The Orange Network

Share : Mengatasi rasa sedih dari dalam diri kita sendiri

Posted on: March 3, 2007

Ada blog orang yang tidak saya kenal, temannya Orel : Tante Carmen, dia sedang merasakan penyesalan yang tidak pernah bisa dilupakan, mirip seperti perasaan saya ketika kehilangan orang2 yang saya cintai satu persatu… lalu saya share dan memberik comment seperti ini :

——————————————-

hmmm jadi ini yang si Orel *Aurel bilang 1 hari baca blog g dan baca blog tante carmen kok mirip2…๐Ÿ™‚

I know, this is a really sad story, if you don’t mind, i just wanna share my own experience how to pass all this things.๐Ÿ™‚

Saya juga sudah yatim piatu sekitar 5 tahn lalu, papa pergi duluan karena sakit kanker lambung, 2 tahun kemudian mama menyusul karena diabetes, tapi penyebab utamanya adalah cintanya yang begitu besar kepada papa saya.๐Ÿ™‚

Saat papa saya meninggal, sehari sebelumnya saya menjenguk dan kondisinya membaik bahkan saya bisa bercanda, karena keadaan membaik saya kembali kuliah, meski saya sudah merasakan hal yang ganjil karena papa saya yang tidak pernah ke gereja tiba2 minta dibaptis katholik… tapi saya merasa senang sekali karena setelah itu papa menjadi lebih baik dan tenang.

Saya masih ingat, jam 7 malam ketika perjalanan pulang dari kampus ke kost, saya mendapat telepon dari kakak yang mengatakan papa sudah pergi, saya hanya bisa diam dijalan, telepon saya matikan dan air mata mengalir tiba2, ngga bisa berkata apa2, saya hanya masuk ke kost dan ke kamar mandi karena suasana kost sedang ramai, kemudian saya langsung ke rumah kakak malam itu juga.

Kehilangan ke 2 lebih menyedihkan, saya melihat sendiri mama melepas nafas terakhir dan angka petunjuk denyut jantung yang makin berkurang… saya juga ngga bisa bilang apa2, hanya menangis dan berbisik “Saya mencintai mama… dan akan selalu merindukan… pergilah dengan tenang, kami akan baik2 saja…”

Setelah mama pergi saya menyimpan dendam kepada dokter selama beberapa minggu… saat itu saya berpikir kalo saja dokter bodoh itu tidak mengatakan keadaan mama yang sebenarnya didepan mama, mama tidak akan pergi… dokter itu angkat tangan, dan dengan bodohnya bicara di depan mama, meski sedang tidak sadar, saya yakin mama mendengar dan itulah yang menyebabkan dia langsung drop beberapa saat sesudah dokter itu bicara…

Bisa dibayangkan kemarahan saya pada waktu itu?… saya mencari dokter yang ternyata sudah kabur pulang… wtf, bahkan saya sempat menggebrak meja resepsionis dengan kencang saat itu dan membuat semua suster dan pasien yang lain takut / kaget…๐Ÿ™‚ *tindakan bodoh…

Saya lari sesaat entah kemana, mencari dokter bodoh itu dan akhirnya menangis di pinggir jalan… kemudian saya kembali lagi dan membantu suster untuk mengganti pakaian, saya memapah mama untuk yang terakhir kalinya…

Bagaimana hari2 saya setelah kejadian itu? saya lebih banyak diam, teman2 kantor, kost dan kampus tidak bisa menghibur saya, bahkan keluarga dan pacar saya saat itu, itu kehilangan terbesar ke 2 setelah papa. Saya sempat bertanya kepada Tuhan, kenapa cepat sekali? disaat saya baru ingin mulai membalas budi orang tua saya, Engkau memanggil terlalu cepat… dan sejak kejadian itu juga saya jadi malas ke gereja, malas berdoa, menjauh dari Tuhan… meski saya tetap sadar dan tidak melakukan hal2 yang merugikan saya seperti drugs, dsb.

Lalu bagaimana saya akhirnya kembali happy dan merelakan itu semua? saya kehilangan pacar pertama saya kira2 setahun kemudian, wah sial sekali saya yah…๐Ÿ™‚ tapi sejak kejadian itu saya jadi berpikir, ngga ada yang abadi di dunia ini, termasuk cinta. jika memang waktunya habis, seberapapun kita erat menggenggam sesuatu dan berusaha menahan untuk memiliki selamanya, hal itu tidak akan bisa. Saya sadar, saya akan terus mengalami kejadian seperti ini beberapa kali lagi dalam hidup saya, saya jadi terbiasa, saya jadi seolah2 tidak memiliki sense of belonging yang besar terhadap apapun. Bukan berarti saya menyianyiakan apa yang saya miliki yah, tapi lebih tepatnya saya mempersiapkan diri saya terlebih dahulu untuk kejadian2 serupa di masa depan.

Saya berpikir saya belum selesai membahagiakan orang tua saya, jadi saya berusaha membahagiakan kakak2 saya, keponakan saya, orang2 terdekat saya, dan beberapa teman saya. Saya semakin sadar bahwa berusahalah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk hal2 yang membahagiakan. Saya sendiri juga mempunyai waktu hidup, jika saya terus menyesal, sedih, dendam, kecewa, kapan saya bisa menikmati hidup? toh orang tua saya juga inginnya saya bahagia dan membahagiakan orang lain yang masih bisa, so Let’s move on.๐Ÿ™‚

Jadi pengalaman pahit atau buruk, akan membuat kita semakin kuat, jika kita sanggup mengatasinya, relakan, belajar dari yang dulu, lakukan yang lebih baik kemudian. Semua yang ada pada diri anda sekarang ini adalah kebahagiaan, share dengan orang2 disekitar anda, bantulah sesama dan nikmati hidup๐Ÿ™‚

*ehm kok jadi panjang sekali yah… sempet mikir jadi mo komen atau ngga, just wanna share, hope u find the true of your happiness.๐Ÿ™‚

——————————————-

Entah kenapa kok jadi panjang, tapi saya juga ingin berbagi dengan teman2 semua, jadi saya copy kan ke blog saya sendiri comment saya tersebut. Semoga kita semua dapat melewati peristiwa yang tidak enak dengan cepat, dan bangkit ke keadaan yang lebih baik. have a nice week end!๐Ÿ™‚

*notes : saya pernah merasakan trauma jika melihat suasana rumah sakit, alat pengukur denyut jantung, alat bantu pernafasam, selang infus dsb. Rasanya sesak dan malas untuk melihat hal seperti itu karena langsung terbayang keadaan mama lagi saat di rumah sakit, bahkan beberapa bulan sejak kejadian itu saya tidak pernah ke rs meski ada teman yang sakit, saya hanya menelepon dan meminta maaf karena tidak bisa hadir kesana dengan alasan sibuk dsb. Jika tidak sengaja saat menonton film ada adegan rumah sakit, saya menskipnya jika di dvd, ganti chanel jika di tv atau tutup mata dan telinga jika di bioskop๐Ÿ™‚ Tapi sekarang saya sudah bisa kembali normal, meski masih terlintas2, tapi karena perasaan saya lebih lega dan bahagia, kadang saya hanya mengingat mama yang sedang tersenyum dari sana.๐Ÿ™‚ Alihkan perasaan, ingatan2 yang tidak menyenangkan ke sesuatu yang menyenangkan, itu sangat membantu.๐Ÿ™‚

4 Responses to "Share : Mengatasi rasa sedih dari dalam diri kita sendiri"

Makaciih yaa comment’na di blog gw…
Hu hu, agak ‘tenang’, krn ternyata ada orang lain juga yg “tau gimana nyesek’nya kehilangan ortu”.
Walaupun, sampe skrg tetep ga bisa ngilangin “perasaan bersalah” itu, tapi gw selalu inget buat do’a in alm bapak..
Betewe, salam kenall yaah..๐Ÿ˜€

*lupa*.. Gw link yaa..:D

@carmen… nice to meet & share with u…๐Ÿ™‚ jangan terlalu lama larut dalam kesedihan karena waktu sangat berharga, habiskanlah untuk hal2 yang bahagia…

It’s nice of you to share your moments of loss, and more important, to share your moments of waking up and growing to be a -once again- happy person.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: