The Orange Network

Archive for July 2007

Pernah dengar kata2 “kita adalah rata2 dari teman2 kita” ?… saya dapat kata2 itu dari buku The Success Principles – Jack Canfield kalau tidak salah, dan saya menyadari bahwa itu banyak benarnya, kita ambil contoh jika kebanyakan teman-teman di sekiling kita adalah penjudi, pemabuk, pemalas, penjahat, dsb, maka kita akan cenderung menjadi seperti mereka, meski tidak 100%, begitu juga bila lingkungan kita adalah orang-orang sukses, mandiri, smart, dsb. maka kita akan terbawa arus ke arah yang sama, jadi memang benar intinya kita adalah rata2 dari teman2 kita, tinggal tergantung kita rata2nya rata2 atas dalam arti lebih baik dari yang lain atau rata2 bawah.

Dari kata2 tersebut jadi bagaimana jika kita ingin menjadi orang yang rata2 atas? tentunya dengan “membuat” lingkungan di sekitar menjadi baik dan mendukung kita, bagaimana supaya lingkungan kita ini menjadi baik? salah satunya dengan bergaul dengan orang2 yang baik juga, lalu itu berarti pilih2 teman? akuilah secara terang2an memang kita tidak memilih2 teman kita, kita bisa bilang semua orang bisa menjadi teman kita, itu benar, tetapi dalam berteman juga ada semacam tingkatan, dalam arti teman yang sekedar teman, atau teman yang memang benar2 teman, dimana frekuensi hubungannya akan lebih intens dan sering.

Jadi tentu saja anda sendiri yang berhak menentukan mana yang akan anda pilih menjadi benar2 teman, saya yakin anda sering merasa cocok dengan satu atau beberapa orang dan sebaliknya merasa tidak cocok dengan satu dengan beberapa orang, nah sekarang cobalah untuk lebih jeli, ketika anda merasa cocok dengan seseorang, orang seperti apakah dia? apakah dia seorang yang sukses, smart, mandiri, dapat diandalkan. mau membantu anda menuju keadaan lebih baik? atau sebaliknya? jika memang teman anda tersebut membantu anda menjadi lebih baik, itu artinya anda sudah benar.

Bagaimana ternyata jika tanpa anda sadari teman2 sekeliling anda adalah orang2 yang memang sedikit kurang baik? jika sekarang anda menyadari hal tersebut, berarti ada beberapa yang anda bisa lakukan, yang pertama adalah anda bisa mulai memperluas pergaulan anda dengan teman2 yang lebih baik, bukan berarti menjauhi secara drastis teman2 lama anda lho, dan anda juga bisa mulai membantu teman2 anda, tentu saja bagi mereka yang memang mau dibantu, jika anda tidak bisa membantu/mereka tidak mau dibantu, just let it go…

Lalu hal lain yang saya dapat juga adalah pilih2 musuh, memang sebisa mungkin idealnya kita tidak mempunyai musuh, atau jika terjadi perselisihan cobalah untuk selalu menyelesaikannya baik2, ada kata2 juga “Orang yang hebat adalah orang yang bisa merangkul musuhnya” beberapa kali saya mengalami perselisihan dalam hidup, baik dalam teman, karir dan bisnis, biasanya saya akan merasa emosi juga, tetapi untungnya sekarang saya lebih bisa mengendalikan emosi dan belajar memaafkan, once again, just let it go…

Jadi ketika anda sedang mulai berselisih, cobalah untuk menahan emosi, dan kalau ingat pikir siapa lawan anda? jika lawan anda adalah orang yang cukup berpengaruh, dan bisa merugikan anda di masa sekarang/yang akan datang (sebenarnya mempunyai musuh pasti hanya ada ruginya) sebaiknya anda mengalah untuk menang, atau jika musuh anda hanyalah orang yang tidak memberikan pengaruh apa2 sekalipun jika anda menjadi musuhnya, lebih baik simpan energi, pikiran dan waktu anda untuk yang lebih baik.

Jadi ingat pilih2 teman dan pilih2 hindari musuh, good luck!

Advertisements

So sorry karena g skip menulis yang seharusnya menjadi next topic, lagi suntuk…  today is a crazy monday, very hectic dan kerjaan baru saja g selesaiin 1/2 jam yang lalu (sekarang jam 12 malam), untungnya g ngerjain di rumah dan di kasur yang empuk…  Actually, I loved being very busy rather than don’t know what to do…

Di tengah kesibukan bikin beberapa proposal dan beresin client yang lagi dan mau running campaign, hari ini juga ada beberapa hal yang membuat g kecewa… it’s about someone who break the promises, I hate that things, since my last bad experience is same, something about breaking the promises… it’s not just about the money, but indeed about trusty, words credibility and respect.

Why is look so hard to keep our own words… for anything! so please all of my friends, who reads this blog, don’t promises anything if you feel you can not guaranteed your own words, and please try to keep your promises if you already do that! Hope I’m also always remember that too…

Setelah kejadian ini, ada beberapa hal yang harus g lakukan… tapi mungkin g harus berhenti sejenak, berpikir dengan tenang, supaya bisa mengambil keputusan terbaik… fiuhhh…

Sabtu kemarin g pergi ke BSD, ci2 dan keponakan ultah, sekalian mo konsultasi soal renovasi rumah g ama ko2 ipar g yang memang insinyur… (cukup terkenal lho, beberapa kali masuk tv & majalah karyanya…) Pestanya meriah, undanganya rame 50 orang lebih, di Restoran Telaga Indah Modern Land, makanannya sea food cukup enak, viewnya malam2 pinggir telaga jadi cukup bagus, recommended buat yang ga jauh dari lokasi kalau mo ngadain acara ultah, karena malam itu juga ada 3 meja besar yang ngerayain ultah disana…

Nginep di rumah ci2 yang hanya beda blok dari rumah g… (di perumahan itu semuanya ngumpul, ci2 nomor 1, ci2 nomor 2, ko2 nomor 2, adik nyokap juga disana, masing2 beda blok saja… blok G, H dan I, cuman ko2 nomor 1 aja yang ga disana… mungkin kalau bonyok masih hidup pasti disana juga deh… ) itulah kenapa g prefer beli rumah disana juga karena biar ngumpul, lagipula worthed dengan dana yang ada, ngga banjir, aman, udara masih cukup bersih, soal macet dan jauh sama lah Jakarta…

Paginya ci2 dan ko2 ipar ke rumah, setelah ngelihat2 dia ngasih ide, dan kebetulan ideanya g suka, karena memang g juga bilang request g yang utama adalah :

  • Perbesar kamar utama dan harus ada jendela view ke dry garden.
  • Buat kamar mandi dalam di kamar utama, shower hot water, closet dan wastafel.
  • Bikin dry garden / taman indoor kering.
  • Bikin suasana agar lebih lapang, yang sekarang kebanyakan pintu dan sekat2.
  • Bikin nuansa minimalis agar tidak ada ruang yang mubazir barang sepetak.
  • Bikin dengan budget yang sesuai kantong, ini yang paling penting, karena g bisa pingsan mikirin duitnya.

Jadi tinggal di itungin nanti setelah g kirim denahnya, dan ngasih tahu mau di mulai kapan, rencana g April tahun depan harus di tinggalin karena kontrakan yang sekarang habis April tahun 2008, jadi mulai dikerjain sekitar January / Desember, tapi A.S.A.P is better kalau dana sudah siap… hahaha that’s the problem…

Sebenarnya beli rumah yang ini g bener2 nekad, tapi kenapa g akhirnya berani memutuskan? karena ini rumah, siapa seh yang ngga butuh rumah nantinya? dan kebetulan lokasi bagus (deket keluarga, sudah kebayang tiap week end rumah g bakal di datengin keponakan yang ngajak main Nintendo Wii bareng2… pasti rame deh… hehehe…), barang bagus (bangunan rapi dan kuat, habis di renov juga), view bagus (dapet taman dan 2 jalur) dan yang paling penting harga bagus (ngga ada yang seperti ini dengan harga segini) beli rumah biasanya akan jadi investasi karena harganya yang terus naik, selama lokasinya bagus, daripada duit ga jelas kemana, mending deh dipake buat yang berguna.

So that is my week end, pulang ke Jakarta lagi hari minggu siang, Mika dan Luna ngambek sama g gara2 g telat ngasih makan dan ngajak main mereka… hahaha so sorry…

“Pak saya membutuhkan kenaikan gaji…” “Tidak perlu!”
“Bagaimana kemungkinan mengenai proyek A?…” “Tidak ada!”

“Bagaimana kalau kita makan malam bersama?…” “Maaf, tidak bisa”

Anda pernah mengalami kejadian seperti diatas? Saya sendiri sering sekali, dalam pekerjaan saya “tukang jualan” jadi sering di tolak baik secara halus maupun langsung, dalam bisnis saya pernah di tolak bisnis proposalnya, dalam sehari-hari juga pasti ada perbedaan pendapat.

Terlepas dari hal diatas, jawaban “tidak” kerapkali kita dengar dalam situasi apapun, baik yang serius maupun santai, baik dengan keluarga, saudara, sahabat, teman, orang lain, rekan kerja, bos, dsb. Pada awalnya anda tentunya menginginkan permintaan anda terkabul, apapun itu. Jadi ingatlah, jika memang itu baik dan benar, tidak ada salahnya anda mendapatkan keinginan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika anda mencoba berusaha mendapatkan apa yang anda inginkan supaya berhasil :

  • Sebelum anda meminta sesuatu, coba pikirkan kembali dan jujurlah pada diri anda sendiri, apakah keinginan anda itu memang perlu, wajar, beralasan kuat, untuk suatu hal yang baik dan benar, diwaktu yang tepat, ke orang yang tepat, dsb.Beberapa orang seringkali lebih sering bertemu jawaban “TIDAK” dikarenakan mereka tidak memikirkan terlebih dahulu ketika ingin meminta sesuatu, misalnya ada seorang karyawan yang meminta kenaikan gaji di waktu perusahaan baru saja mengalami kerugian/masalah, atau bosnya baru saja mengalami musibah dan sedang bad mood abis, atau tidak memiliki alasan yang kuat seperti performance kerja yang signifikan, atau permintaannya terlalu “over” seperti kenaikan gaji 200%…
  • Jika anda bertemu dengan si “Tidak”, selalu pertemukanlah dengan “Why?” atau “Mengapa?”Jangan takut untuk meng-explore jawaban “Tidak” tersebut, keadaan tidak akan menjadi lebih buruk karena permintaan anda baru saja di tolak, dan itu akan menjadi bagian yang terburuk jika anda tidak tahu “Mengapa?”
  • Jika anda sudah tahu “Mengapa?” lalu cobalah untuk memperkenalkan “How?” atau “Bagaimana?”Anda sudah tahu jawabannya adalah “Tidak”, anda tahu “Mengapa” jadi anda harus tahu juga “Bagaimana” supaya jawaban “Tidak” tadi menjadi “Iya” di lain waktu. Saya masih ingat di film “Pursuit of HappYness” ketika Will Smith bertemu dijalan seseorang yang memang sudah sukses terlihat dari penampilannya dan mobilnya mewahnya, dia berkata “I got two questions for you, what are you doing? and how you can do that?” kira2 seperti itu, jadi itulah kenapa memang anda perlu tahu bagaimana anda bisa mencapai apa yang anda inginkan, kira2 jika di implementasikan ke salah satu keadaan adalah seperti ini :

    … (Anda sedang meminta kenaikan gaji)
    Bos : “Tidak ada kenaikan gaji di tahun ini untuk kamu”
    Anda : “Mengapa?”
    Bos : “Karena melihat performance kamu melalu laporan yang saya terima. saya melihat kamu memang belum memenuhi beberapa kriteria untuk mendapatkan kenaikan gaji di tahun ini”
    Anda : “Bagaimana supaya saya bisa mendapatkan hak saya?”
    Bos : “Kamu harus bekerja lebih giat lagi, bekerja samalah dengan lebih baik didalam team maupun individual, berusahalah supaya target monthly, quartal dan yearly kamu tercapai, kemungkinan saya akan meninjau kembali”
    Anda : “Baik, saya akan mencoba memperbaiki performance saya, dan saya akan kembali lagi nanti”


    Dari percakapan diatas anda tahu apa yang ada di pikiran bos yang membuat anda mengalami masalah ketika mengajukan sebuah permintaan.
  • Jangan ragu untuk kembali mencoba setelah anda tahu semua itu.Ingat point pertama anda, jika keinginan anda itu memang pantas dan wajar, itu artinya anda harus mencoba kembali untuk mendapatkannya. Beberapa orang hanya mengerutu dan kecewa setelah permintaannya ditolak, tanpa melihat di bagian mana yang menyebabkan permintaannya di tolak, dan sayangnya dia tidak pernah meminta kembali, padahal banyak beberapa peluang yang mungkin terjadi jika dia meminta sekali lagi.
  • Ingatlah kapan untuk harus berhenti “meminta”Meski diatas saya mengatakan untuk terus mencoba, sebaiknya anda juga harus tahu kapan waktunya anda berhenti mencoba, karena jika anda terus”meminta” dan hasilnya terus “sama, anda hanya akan menghabiskan wakt, pikiran dan tenaga anda saja, sebaiknya anda “let it go” dan focus ke hal lain yang membuat keadaan menjadi lebih baik.

    Misalnya jika anda sedang meminta kenaikan gaji dan ternyata memang tidak bisa, anda lebih baik mencari “jalan lain” untuk menambah penghasilan anda, seperti kerja sampingan, bisnis sampingan ataupun pindah kerja. Jika anda sedang meloby client, maka anda sebaiknya segera mencari contact person yang lain yang lebih “open mind” untuk permintaan anda, atau client lain.

Semoga sekarang anda lebih siap jika bertemu si “Tidak”! dan jangan lupa traktir saya makan jika naik gaji… 🙂

Saat kita menulis disebuah blog, tentang apa saja, biasanya kita akan “membuka” topik yang kita tulis tersebut, dalam arti bisa di komentari oleh orang lain (jika kita hanya ingin menyampaikan sesuatu tetapi tidak ingin orang lain memberikan komentar, sebaiknya lebih baik matikan fungsi komentar di blog anda) namun ada beberapa hal yang harus kita ingat bahwa orang lain tentu saja bisa dan berhak mempunyai pendapat yang berbeda tentang tulisan anda, terlepas dari tulisan anda sekedar iseng maupun yang serius.

Perbedaan pendapat itu terkadang bisa menjadi sebuah awal perdebatan, yang nantinya bisa berjalan dengan baik, maupun menuju ke arah debat “kusir”, ada beberapa keuntungan ketika komentar dari seseorang “berbeda” dengan pendapat kita, positifnya adalah :

  • Topik akan meluas.
  • Topik akan menjadi seru untuk dibahas lebih lanjut.
  • Baik penulis maupun audience akan mendapatkan pengetahuan yang lain.
  • Blog anda terlihat lebih “hidup”

Tetapi beberapa komentar dapat menyebabkan :

  • Terjadi debat kusir.
  • Pembahasan melenceng dari topik semual.
  • Bisa menimbulkan persepsi negatif dari use yang lain.
  • Bisa membuat penulis dan audience kehilangan kesabaran dan emosi lalu menimbulkan perselisihan.

Lalu bagaimana sebaiknya kita bersikap menghadapi komentar-komentar didalam blog kita?

  • Selalu ingat bahwa akan ada orang lain yang berhak berpikiran berbeda dengan kita.
  • Ingatlah bahwa orang lain bisa mempunyai pengetahuan, kemampuan, wawasan dsb yang memang lebih baik daripada kita di topik yang sedang kita bahas.
  • Cobalah untuk selalu positive thinking, meski beberapa komentar bersifat memojokan anda.
  • Cobalah untuk menjelaskan apa maksud anda di topik itu secara lebih jelas, biasanya beberapa orang hanya mengerti sebagian dari maksud anda.
  • Cobalah untuk membahas apa yang menjadi topik, bukan mengenai komentar personally yang memang mungkin sudah “melenceng” arahnya.
  • Selalu ingat tidak ada istilah menang atau kalah dalam perdebatan, menang atau kalah tidak ada artinya, anda tidak akan mendapatkan apa2.
  • Jika komentar sudah menggunakan kata2 kasar/SARA/porn, anda berhak menghapus dan memblock user tersebut, tanpa pikir panjang. (termasuk SPAM/Junk)

Bagaimana dengan kita sendiri ketika mengkomentari blog orang lain :

  • Sebaiknya memberikan komentar yang cukup “perlu”, maksudnya tidak dalam kategori junk/spam.
  • Cobalah untuk selalu membaca ulang / menggunakan fasilitas preview sebelum anda meng-submit, karena selain anda bisa mengechek penulisan anda, anda juga bisa memikirkan bagaimana kira2 reaksinya nanti.
  • Cobalah untuk selalu berkomentar dengan tujuan yang positive, misalnya untuk mengembangkan topik, mendapatkan informasi lebih, dsb.
  • Tidak berkomentar dengan maksud menjatuhkan, menyinggung personally, menggunakan bahasa kasar/SARA/porn.
  • Berkomentar basa basi sedikit berbeda dengan spam/junk, basa basi masih bisa di terima seperti “nice blog, salam kenal…” sedangkan spam/junk seperti “pertamaaaaaaaaaa…” “setujuuuuuuuuuu…” dsb.

Se”miring” apapun komentar yang diterima, janganlah terbawa emosi, keep on focus…

Saya pernah membahas tentang Shell station yang servicenya “memikat hati” dan kemarin saya baru mengalami lagi (Shell menjadi langganan saya untuk mengisi bahan bakar baik motor ataupun mobil), kejadiannya beberapa hari lalu ketika saya dan teman-teman saya keluar malam untuk makan jagung bakar “kerok” (jagung bakar tapi sudah dikerok jadi kita tidak perlu makan langsung, makannya pakai sendok, agak kurang nikmat memang…)

Saat itu kami menggunakan mobil, dan kebetulan teman saya juga mengisi Shell, saat pertama, seperti biasa pelayannya ramah dan sopan, cukup profesional lah, dengan sapaan selamat malam, dan senyum yang cukup kelihatan tulus, lalu menanyakan bahan bakar apa yang akan dipakai, dan berapa jumlahnya, lalu selalu memberi tahu saat pertama kali akan di lakukan pengisian “mulai dari angka 0…” lalu tangki di isi.

Pegawainya berjalan ke depan mobil, saya yang duduk didepan sedang bengong, tiba2 whiper kaca depan mobil diangkat oleh pegawai tersebut dan dia mengambil semacam semprotan, lalu menyemprotkan semacam sabun/shampo ke kaca depan mobil kami, sampai agak tertutup busanya, lalu dengan alat pembersih di membersihkan kaca depannya, sampai benar2 bersih dan hati2 sekali, ketika pengisian selesai, dia berhenti membersihkan sebentar, lalu mengurus proses pengisian yang telah selesai, memberikan nota, menerima uang, memberikan uang kembali, mengucapkan terima kasih, teman saya membayar, lalu masuk mobil, pegawai tersebut meneruskan pekerjaan membersihkan kaca mobilnya yang tinggal sedikit, jadi teman saya menunggu sebentar, lalu setelah selesai dia mengembalikan whiper tersebut ke posisi semula, dan memberi tanda sudah ok dan salam “Terima kasih, hati-hati di jalan.”

Kita yang didalam mobil saling berpandangan dan tertawa “wow, it’s cool…” hahaha… Jika Shell semakin banyak cabangnya, dan Pertamina tidak meningkatkan servicenya, saya yakin banyak pelanggan Pertamina beralih ke Shell, meski dari segi harga Shell sedikit lebih mahal, tetapi saya juga mendengar dari teman2 dan merasakan sendiri bahwa mesin yang di isi Shell performance sedikit lebih baik dan katanya lebih hemat.

Terlepas dari itu semua, servicenya “wow”!

ps : Service di salah satu bengkel resmi mobil Toyota juga sangat ok, anda bisa membacanya disini “Mobil saya dimandiin lho”, sebaliknya service di beberapa bengkel motor AHASS pantas disebut “Ah… Ass!”

Ada beberapa client/agency yang bertanya kepada saya tentang apakah mereka perlu beriklan di internet? mereka bertanya kepada saya yang memang pekerjaannya adalah jualan iklan di media non traditional salah satunya internet… jadi mungkin anda sudah bisa menebak jawabannya?… hahaha…

Online Advertising

Biasanya jika saya belum mengetahui brands apa yang dibahas disini, saya akan bertanya terlebih dahulu, pertanyaannya seputar brands apakah yang ingin beriklan di internet, target audiencenya seperti apa, media apa saja yang sudah pernah di coba, bagaimana hasilnya, apakah brand tersebut brand baru atau brand lama yang ingin di re-branding, dsb. Seperti briefing product, karena saya memang memerlukan informasi seperti itu baru bisa membantu menjelaskan lebih lanjut.

Contoh paling gampang adalah misalnya produknya adalah GARAM DAPUR! saya akan dengan segera menjawab tidak perlu, jika produknya adalah MOBILE PHONES, saya akan menjawab perlu! (Dalam menjawab hal tersebut saya mengacu pada keadaan sekarang dimana saya menangani secara exclusive & official network seperti MSN Portal, Windows Live Hotmail, Windows Live Messenger, Friendster, SCTV.co.id, Liputan6.com, LiputanBola.com) Jika saya mempunyai network misalnya komunitas ibu2 memasak di internet, mungkin produk garam dapur tersebut akan saya rekomendasikan beriklan disana. Jadi apa yang hal utama yang paling menentukan apakah suatu brand perlu atau tidak beriklan di media online? menurut saya target marketnya.

Kita bisa melihat contoh campaign di internet yang menurut saya pribadi mereka tahu apa yang harus dilakukan di media internet yaitu Sony dengan campaign Now I Feel-nya, lalu Samsung dengan K3 Uberme-nya, sebenarnya masih banyak contoh lainnya, tetapi saya lupa mencatat url2nya, intinya adalah ada perbedaan antara beriklan di media traditional dengan media non traditional seperti internet, perbedaannya terletak pada kita bisa menciptakan “two way communication” atau “komunikasi dua arah“, maksudnya adalah komunikasi antara customer dengan brands secara lebih interaktif.

Interaktif disini misalnya kita bisa memanfaatkan fungsi web 2.0 secara lebih dalam, seperti misalnya jika membuat iklan untuk digital camera, kita bisa membuat kontes kecil seperti kontes foto, dimana user internet bisa mengikuti kontes tersebut dengan mengirimkan hasil fotonya langsung dengan meng-upload, kemudian dia bisa memberikan cerita/story tentang tema foto tersebut, dan bisa memberi tahu teman-temannya tentang kontes tersebut, lalu user lain bisa memberikan komentar dan juga rating secara langsung untuk memilih siapa foto terbaik misalnya.

Sayangnya beberapa client/agency entah itu lupa / tidak tahu harus bagaimana beriklan di media internet yang maksimal, mereka memasang iklan di media internet namun seperti memasang iklan di media print ad, misalnya hanya ada gambar 1 lembar dengan info produk dan lebih parahnya gambar tersebut hasil scan dari iklan printnya. (sangat sering ditemukan di website lokal)

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Network mana yang paling sesuai untuk brand anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Ingatlah bahwa tidak semua produk cocok di satu website saja, saya berani menjamin tidak ada satu website yang bisa cocok untuk semua jenis produk yang ada dipasaran atau sebaliknya tidak semua produk cocok untuk beriklan di media internet. (termasuk Google / website search engine lainnya?)
  • Selalu perhatikan target audience dari network tersebut secara detail, seperti demographic age, gender, household income, education, internet behavior, lifestyle, dsb, jangan ragu untuk meminta data2 yang diperlukan seperti misalnya case studies, dsb.
  • Pilih media yang tidak “terlalu” banyak spot iklannya dalam satu halaman, karena rata-rata CTR / Click Through Rate untuk media dengan spot iklan 1 saja di halaman hanya berkisar 0,05 -1% dan itu sudah termasuk standar. (bisa dibayangkan jika 1 halaman di”jejali” lebih dari 10 iklan?)
  • Pilih media yang mampu menggunakan teknologi rich media karena user sekarang sudah mulai jenuh dengan iklan banner biasa. (Rich media adalah iklan yang tidah hanya sekedar banner animasi biasa, tetapi memaksimalkan teknologi yang ada seperti multimedia, bahkan gathered database customer atau game didalam iklannya)
  • Pilih network yang terjamin integritasnya, dalam arti profesional dan terjamin untuk hasil report campaignnya tidak bisa di manipulasi karena di pegang oleh pihak lain / pihak ketiga yang independent dan terkenal juga integritasnya.
  • Selalu lakukan evaluasi dan analysis setelah satu campaign berlangsung dan kelihatan reportnya, apakah campaign tersebut berhasil atau tidak? jika berhasil mana yang perlu di maksimalkan? jika tidak mana yang salah? dan apa yang harus dilakukan untuk lain kali?
  • Pilih media yang salesnya bisa dan mau memberikan konsultasi selengkap-lengkapnya, bahkan bisa memberikan solusi, contoh dan ide-ide untuk online campaign anda. (seperti saya?…)

Jika ada pertanyaan lebih lanjut anda bisa menghubungi saya di andychen14@gmail.com apalagi jika anda mau memasang iklan di salah satu media network diatas 🙂 (maaf saya tidak bisa memberikan email kantor saya disini, karena mencegah diserang spam oleh bot) Selamat mencoba media non traditional!


OrangeCategory

OrangePhotos