The Orange Network

The Art of Selling.

Posted on: June 28, 2007

Pekerjaan saya sekarang adalah seorang tukang jualan, terus terang ini pekerjaan pertama saya yang secara langsung “menjual” sebuah jasa, pekerjaan-pekerjaan sebelumnya selalu berada di sisi back end, entah itu sebagai kuli IT (Staf IT), satpam server (Network Administrator), atau mandor proyek IT (Project Manager). Saya masih ingat 5 bulan lalu, ketika saya sedang di interview, ada pertanyaan yang memancing dari Country Manager alias bos saya sekarang.

“Are you sure you can do it? (selling maksudnya)” “What do you think, it is easy / hard for you?” begitu kurang lebihnya, saya berpikir sejenak, sesaat otak saya mengirimkan sinyal-sinyal bahwa pekerjaan ini sulit, mengingat pengalaman saya yang bisa di bilang nol besar dalam menjual, saya belum mempunyai record selling karena memang belum pernah, kemudian yang akan dijual adalah jasa / tidak berwujud, lalu ditambah lagi dengan price-nya yang cukup terbilang mahal karena menggunakan standar internasional.

Tetapi saya merasa pekerjaan ini menantang, bidang usahanya saya suka, online advertising (saya suka yang berbau-bau internet / online) akhirnya saya menjawab “Yes I can do it, I think and we know this is hard job, but I believed, I know what I should doing and I can learn from you/team fast” Lalu mulailah saya bekerja sebagai Asst. Sales Manager.

Bagaimana hasilnya selama 5 bulan ini? teman kantor dan bos saya menjuluki saya “The Lucky bastard Man”🙂 target quartal saya sudah achieved, dan target tahunan saya kurang 7% lagi (ok you can call me the lucky bastard now…🙂 ) Saya memang akui, bahwa saya orang yang dicintai oleh dewi fortuna, tetapi saya juga sadar tidak mungkin saya menyerahkan diri kepada dia begitu saja. Well, dari sinilah saya ingin membahas apa yang saya lakukan selama ini, dan bukan hanya itu, tetapi saya ingin berbagi dan dibagi oleh anda semua (terutama Edratna, karena saya janji menulis ini dan minta di review, thanks before)

Saya beberapa kali membaca buku, browsing, ngobrol sekilas2, tentang seni berbicara, seni menjual, sales guide, marketing guide, how to be a good sales, how to sell, dan sebagainya, semua hal tersebut bagus dan membantu saya menjalani dan menekuni pekerjaan saya. Lalu dari sana saya memperoleh beberapa rumusan yang terus akan di sempurnakan untuk membantu diri saya dalam menjual, berikut2 prinsip2 favorite saya ketika sedang dalam proses menjual :

  1. Ask : Bertanya, tanyakanlah apa kebutuhan calon customer kita, untuk apa, mengapa, apa yang diinginkan, apa saja yang sudah pernah dilakukan, bagaimana pengalaman sebelumnya, dsb. Di fase ini, biasanya saya akan mendapatkan informasi2 basic yang akan membantu saya dalam proses selanjutnya.
  2. Listen : Mendengar, perhatikan baik2 setiap informasi yang diberikan dari pertanyaan anda dan catat bila perlu.
  3. Search : Cari informasi yang bisa membantu menyelesaikan masalah, dalam hal ini yang bisa memenuhi kebutuhan calon customer kita.
  4. Learn : Pelajari kebutuhan/masalahnya, temukan solusi terbaiknya, sediakan solusi alternatif juga.
  5. Share : Berikan pendapat,opini, solusi dan sebagainya yang terbaik berdasarkan pengalaman, informasi yang anda miliki, kemampuan anda/team anda, dsb.
  6. Do : Lakukan dengan sebaik-baiknya solusi yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  7. Maintain : Perhatikan dan lakukan perbaikan secara berkala untuk menjamin keberhasilan.

Hal-hal lain yang saya terapkan juga adalah :

  1. Honest : Kejujuran, jika produk anda tidak cocok untuk 1 atau beberapa customer, janganlah membohongi customer tersebut dan memaksa untuk membeli/menggunakannya. Tidak ada yang lebih buruk daripada kekecewaan customer karena merasa anda telah menipunya.
  2. Think like a buyer : Saya sempat membaca sekilas buku Stop Acting Like a Seller and Start Thinking Like a Buyer: Improve Sales Effectiveness by Helping Customers Buy (Hardcover)” by Jerry Acuff & Wally Wood. Dan saya juga selalu berpikir uang customer adalah uang saya, jadi apa yang akan saya lakukan dengan uang customer adalah apa yang akan saya lakukan jika itu uang saya, selalu memikirkan efektifitas dan efisiensi.
  3. Spirit : Penolakan oleh calon customer terkadang membuat kita merasa down, akhirnya membuat kita malas, dan berhenti mencari calon customer yang lain. Penolakan adalah hal yang wajar, Customer mempunyai hak kebebasan dalam memilih, apalagi ketika produk / jasa anda terdapat saingan, anda harus menyiapkan strategy lain supaya calon customer anda menggunakan jasa / produk anda.
  4. Improve : Selalu upgrade kemampuan kita, jangan pernah berhenti belajar meski hal2 kecil seperti mempercantik presentasi anda.
  5. Pray : Berdoa, anda tahu kenapa yang satu ini kan?!🙂

Kira-kira seperti ini yang saya lakukan selama ini *maaf saya akan sambung tulisan ini besok pagi…

Saya ingin melanjutkan detil tetapi saya ada rencana lain untuk hal yang itu, tunggu saja nanti…🙂 oh ya tadi saya lihat ada buku untuk sales, warna merah, translate dari buku luar nampaknya, sekilas cukup bagus, tetapi saya belum membelinya karena saya masih ada 2 buku yang belum selesai saya baca, mungkin buku itu akan menjadi buku berikutnya yang saya beli selain Classic Drucker…*maaf saya lupa judul dan pengarangnya.

3 Responses to "The Art of Selling."

Langkah-langkahmu sudah benar…saya jadi tak bisa komentar lagi. Memang yang penting kita harus menguasai produk yang akan kita jual, kemudian apa yang dibutuhkan pelanggan.

Kadang kita perlu mengedukasi pelanggan, karena sering sebetulnya pelanggan tak tahu persis apa yang dibutuhkan, disini kita juga bertindak sebagai konsultan.

Ada ungkapanmu yang menarik, bahwa kita harus jujur…ini memang betul, karena sebetulnya penjualan mouth to mouth…artinya kalau orangemood udah dikenal sebagai orang yang jujur, pelanggan yang puas akan cerita kepada teman-temannya. Coba perhatikan sekeliling kita, kita kan selalu kembali beli pada orang tertentu, karena kita yakin bahwa ybs tak menipu kita…dan kalau barang itu kurang, dia akan menjelaskan dan bahkan membantu mencarikan barang yang sesuai keinginan kita.

Saya kira jualan untuk hal terkait dengan IT, perlu orang yang bisa menjelaskan dengan meyakinkan. Beberapa kali saya ketemu orang yang sangat pandai dalam berkomunikasi, sehingga dia bisa menjelaskan, mempresentasikan produk tadi dengan sangat bagus.

Berdoa…itu hal yang paling saya yakini…mau apa-apa berdoa dulu, semoga orang yang mendengarkan kita terketuk hatinya.

Selamat ya, semoga sukses, kalaupun belum secepat yang diharapkan, jangan patah semangat…nanti lama-lama kita akan menguasai bidang kita dengan baik.

Jangan ragu untuk sharing, saya juga masih terus belajar kok.

Wah… ceritanya menarik neh….
Jaga semangat ya bung;)

@Edratna…
Thanks, banyak sekali masalah yang dihadapi saat menjalaninya, kadang merasa takut gagal juga, semoga semua tantangan itu bisa terus di lewati…

Sebetulnya blog ini belum selesai, ok nanti kalau saya ada pertanyaan saya ngga sungkan2 tanya lho ke situ lho…🙂

@Keke…
Welcome here, u 2, keep on fighting…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: