan, jadi harus ikut didalam perubahan itu sendiri.Saya beruntung mendapatkan bos yang mengerti kompetensi saya (a.l CEO Bank BCA saat ini), beliau lah yang mendorong saya untuk setiap. kali berani ambil tantangan.

Risiko kerja diperusahaan dengan karyawan besar (PT=37.000 orang dan honorer 7000 orang)memang seperti yang dibahas dalam artikelmu di atas. Namun di satu sisi pendidikan tertata dengan baik, dan melalui inilah kita memperlihatkan kemampuan kita. Dalam pendidikan, saya selalu berusaha mendapat yang number 1, atau melesetnya jangan sampai keluar dari “The Big Five” Apalagi pendidikan bersama perusahaan lain, seperti halnya “Sespibank” yang diselenggarakan oleh LPPI, pesertanya adalah Bank-bank Umum/swasta, dan BPD, serta ada studi banding ke negara lain…tapi ini studi banding beneran karena dinilai cara kita bertanya saat diskusi dengan Bank di LN, serta harus membuat makalah yg dipresentasikan, baik saat di dalam negeri, maupun di luar negeri. Mendapat nilai yang masuk dalam “The Big Five” merupakan karunia, karena kita membawa nama perusahaan.

Hasil pendidikan yang memuaskan bukan jaminan memegang tiket untuk naik pangkat, namun harus dibuktikan dalam pekerjaan, tapi biasanya BoD akan mencoba orang-orang yang nilainya baik dalam pekerjaan yang penuh tantangan. Saya bersyukur punya suami yang terus mendorong, dan menggantikan saya untuk menemani anak-anak di waktu saya sangat sibuk. Beberapa kali saya harus tidur di kantor bersama anak buah menyelesaikan tugas, bekerja sampai tengah malam, bepergian ke seluruh Indonesia, dan hanya seminggu dalam sebulan bekerja di Jakarta, lainnya berkeliling terus.

Kuncinya adalah…belajar, belajar, belajar….kembangkan pengetahuanmu tanpa pernah berhenti (hanya saat tertentu cuti,.. ingat “work & leisure). Belajar tak hanya dari pengetahuan formal, tapi juga dari net working, dari teman sesama pekerja yang bidangnya sama. Saat dikantor, saya sering diminta oleh Direksi mengajar, baik untuk kepeluan intern atau ekstern…disinilah yang membuat saya dikenal sebagai pengajar oleh lingkungan luar.

Jika Andy cowok, secara normal menduduki jabatan GM perlu waktu 15 tahun, namun ada yang lebih cepat….saat awal diterima sebagai staf, harus job training 9-12 bln (dulu saya 2 tahun), menjadi staf 3 tahun naik menjadi asisten manager, kalau nasib baik 3 tahun lagi jadi manager. Biasanya terus diputar kemana-mana agar memahami seluruh bidang perusahaan, dan kira-kira 3-6 tahun bisa menjadi deputy GM. Jadi perkiraan tahapan setiap karir antara 3-5 tahun (kalau istimewa lebih cepat lagi). Tapi karir di bank penuh risiko, bagi yang ditempatkan di unit operasional gaji lebih tinggi, risiko tinggi, tapi jika selamat karir nya lebih cepat.

Ada teman saya (cowok) karirnya melesat jauh di atas saya, dia sempat kuliah ke luar negeri biaya dinas, sampai akhirnya menjadi GM yang memimpin wilayah strategis. Disini anak buahnya ada yang menyeleweng, dan sesuai aturan, dilaporkan ke penegak hukum. Anak buah dipenjara, teman saya turun pangkat 2 tingkat….bayangkan, padahal kemungkinan dia untuk bisa menjadi BoD sangat besar.

@ Andy,
kenapa 4-5 thn lagi? Bukannya aku loyal sih… cuma aku percaya bahwa membangun sesuatu, tidak bisa dalam waktu singkat. Perhitunganku, dengan waktu segitu, pondasi karierku mungkin akan cukup kokoh untuk dijadikan batu loncatan. Jika, pondasi sudah cukup kokoh sebelum 4-5 thn dan kesempatan ada, kenapa tidak dipergunakan? this is plan A, masih ada plan B & C.

@Bu Edratna
wah bu, salut sekali aku dengan ketelatenan dan kesabaran ibu… semoga aku juga bisa begitu…

Very nice analysis, OrangeMood. Very nice.

@edratna… thanks for tipsnya…🙂

@r… good points!

@jennie… thanks.

Start rich from here

*Sorry no spam and promotions here…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: