The Orange Network

Archive for June 2007

Pekerjaan saya sekarang adalah seorang tukang jualan, terus terang ini pekerjaan pertama saya yang secara langsung “menjual” sebuah jasa, pekerjaan-pekerjaan sebelumnya selalu berada di sisi back end, entah itu sebagai kuli IT (Staf IT), satpam server (Network Administrator), atau mandor proyek IT (Project Manager). Saya masih ingat 5 bulan lalu, ketika saya sedang di interview, ada pertanyaan yang memancing dari Country Manager alias bos saya sekarang.

“Are you sure you can do it? (selling maksudnya)” “What do you think, it is easy / hard for you?” begitu kurang lebihnya, saya berpikir sejenak, sesaat otak saya mengirimkan sinyal-sinyal bahwa pekerjaan ini sulit, mengingat pengalaman saya yang bisa di bilang nol besar dalam menjual, saya belum mempunyai record selling karena memang belum pernah, kemudian yang akan dijual adalah jasa / tidak berwujud, lalu ditambah lagi dengan price-nya yang cukup terbilang mahal karena menggunakan standar internasional.

Tetapi saya merasa pekerjaan ini menantang, bidang usahanya saya suka, online advertising (saya suka yang berbau-bau internet / online) akhirnya saya menjawab “Yes I can do it, I think and we know this is hard job, but I believed, I know what I should doing and I can learn from you/team fast” Lalu mulailah saya bekerja sebagai Asst. Sales Manager.

Bagaimana hasilnya selama 5 bulan ini? teman kantor dan bos saya menjuluki saya “The Lucky bastard Man” 🙂 target quartal saya sudah achieved, dan target tahunan saya kurang 7% lagi (ok you can call me the lucky bastard now… 🙂 ) Saya memang akui, bahwa saya orang yang dicintai oleh dewi fortuna, tetapi saya juga sadar tidak mungkin saya menyerahkan diri kepada dia begitu saja. Well, dari sinilah saya ingin membahas apa yang saya lakukan selama ini, dan bukan hanya itu, tetapi saya ingin berbagi dan dibagi oleh anda semua (terutama Edratna, karena saya janji menulis ini dan minta di review, thanks before)

Saya beberapa kali membaca buku, browsing, ngobrol sekilas2, tentang seni berbicara, seni menjual, sales guide, marketing guide, how to be a good sales, how to sell, dan sebagainya, semua hal tersebut bagus dan membantu saya menjalani dan menekuni pekerjaan saya. Lalu dari sana saya memperoleh beberapa rumusan yang terus akan di sempurnakan untuk membantu diri saya dalam menjual, berikut2 prinsip2 favorite saya ketika sedang dalam proses menjual :

  1. Ask : Bertanya, tanyakanlah apa kebutuhan calon customer kita, untuk apa, mengapa, apa yang diinginkan, apa saja yang sudah pernah dilakukan, bagaimana pengalaman sebelumnya, dsb. Di fase ini, biasanya saya akan mendapatkan informasi2 basic yang akan membantu saya dalam proses selanjutnya.
  2. Listen : Mendengar, perhatikan baik2 setiap informasi yang diberikan dari pertanyaan anda dan catat bila perlu.
  3. Search : Cari informasi yang bisa membantu menyelesaikan masalah, dalam hal ini yang bisa memenuhi kebutuhan calon customer kita.
  4. Learn : Pelajari kebutuhan/masalahnya, temukan solusi terbaiknya, sediakan solusi alternatif juga.
  5. Share : Berikan pendapat,opini, solusi dan sebagainya yang terbaik berdasarkan pengalaman, informasi yang anda miliki, kemampuan anda/team anda, dsb.
  6. Do : Lakukan dengan sebaik-baiknya solusi yang sudah anda siapkan sebelumnya.
  7. Maintain : Perhatikan dan lakukan perbaikan secara berkala untuk menjamin keberhasilan.

Hal-hal lain yang saya terapkan juga adalah :

  1. Honest : Kejujuran, jika produk anda tidak cocok untuk 1 atau beberapa customer, janganlah membohongi customer tersebut dan memaksa untuk membeli/menggunakannya. Tidak ada yang lebih buruk daripada kekecewaan customer karena merasa anda telah menipunya.
  2. Think like a buyer : Saya sempat membaca sekilas buku Stop Acting Like a Seller and Start Thinking Like a Buyer: Improve Sales Effectiveness by Helping Customers Buy (Hardcover)” by Jerry Acuff & Wally Wood. Dan saya juga selalu berpikir uang customer adalah uang saya, jadi apa yang akan saya lakukan dengan uang customer adalah apa yang akan saya lakukan jika itu uang saya, selalu memikirkan efektifitas dan efisiensi.
  3. Spirit : Penolakan oleh calon customer terkadang membuat kita merasa down, akhirnya membuat kita malas, dan berhenti mencari calon customer yang lain. Penolakan adalah hal yang wajar, Customer mempunyai hak kebebasan dalam memilih, apalagi ketika produk / jasa anda terdapat saingan, anda harus menyiapkan strategy lain supaya calon customer anda menggunakan jasa / produk anda.
  4. Improve : Selalu upgrade kemampuan kita, jangan pernah berhenti belajar meski hal2 kecil seperti mempercantik presentasi anda.
  5. Pray : Berdoa, anda tahu kenapa yang satu ini kan?! 🙂

Kira-kira seperti ini yang saya lakukan selama ini *maaf saya akan sambung tulisan ini besok pagi…

Saya ingin melanjutkan detil tetapi saya ada rencana lain untuk hal yang itu, tunggu saja nanti… 🙂 oh ya tadi saya lihat ada buku untuk sales, warna merah, translate dari buku luar nampaknya, sekilas cukup bagus, tetapi saya belum membelinya karena saya masih ada 2 buku yang belum selesai saya baca, mungkin buku itu akan menjadi buku berikutnya yang saya beli selain Classic Drucker…*maaf saya lupa judul dan pengarangnya.

Dalam hidup kita, setiap saat kita mengambil keputusan, baik itu kecil, maupun besar, keputusan kecil bukan berarti hanya untuk hal-hal yang tidak penting, tetapi keputusan kecil bisa berimbas ke hal besar, entah itu dalam waktu yang cepat atau lambat di kemudian hari. Terkadang kita lengah, terutama saat mengambil keputusan kecil, karena lupa memikirkan efek lainnya, yang sayangnya efeknya bisa merugikan diri kita sendiri. (Pernah di bahas juga di review tentang film Babel disini)

Misalnya, kita emosi sesaat, kemudian merusakan sebuah hubungan pertemanan, jika kita tidak emosi sesaat, hubungan itu akan baik-baik saja, dan pertemanan itu akan bisa berkembang menjadi hal lain yang saling menguntungkan, bisnis misalnya. Tetapi setelah hubungan itu rusak karena emosi sesaat, butuh waktu yang lebih lama untuk memperbaikinya.

Meskipun kita semua tahu, people came and go… istilahnya ngga ada lu, g ngga apa2… dan setiap orang akan punya jalan hidup masing-masing… life must go on… tetapi jika kita bisa mencegah sesuatu yang buruk terjadi, alangkah enaknya hidup… mungkin kita hanya bisa meminimalisasikan hal tersebut dengan berpikir sebelum bertindak, baik itu kecil apalagi besar.

Hal ini juga bisa berlaku sebaliknya, perbuatan kecil mendatangkan hal positif yang besar… Semoga kita selalu bisa mengambil keputusan yang baik dalam hidup, have a nice day!

Pagi ini saya bangun lebih pagi, dan saya mempunyai waktu sekitar 20 menit untuk menulis apa yang sedang ada dipikiran saya sekarang, seperti biasa saya bangun dari alarm handphone, cukup menggunakan vibration saja saya sudah bisa terbangun, saya memang mudah terjaga, karena dulu saya pernah insomnia akibat kebiasaan kerja yang buruk juga (shift malam), bangun, keluar kamar, langsung mengambil tempat makan Mika & Luna, turun ke lt. 1, mengambil daging yang sudah dipotong2 dan dibagi2 kedalam plastik kecil, mengambil panci yang biasa untuk merebus daging mereka, lalu membiarkan sebentar daging beku itu di rendam air biar agak lunak.  Sembari begitu, saya mencuci tempat makannya, lalu mengambil dogfood dari tempatnya, dan merebus daging, lalu membaginya menjadi 2 dicampur bersama dogfood tadi.

Lalu saya ke teras atas, bermaksud melepaskan Mika & Luna dari kandang, ada yang aneh, kenapa mereka diam saja ketika saya membuka pintu, biasanya mereka sudah tahu dan pasti menggonggong karena happy, mungkin kalau saya bisa bahasa anjing mereka kira2 berteriak “Papi… papi… ayo cepat lepaskan kami… ” (yes, that right, saya menganggap mereka adalah anak2 saya, saya sering berbincang2 dengan mereka tentang apa saja, mereka pendengar yang baik… 🙂 ) tetapi kenapa hari ini begitu sunyi, bahkan ketika saya mendekat perlahan ingin mengintip seperti apa tidur mereka, ternyata kandang mereka kosong… lho lho… kemana mereka… ahhh… saya lupa tadi malam cuaca dingin dan seperti mau turun hujan, jadi saya masukan ke kandang bawah di teras bawah… fiuh leganya… akhirnya saya turun dan mengeluarkan mereka, yang langsung pipis di taman, kemudian Luna saya gendong sambil dia menggigit boneka kesayangannya, sedangkan Mika mengikuti saya dari belakang ke atas.

Kira2 seperti itulah jadwal rutinitas pagi hari saya, ada yang bertanya, apa ngga cape ngurus mereka begitu repot? kalau secara fisik terkadang cape, tetapi saya menyayangi mereka sepenuhnya, jadi semua itu ngga berasa, ada yang bilang lakukan demi cinta yah… (Jennie dan yang lainnya) Lalu kenapa hari ini bangun lebih pagi? karena saya akan mengantar pasangan saya ke dokter untuk test lab dan konsultasi lagi, semalam kita ngobrol dan memutuskan tidak perlu rawat inap, karena sebenarnya Tatha hanya perlu istirahat total, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah rawat inap biayanya yang mahal, untuk 2 hari setelah bertanya kepada teman yang lain yang pernah rawat inap di Graha Medika habis biaya sekitar 7,5 juta. (mahal yah…)

Kebetulan juga keluarga Tatha datang, jadi rencananya dia akan tinggal di rumah kakaknya bersama ayah & ibunya yang bisa merawat dia dengan baik. Lalu apa hubungannya dengan judul diatas? maaf pembukaanya jadi panjang lebar… 🙂 Jadi karena kejadian seperti ini lah saya sering bertemu dengan dokter, dari dulu juga sudah kepikiran, dan sedikit mengambil kesimpulan seperti ini “Dokter di Jakarta itu yang baik jarang, mungkin hanya 3 dari 10 dokter… ” anda setuju atau tidak? kenapa saya bisa berpendapat seperti itu? setiap dokter yang saya temui, dari dulu, baik dokter manusia maupun dokter hewan, hanya 1 / 2 dokter yang bisa memberikan informasi yang baik, jelas dan lengkap, itupun karena saya biasanya yang bawel nanya ini itu…

Seorang dokter idealnya memberikan informasi yang jelas, baik dan lengkap kepada pasien dan keluarganya, karena kita sebagai pasien / keluarga sedang kebingungan apa yang terjadi dalam diri kita, kalau memang sakitnya cuman pusing misalnya, minimal diberi penjelasan kenapa? pencegahannya apa? penyebabnya apa? pengobatannya bagaimana? apa yang boleh dilakukan? apa yang tidak boleh dilakukan? dsb. Saya sering melihat dokter hanya memeriksa sambil diam, lalu menulis sambil diam, dan memberikan resep sambil diam, dan berkata “sudah selesai…”

Omigod… let’s us know what, why & how… etc. Tidak semua dokter seperti itu, dan biasanya itulah yang menyebabkan dokter menjadi dokter langganan, seperti dokter gigi saya di Villa Melati Mas BSD, meski jauh, saya selalu kesana setiap ada masalah dengan gigi saya, kenapa? dia memberikan pelayanan no 1, dia menjelaskan detilsnya kenapa, bagaimana pencegahannya, bagaimana pengobatannya, apa yang akan terjadi nanti, bagaimana proses penyembuhannya, apa yang akan dia lakukan, dsb.

Komunikasi seperti itulah yang kita butuhkan, padahal yah, kalau dokter itu tidak terlalu pintar dalam hal ilmu, selama dia bisa berkomunikasi dengan baik kepada pasiennya, saya yakin dokter itu akan lebih laku dibanding dengan dokter yang jago secara ilmu tetapi tidak bisa berkomunikasi dan hanya bisa berkata “sudah selesai…”

Well, waktu saya habis, sehat itu murah, sakit itu mahal… have a nice day, take care your health. 🙂

80 tahun sudah Popo (nenek / ibu dari ayah) Tatha… masih sehat, meski rambut sudah beruban dan kulit keriput, tetapi kelihatan dia orang yang ceria dan ramah. Senangnya jika nanti saya bisa berumur panjang seperti dia, ulang tahun ke 80 ini dirayakan dirumah dengan mengundang sanak saudara, dari mereka saya diberitahu bahwa selama 80 tahun Popo tidak pernah marah. Wow menakjubkan bukan?… Semangatnya, keceriaannya, keramahannya, kesabarannya… semua perlu saya contoh.

Selamat ulang tahun Popo, semoga selalu sehat, bahagia dan panjang umur. 🙂

Sudah hampir 1 minggu, kondisi Tatha (my gf) masih belum fit, berawal dari radang tenggorokan, disusul flu, lalu demam yang naik turun, sampai hari ini sudah 4x pergi ke dokter di 3 dokter yang berbeda, dokter pertama di klinik tanjung duren, memang kelihatannya tidak terlalu bagus dokter disana, 3 hari lewat, kondisinya masih belum fit, lalu siang hari ketika di kantor, dia demam, saya minta dia pergi ke rumah sakit graha medika di kebun jeruk karena  dekat, sekalian periksa darah karena saya khawatir gejala DB / Typus.

Hasil cek darah semua normal, hanya diberi obat antiobiotik lagi dari dokter, dan beberapa obat pusing, mual, lemas, dsb. 3 hari lewat, masih saja seperti itu, malah sempat pagi hari jam 1/2 5 pagi dia telepon saya dan menangis, saya pikir dia mimpi buruk seperti biasa, ternyata dia habis muntah dan keadaannya sekarang tidak enak sekali, saya segera pergi ke kostnya, dan membawanya ke rumah sakit sumber waras dan minta dilakukan check darah kembali, hasilnya masih normal semuanya, hanya saja Leukositnya agak tinggi, kata dokter bisa disebabkan karena infeksi, dan jika besok masih berlanjut maka sebaiknya periksa ke bagian penyakit dalam / internis.

2 hari berlal, demam yang masih naik turun, badan hangat, akhirnya tadi siang dia dan keluarganya yang kebetulan datang kembali lagi ke graha medika, karena di rekomendasikan oleh saudaranya bahwa bagian internis disana ada dokter yang bagus, akhirnya diperiksa lagi, nanti malam saya baru ketemu dan menanyakan hasilnya.

Terus terang saya bingung sakit apa yah dia, padahal dia sempat menularkan flunya kepada saya, tetapi saya sudah sembuh 99% sisa batuk dan pilek di pagi hari saja. Katanya di telepon, kalau besok demamnya tidak stabil lagi, maka dia harus dirawat inap di graha medika lalu besok paginya melakukan pengecekan lab lagi, wah pusing deh… memang sehat itu murah, dan sakit itu mahal… semoga dia cepat sembuh.

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya di blog ini dengan topik Are U Special?! dan keinginan untuk ikut ambil bagian dalam kontes kecil oleh bloger yang baru saja saya temukan tulisan2nya beberapa hari lalu di JennieForIndonesia maka munculah semangat menulis sebelum tidur, yang saya harapkan mudah2an tulisan saya ini bisa memberikan sesuatu yang positif untuk anda semua yang membacanya, karena kita semua tahu “Setiap orang mahluk adalah bisa menjadi special”

Special
“Setiap mahluk adalah special?” saya tidak sedang bercanda, saya memahami kata2 tersebut dari banyak hal, dari pengalaman pribadi, dari orang2 yang pernah memberikan nasihat kepada saya, televisi, film, buku2, majalah sampai komik, bagaimana saya bisa yakin bahwa kata2 itu bukanlah sekedar kata2 yang hanya berguna memotivasi kita tetapi memiliki kebenaran yang menakjubkan? mungkin akan lebih jelasnya jika diberikan contoh, CACING! mahluk hidup itu seolah2 sangat lemah dan tidak berguna, tetapi ternyata dia juga mahluk special, coba bayangkan dunia tanpa cacing, atau lebih extrem lagi tubuh anda tanpa cacing, got it now?! 🙂

“Lalu untuk apa menjadi special? apakah harus?dan semua mahluk bisa menjadi special?” Kembali lagi ke diri kita sendiri, special adalah sebuah pilihan, untuk semua orang, pilihan bisa diambil atau tidak sama sekali, anda yang menentukan, tidak harus, tetapi jika special menjadikan anda lebih baik, kenapa tidak? Lalu untuk apa kita menjadi special? setiap orang berbeda, karena keadaannya berbeda, misalnya dimana kita berada, apa peran kita, apa tujuan kita, dsb. oleh itulah menjadi special juga berbeda proses dan hasilnya untuk setiap orang, ada beberapa hal yang mungkin perlu kita ingat juga, menjadi special bukan berarti bisa melakukan segala hal dengan sempurna, menjadi special adalah melakukan sesuatu dengan baik dan selalu berusaha membuat menjadi lebih baik, dalam satu atau beberapa peran hidup kita, untuk membuat diri kita, orang lain atau keadaan menjadi lebih baik.

Kalau berbeda2, lalu apa standarnya seorang dikatakan special? kalau menurut saya tidak ada standarnya, bisa dalam bentuk pengakuan tertulis misalnya gelar profesor yang sudah menemukan hal2 yang bisa membuat keadaan lebih baik, atau seorang atlit yang bisa memecahkan rekor, atau seorang penyanyi yang mampu membawakan lagunya dengan sangat baik, apa sebenarnya itu semua? PENGAKUAN. special ada karena adanya pengakuan, pengakuan dari siapa? orang lain? iya jika memang karena anda bisa membantu orang lain, tetapi tidak semua orang bisa membantu orang lain selamanya atau setiap saat, jadi pengakuan DIRI SENDIRI sangat berperan untuk menjadikan anda adalah special untuk anda sendiri.

Untuk apa seseorang memilih menjadi special? seperti sudah dibahas diatas, menjadi special bisa membantu membuat keadaan menjadi lebih baik untuk diri kita maupun orang lain, bahkan dunia. Jika anda bisa menjadi special minimal untuk diri anda sendiri, anda akan membuat diri anda menjadi lebih baik, lalu orang2 terdekat anda juga akan menjadi lebih baik, dan terus menyebar. Cari apa sesuatu yang special dari diri anda, bagaimana cara mencarinya? banyak orang yang bisa menyadari sesuatu yang special dalam dirinya lebih cepat dari kita, bahkan ketika mereka masih anak2, misalnya atlit yang sedari kecil menyadari bakat specialnya, atau seniman, artist, penyanyi, lalu profesi2 khusus seperti dokter, insinyur, presiden, guru dan lainnya tetapi untuk rata2 orang pada umumnya mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merasa dirinya menjadi special, bisa membutuhkan waktu 20 tahun, 30 tahun, bahkan 50 tahun lebih.

Bagaimana kita menemukan sesuatu yang special lebih cepat? anda harus memikirkannya dan berusaha sendiri, anda yang bisa menjadikan diri anda special, bukan saya, bukan Jennie, bukan orang lain, bukan sekolah, bukan gelar, bukan yang lain2 tetapi diri anda sendiri. Lingkungan kita hanya sebagai pendukung untuk menjadi special, apakah kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Saya akan memberikan pengalaman pribadi, saat dimana saya merasa saya adalah special, untuk saat ini mungkin hanya untuk diri saya sendiri dan orang2 terdekat saya.

Saya mempunyai prinsip yang sudah saya sadari sejak sekitar 6 tahun lalu, tepatnya ketika saya kehilangan orang2 yang saya cintai ayah, ibu, pacar, pekerjaan, teman, segalanya… . prinsip saya adalah “Manusia akan kehilangan segalanya, cepat atau lambat…” jadi persiapkanlah diri kita sebaik2nya untuk menghadapi hal tersebut, dengan mempersiapkan hal itu sebelumnya, ketika tiba saatnya, kita akan lebih cepat pulih dan bangkit, bahkan bisa menjadi lebih baik. Kegagalan adalah proses belajar yang wajar… Pengalaman mahal harganya itu benar… Hidup kadang terasa pahit, tetapi kita bisa mengubahnya menjadi manis kembali…

Sekilas sharing kehidupan saya, saat saya kuliah saya kehilangan ayah saya karena sakit kanker lambung, lalu ibu saya karena diabetes selisih 1 tahun… (saya merasakan ibu saya tidak bisa hidup tanpa ayah saya, karena cintanya yang amat sangat, maka dia kehilangan semangat hidup dan membuat kondisinya turun) saya sempat berlarut dalam kesedihan, dan trauma… saya trauma melihat suasana rumah sakit, saya tidak pernah mengunjungi rumah sakit, jika ada seseorang yang mengajak saya kerumah sakit untuk menjenguk seseorang, saya selalu mencari alasan untuk tidak ikut, bukan karena saya tidak peduli dengan mereka, tetapi karena ketika saya melihat suasana rumah sakit, selang2 infus, alat pacu jantung, alat bantu pernafasan, tabung oksigen, saya langsung sesak nafas, air mata saya akan langsung mengalir begitu saja, menangis tanpa suara, dan dalam pikiran saya terbayang-bayang saat ibu saya yang menghembuskan nafas terakhir di pelukan, dan melihat alat detak jantung yang semakin turun nilainya… sesaat setelah kami berdoa dan membisikan bahwa kami sangat mencintainya, kami ingin yang terbaik buat dia, kami akan baik2 saja dan selalu mengingat dia… saat saya menonton film yang ada adegan rumah sakit, saya memejamkan mata dan menutup telinga, kalau nontonya di dvd saya skip… hal lain saya marah dengan dokter dan tidak mempercayai semua dokter… kemudian saya marah dengan Tuhan… Saya marah karena Tuhan begitu cepat mengambil mereka disaat saya baru mulai bisa membalas budi mereka… (saya mulai bekerja dan mulai memberikan kado, mentraktir mereka makan, dsb) Saya berhenti ke gereja, bahkan ketika natal 2006… Lalu ada masanya saya sadar, kejadian seperti ini akan saya alami beberapa kali lagi dengan orang2 terdekat saya, saya harus siap, saya tahu saya tidak bisa mengendalikan segala sesuatunya, kecuali diri saya sendiri… Saya mendapat kekuatan baru, saya berubah, saya tidak takut kehilangan lagi… kehilangan adalah proses dari hidup saya… dan kita semua tentunya…

Setelah kejadian tersebut, saya menjadi lebih kuat, saya tidak takut menghadapi hidup lagi, saya menjadi lebih siap, saya sempat mengalami masa2 sulit lagi secara financial karena saya kehilangan bisnis kecil saya dan hampir terlibat hutang yang cukup besar, saya sempat hanya makan nasi, telur dan variasinya selama beberapa bulan… saya pernah berpikir berkali2 ketika saya ingin membeli buku yang saya sukai karena keadaan financial saya yang harus memprioritaskan kebutuhan hidup. Saya pernah kehilangan pasangan saya setelah kami menjalin hubungan 5 tahun, dan banyak hal lain yang membuat hidup terasa menderita, tetapi saya menyadari, sejak saat itu, hidup saya tidak pernah sama lagi, saya tahu bahwa saya special, saya bisa cepat pulih, saya orang yang optimis, saya bisa mengubah keadaan minimal untuk diri saya sendiri, bahkan sekarang saya kadang berpikir, mungkin saya akan kehilangan segalanya lagi… tetapi saya tidak takut. Selama saya masih hidup, saya akan bisa dan terus melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Bagaimana dengan anda? saya sendiri yakin 100% saat anda membaca blog ini, keadaan anda jauh lebih baik dari sebagian orang di luar sana, itu artinya untuk menjadi special akan lebih mudah bagi anda, anda yang menentukan, special atau tidak, apa yang anda butuhkan?

  1. Optimis & percaya diri.
  2. Belajar, berusaha, bekerja keras, berdoa dan pantang menyerah.
  3. Bantuan dari orang lain yang tepat jika diperlukan.

Mari kita sama 2 menjadi special, selain untuk diri kita sendiri, untuk orang lain dan dunia. Be Special and have a nice day!

*tulisan ini saya revisi, tentu saja karena ingin menjadikannya lebih baik, untuk saya dan anda. 🙂

Senangnya Mika & Luna sekarang sehat banget, makannya lahap, kadang malam g kasih makan 2x, sengaja karena dalam proses penggemukan… beagles itu memang bagusnya gemuk, pendek, bogel, montok… kalo lihat mereka habis makan, rasanya seneng n gemes banget kadang perutnya g elus2… hahaha…

Mika & Luna, beagles yang sempat ditelantarkan pemiliknya, sempat sakit parah, kurus, berak darah, lemas, cacingan… sekarang sudah sehat, gemuk, lucu, aktif dan juga bandel, srudak sruduk, senang becanda, manja…

Mereka itu termasuk pintar, meski baru nurut perintah “sit”… lagi diajarin “shake hand” dan “play dead” susah banget… “play dead” itu pura2 mati, jadi penginnya kalau g teriak “bang…” sambil tangannya nunjuk kayak pistol mereka langsung rebahan dan pura2 mati… *lihat di hbo dan film2 banyak yang bisa, meski tahu mereka pasti masuk sekolah khusus anjing…  mudah2an Mika & Luna ngerti deh…

Nanti g foto mereka yang sudah semakin gendut… g penginnya mereka bener2 gemuk… yah agak2 obesitas gpp deh… :p kan lucu kayak buntelan… Mika Luna fatto fatto… *ngomong ala Hiro Nakamura Heroes…


OrangeCategory

OrangePhotos