The Orange Network

Archive for February 2007

Hari ini saya ada meeting di daerah kelapa gading, rumah saya di daerah GreenVille, karena cukup jauh dan sering macet, saya ingin mencoba naik busway, kebetulan di daerah Citraland ada halte busway Jelambar, setelah mencari info sebelumnya lewat Cybermap tentang rute busway, saya pun pergi pagi2 jam 8.15 AM *janji meeting jam 10.00 AM, perjalanan awal ngga terlalu padat mungkin karena masih pagi, jadi begitu 1 bus datang saya bisa langsung terangkut, tapi sayangnya yang katanya tiap 5 menit lewat kok saya sempat menunggu sampai 15 menit yah… but it’s ok lah.

Ngga lama bis datang, pintu dibuka dan seeetttt… ibu2 berbadan agak gemuk dari belakang tiba2 menyerobot saya, hmmm… biasa seh di Indo gitu… mungkin takut buswaynya habis… :p ternyata cukup penuh, jadi saya harus berdiri dan berdesa-desakan saat masuk dan didalam, jadi mikir kok petugasnya ngga ngatur jumlah penumpang yah, kalo tahu penuh sesak begini saya rela deh nunggu bus berikutnya, tapi kayaknya ngga bisa juga karena setiap pintu dibuka sudah terdorong2 dari belakang…

Sampai di Harmoni, saya harus berpindah untuk tujuan Pulau Gadung, dan turun di Pulau Mas, nah ke arah sana ngga rame, jadi saya sempat duduk dan menikmati perjalanan dengan lebih santai, perhatiin buswaynya agak bersih seh ngga ada sampah di dalam bus, ngga ada pengamen, ac pun normal, tapi debu2 pasir di bawah tetap ada, masih kalah soal higienis dibanding MRT di Singapore yang bersih sekali. Oh ya saat naikbusway ke arah Pulau Mas ini juga menunggu bisnya cukup lama sekitar 15 menit.

Selesai meeting saya kembali lagi naik busway, ngga rame, tapi bisnya lama sekali sekitar 20 menit, turun di Harmoni, dan ambil arah Kali Deras, nah disini perjuangan baru dimulai, antriannya panjang, desak2an lebih ganas, kedatangan bus cukup lama 15 menit. Akhirnya sampai juga ke rumah, yah ada beberapa kesimpulan seh :

Kelebihan

1. Murah, GreenVille – Kelapa Gading cuman Rp. 3500,- kalo naik taksi sekitar Rp.60.000,- / Rp. 45.000,- tarif lama, sekali jalan.

2. Ngga repot pindah2 angkutan.

3. Kalo lebih teratur / sepi cukup nyaman dan aman, ngga ada pengamen, kalo pencopet? ngga tahu juga. :p

4. Cukup cepat, hanya berhenti di lampu merah.

Kekurangan

1.Kurang teratur, baik petugas maupun pengguna, mestinya orang yang turun didahulukan dan disediakan jalur tengah, sedangkan yang akan naik jalur kiri dan kanan serong dan harus menunggu setelah orang selesai turun. petugas harus menghitung kapasitas ideal 1 bis, jangan di paksakan.

Arus antrian turun dan naik untuk MRT Singapore : xx = orang turun terlebih dahulu, yy = orang naik setelahnya.
___|xx|___
___|xx|___
yy\ ___/yy
yy_____ yy

2. Ngga ada petunjuk posisi kita sedang di halte mana dan rute semua jalur buswa, kalo turis ingin memanfaatkan busway gimana donk? nanya ama petugas? mereka ngga bisa bahasa english lho.

3. Kurang bersih, saya yakin harusnya bisa lebih bersih lagi, sediakan vacum cleaner di masing2 bis, dan bersihkan minimal beberapa kali sehari.

kira2 itu seh, untuk hal2 lain nanti akan ditambahkan kalo ada, jadi sudah siap & berniat naik busway?! 🙂

Mungkin sudah puluhan kali saya di tanya via ym / msn ketika saya online, dan saya mulai agak senggan untuk menjelaskannya karena yah itu bad things, saya juga sempat menuliskannya di blog beberapa waktu lalu, tapi nampaknya member belum tahu pasti bahwa salah satu kegunaan blog adalah untuk mengetahu keadaan dari seseorang / object. Tapi dengan banyaknya pertanyaan dari member2 tersebut saya juga turut senang dan menghibur ternyata banyak yang peduli dengan forum tersebut, padahal rata2 usia disana adalah dibawah 20 tahun atau kebanyakan smp, smu dan kuliah.

Sebagai admin saya mengakui bahwa waktu saya tidak cukup untuk menghandle forum lagi sejak saya kembali aktif bekerja, apalagi di tempat baru ini saya tidak bisa berlama2 browsing internet, kebanyakan waktu saya di habiskan dengan menyiapkan proposal, presentasi untuk meeting, meeting internal / external, ngeloby client, dsb. Kalo di bandingkan pekerjaan sebelumnya yang memang handling bagian concept untuk development service jauh lebih sibuk.

Lalu apa sih yang sebenernya terjadi sekarang? apakah website itu di hack? atau error? atau hostingannya bermasalah? yang terakhir adalah yang benar, HOSTINGAN BERMASALAH. Bermasalah dalam arti luas bukan error system/hardware, tapi pemiliknya yang bermasalah, tidak bertanggung jawab atas bisnis hostingannya, tidak bertanggung jawab terhadap client2nya, kenapa itu bisa terjadi? padahal kita membayar juga hostingan tersebut dengan teratur per tahun / per 2 tahun malah. Inilah salah satu sisi negatif bisnis internet, TRUST

Saat seseorang melakukan bisnis/transaksi di internet, modal awalnya adalah kepercayaan, begitu juga saat saya hosting di JUAL HOSTING, berawal dari teman virtual di forum, teman chat, kemudian dia membuka bisnis hostingan, saya sebagai teman mencoba membantu dengan menjadi client dan menawarkan kepada teman2 saya yang lain, saya sendiri memakai 2 hostingan dan kurang lebih ada 4 teman yang lain yang ikutan. *salah satunya yang comment di blog sebelumnya.

Awalnya servicenya ok karena di full handle bisnis itu, lalu dia mendapat pekerjaan, nah dari situlah masalah mulai, saat terjadi error fixed nya mulai lama, reportnya juga lama, dan akhirnya terakhir ini sudah tidak jelas, tidak ada report, tidak ada feedback, tidak bisa dihubungi… Saya masih menunggu, tapi sekarang saya sudah mengamsumsikan hostingannya mati, bisa juga karena dia tutup atau expired kemudian tidak kembali berbisnis hostingan. Atau kalo mau berpikir positif dia liburan ke luar dari Amerika selama beberapa bulan, kemudian hostingan error jadi dia tidak tahu. but still not compromised!

Kenapa seh ngga pindah hostingan saja? iya dari dulu mau berpikir pindah ke lokal, tapi untuk akses internasionalnya cukup banyak jadi saya mempertimbangkan hal itu, sambil mencari2 hostingan luar yang bagus dan kencang untuk diakses dari lokal, tapi saya juga masih tidak terlalu memprioritaskan hal ini karena kemaren banyak kesibukan lain seperti banjir, kerja dsb.

Lalu sekarang? untuk backup saya memiliki backup terakhir meski agak terlambat sekitar awal desember tapi bisa dipakai, lalu saya mempertimbangkan untuk menyerahkan jabatan Admin ke orang lain yang dianggap bisa menghandle forum IndoDotA nantinya, apakah syaratnya?

1. Mempunyai banyak waktu luang.

2. Mengerti cara hosting, domain, upload, setting forum invision power board, security, install & setting modul dan memaintenance forum *menghidupkan, menjaga, dsb. dan menunjukan salah satu forum yang pernah dibuat tapi sekarang sudah tidak aktif / bukan admin.

3. Berdomisili di Indonesia, diutamakan di Jakarta.

4. Lain2 menyusul kalo udah ada calonnya.

Bagaimana prosesnya? pertama calon admin akan saya beri wewenang sebuah domain dan hosting baru, saya akan merestore database backup dan kemudian selanjutnya saya serahkan sepenuhnya.

Bagaimana dengan saya? saya masih akan tetap sebagai Super Moderator untuk memantau dan mensupport hal2 lain.

Kamu mampu? silahkan menghubungi saya via ym / email : andy14_friends@yahoo.com terima kasih, sementara ini saya mempersiapkan untuk hostingan dsb. Ayo bangun komunitas internet Indonesia yang menyenangkan!

Good morning my friends, tonight when I login at wordpress to write other blog, I found very interest article, what is that? The article discussed aboout how to make money at internet, ofcourse everybody want it, because in my mind / yours using internet it’s very easy, happy or at least not make our body sweated and then the money came?! wow is that true?! really? how it works? hahaha let’s discuss it.

Ini adalah salah satu article yang saya baca diambil dari : http://webworkerdaily.com/2007/02/22/10-new-ways-to-make-money-online/

——————–

So you want to ditch your corporate cubicle and join the ranks of web workers? But you have a mortgage, maybe a dependent or two, and a taste for Venti Mochas from Starbucks? You can make money in the new economy, though it might not be as easy or cushy as keeping your old economy job.

I’m not talking about advertising or affiliate marketing or selling your junk on eBay. Those are so last millennium! I’m talking about the new new economy.

1. Offer your professional expertise in an online marketplace.These days, you can do more than just sell your old books via Amazon and your old Coach handbags via eBay—now you can sell your professional capabilities in a marketplace. No longer are you limited to looking for a permanent or contract job on Web 1.0 style job sites like Monster or CareerBuilder. The new breed of freelancing and project-oriented sites let companies needing help describe their projects. Then freelancers and small businesses offer bids or ideas or proposals from which those buyers can choose.

Elance covers everything from programming and writing to consulting and design, while RentACoder focuses on software, natch. If you’re a graphic designer, check out options like Design Outpost or LogoWorks–you don’t have to find the customers, they’ll come to you. Wannabe industry analysts might sign up for TechDirt’s Insight Community, a marketplace for ideas about technology marketing.

2. Sell photos on stock photography sites. If people regularly oooo and aaaaah over your Flickr pics, maybe you’re destined for photographic greatness or maybe just for a few extra dollars. It’s easier than ever to get your photos out in front of the public, which of course means a tremendous amount of competition, but also means it might be an convenient way for you to build up a secondary income stream. Where can you upload and market your photos? Try Fotolia, Dreamstime, Shutterstock, and Big Stock Photo.

3. Blog for pay. Despite the explosion of blogs, it’s hard to find good writers who can turn around a solidly-written post on an interesting topic quickly. GigaOM is always looking for bloggers with great content ideas and solid writing skills. How do you get noticed? Comment and link to blogging network sites. Write blog posts that are polished and not overly personal (although showing some personality is a plus).

4. Or start your own blog network. If you like the business side of things–selling advertising, hiring and managing employees, attracting investors–and have the stomach to go up against the likes of Weblogs, Inc., GigaOmniMedia, b5media, maybe you should make an entire business out of blogs. Don’t make the mistake of thinking you’ll get a lot of time to write yourself though.

5. Provide service and support for open source software. Just because the software is free doesn’t mean you can’t make money on it–just ask Red Hat, a well-known distributor of Linux that sports a market cap of more than four billion dollars. As a solo web worker, you might not want to jump in and compete with big companies offering Linux support, but how about offering support for web content management systems like WordPress or Drupal? After getting comfortable with your own installation, you can pretty easily jump into helping other people set them up and configure them.

6. Online life coaching. Who has time to go meet a personal coach at an office? And don’t the new generation of web workers need to be met by their coaches in the same way that they work: via email, IM, and VoIP? You could, of course, go through some life coaching certification program, but on the web, reputation is more important than credentials. I bet Tony Robbins isn’t certified as a life coach–and no one can argue with his success. For an example of someone building up their profile and business online as a coach, check out Pamela Slim of Ganas Consulting and the Escape from Cubicle Nation blog.

7. Virtually assist other web workers. Freelancers and small businesses desperately need help running their businesses, but they’re not about to hire a secretary to come sit in the family room and answer phone calls. As a virtual assistant, you might do anything from making travel reservations to handling expense reimbursements to paying bills to arranging for a dog sitter. And you do it all from your own home office, interacting with your clients online and by phone. You can make $20 and up an hour doing this sort of work, depending on your expertise.

8. Build services atop Amazon Web Services. Elastic computing on AWS is so cool… and so incredibly primitive right now. Did you know that you can’t even count on your virtual hard drive on EC2 to store your data permanently? That’s why people are making money right now by offering services on top of AWS. Make it easier for people to use Amazon’s scalability web infrastructure like Enomaly has with elasticlive, a scalable web hosting platform built on AWS.

9. Write reviews for pay or perks. If you blog for any length of time on a particular topic–parenting, mobile phones, or PCs, for example–you will likely be approached to do book or product reviews. You can get free stuff this way, but are you selling your soul? Is there any such thing as a free laptop? These are decisions you’ll have to make for yourself, because no one agrees upon what ethical rules apply to bloggers. Even less do people agree on services like PayPerPost that pay you to write reviews on your blog. Check out disclosure rules closely and see whether such a gig would meet your own personal standards or not.

10. Become a virtual gold farmer. A half million Chinese now earn income by acquiring and selling World of Warcraft gold to gamers in other countries. If you’re not a young person living in China, this probably isn’t a viable option for you. But what’s intriguing about it is the opportunity to make real money working in a virtual economy. People are making real-world money in Second Life too.

What other new ways do you know of to make money online?

——————–

Gimana? ada salah satu yang cocok untuk anda? ngga ada? coba check ini : http://www.doshdosh.com/ disitu di jelaskan lebih detils lagi tentang mencari uang lewat internet dengan berbagai cara seperti :

1. Menggunakan Adsense untuk pemilik forum / website yang trafficnya cukup tinggi.

2. Ngeblog = dibayar.

3. Bermain game = dibayar.

4. Browsing = dibayar.

5. Ngepost di forum = dibayar.

6. Bagi2 knowledge = dibayar.

7. Menjual content & image.

dan masih banyak lagi, gampang? ehm gampang atau ngga itu relatif untuk semua orang, tapi satu yang perlu di ingat, untuk mendapatkan sesuatu butuh hard work, skill, motivation and luck! Goodluck and don’t forget to share with us. *maksudnya traktir makan saya kalo sudah berhasil. 🙂

Yeah, it’s saturday, weekend gitu lho, kantor libur, dari tadi santai2, nonton tv, ngeblog, baca2 blog, check email, nonton dvd, lunch bareng ce bentar sebelum dia pergi ke tempat ko2nya, terus lanjutin nonton dvd Curse of The Golden Flower yang semalem tertunda karena ngantuk kecapean.

Curse of The Golden Flower dibintangi oleh Jay Chow, Gong Li, Chow Yun Fat terkesan kolosal, lengkap dengan settingan istana yang megah, dengan ribuan dayang, pasukan, dan detils dari pakaian istana yang patut di acungi jempol. Bagaimana cerita dengan ceritanya sendiri? ceritanya fokus pada konflik di balik kemegahan istana, sang raja yang sebentar lagi akan di gantikan kedudukannya mempunyai 2 istri, yang 1 semua orang mengira sudah meninggal, kemudian memiliki permaisuri lagi Gong Li, kemudian mempunyai 3 orang putra, 1 dari istri pertama, dan 2 dari permaisuri Gong Li.

Ternyata Gong Li merasakan didalam hati sang raja tidak ada wanita lain selain istri pertamanya, dan Gong Li juga berselingkuh dengan anak tirinya sendiri, putra mahkota pertama, calon penerus sang raja. Putra mahkota pertama tidak cekatan, terampil, dan hebat seperti putra mahkota ke dua yang di perankan oleh Jay Chow, dia suka bermain wanita dan dia jatuh cinta dengan putri seorang tabib istana, yang ternyata istri dari sang tabib itu sendiri adalah ibu kandung alias istri pertama sang raja, yang artinya cinta mereka adalah cinta incest / terlarang karena hubungan adik kakak.

Sedangkan sang raja yang mengetahui permaisurinya selingkuh dengan anak kandungnya / putra mahkota pertama menjadi marah dan dendam dan setiap 2 jam menyuruh permaisuri meminum obat yang sudah di beri ramuan agar menjadi gila. Sang permaisuri tahu, tapi tidak bisa berbuat apa2, dia hanya menceritakan kepada anak kandungnya si putra mahkota ke 2, putra mahkota ke 3 yang masih kecil ternyata tahu mengenai hubungan ibunya dan kakak pertamanya, menjadi benci dengan mereka, dan juga ayahnya karena dia selalu dianggap masih anak kecil.

Jay Chow yang menyayangi ibunya berusaha menolong ibunya dan akan melakukan pemberontakan melawan ayahnya pada festival upacara bunga matahari. Dan pada hari H itu terjadilah peristiwa berdarah, jay cho memimpin pasukan menembus benteng istana, sementara itu didalam terjadilah konflik ketika istri pertama, anaknya dan tabibnya sedang di buru pembunuh bayaran atas perintah sang raja, mereka semua mati dengan mengenaskan dan sakit hati, putra mahkota pertama di bunuh oleh adiknya sendiri putra mahkota ke 3, dan putra mahkota ke 3 dibunuh oleh sang raja, lalu Jay Chow gagal menembus pertahanan benteng istana, dan dihukum akan di asingkan selama 5 tahun, namun akhirnya memilih bunuh diri dihadapan permaisuri/ibunya dan ibunya masih saja di beri racun, meski ending cerita itu kurang jelas nasib permaisuri apakah mati / gila.

Pusing mendengar penjelasan saya? lebih baik nonton filmnya, cukup bagus dari segi setting dan detils istana dan pakaian. *untuk pakaian, kita akan sering melihat (maaf) payudara yang tersembul keluar karena semua dayang dan permaisurinya memakai pakaian model kemben. 🙂

Apa nilai dari film itu? yang terpikir oleh saya adalah, kemegahan yang nampak didepan mata, bukan berarti kebahagian didalam hati. Setiap orang mempunyai masalah dan konflik dalam diri, hanya saja tidak semua orang akan memperlihatkannya. Jadilah bijaksana dalam mengambil keputusan.

Have a nice weekend!

Pernahkah anda merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan beberapa kali, ketika anggaplah kita memperoleh sesuatu yang besar, biasanya pengetahuan, jabatan, dsb. kita justru merasa semakin kecil… *lho maksudnya gimana seh? contohnya begini untuk remaja, saat di smu juara 1 sekota, saat masuk kuliah kok ngga ada apa2nya? atau saat di kantor lama paling banyak memberikan contoh/memberikan ilmu, saat di kantor baru kok malah paling merepotkan? kira2 begitu maksudnya.

Saya sering kali merasakan hal seperti biasanya saat membaca buku / majalah yang membuka pikiran saya, jadi tahu sedikit lebih dalam mengenai satu hal, dan disaat yang bersama semakin sadar bahwa saya kok kecil sekali yang di jagat raya ini, kadang kalo lagi ngelantur ngelihat salah satu klip live band yang sedang terkenal sekarang lewat lagu2 punk alternativenya My Chemical Romance – Welcome to The Black Parade mereka nyanyi teriak2 di atas gedung pencakar langit kok rasanya cool banget, apakah ada kesempatan seperti itu untuk saya? atau hal lain yang lebih extrem misal lihat Donald Trump membangun universitas yang kayaknya “WOW!” banget, atau ngelihat Jonathan Ive si designer Apple yang karyanya selalu menggemparkan dunia, atau lihat si David Beckam yang bisa terkenal di lapangan rumput maupun jadi icon lifestyle, sampai melihat tingkah konyol si kaya nan oon Paris Hilton.

Saya kadang berpikir aja, gimana seh rasanya apa yang kita lakukan itu bisa dilihat, didengar bahkan memberikan pengaruh ke orang banyak, pasti sangat menyenangkan bila bisa memberikan pengaruh yang baik ke orang lain. Ok enough for dreamingm let get back to our real life… Apa seh yang bisa kita lakukan ke lingkungan sekitar kita? BANYAK!

Sambil berusaha membuat hidup kita lebih baik dan bisa membantu orang disekitar kita, kita bisa memulai hal2 kecil yang sebenernya juga berarti atau bahkan bisa berefek besar kalo di hubung2kan, ngga percaya? contoh tidak membuang sampah sembarangan, dan beritahu ke setiap orang lain yang melakukan hal itu, jika anda sungkan memberi tahu secara langsung, ambilah sampah itu dan buangkan ke tempat sampah, orang itu akan melihat, dan orang lain akan melihat, dan diharapkan nantinya dia akan ingat setiap akan membuang sampah, jika tidak ingat juga? setidaknya anda membantu membuat lingkungan disekitar kita lebih bersih pada hari itu, dan ternyata jika 2 dari orang di sekitar anda melakukan hal yang sama, maka akan hal itu akan kontinyu secara terus menerus dan berlipat.

Contoh paling kelihatan adalah seperti menyalakan lampu motor di siang hari yang baru terjadi beberapa bulan lalu, memang pada minggu2 pertama masih banyak orang yang tidak peduli dan menganggap hal itu adalah bodoh/sia2, tapi sekarang? atau peraturan untuk menggunakan sabuk pengaman di mobil, pada awalnya saya sering lupa dan sering diingatkan teman/keluarga, kemudian saya juga sering memperingatkan orang lain, dan sekarang?

Saat menulis blog ini saya sambil chating dengan teman lama *teman kul, skripsi & kerjaan. biasa memang ngobrol sana sini dan karena dunia kita itu sama2 di it khususnya internet, kita sering brainstroming soal inovasi2 teknologi internet, kebetulan kita membahas kenapa seh website2 lokal kurang inovatif ide2nya, coba lihat fs, flickr, digg, google, yahoo, cyworld, neopet, frapper, haboo, dan masih seabrek lainnya yang kalo dilihat ide2nya sangat menarik, apalagi dari sisi inovasi teknologinya.

Terus kita lagi ngimpi2 neh, mo ngeluarin service buat ikut meramaikan dunia internet, meski sadar bahwa kita kek ikan kecil yang nyemplung ke samudra, tapi saya berpikir Nothing To Lose! kalo nantinya gagal, ya ngga ada ruginya buat kita kok *ada seh materi, waktu dan pikiran, tapi itu harga dari sebuah pengalaman kan?! apalagi saya sendiri pernah berkecimpung di online development sedikit. Nah apa seh yang bakal kita develop? tunggu saja yah, saya sedang menuangkan apa yang ada di pikiran ke gambar2 biar jadi konsep yang mudah2an bagus dan diterima untuk market indo dan internasional. *mind mapping…

Melakukan hal baik, entah itu kecil atau besar, akan memberikan efek yang baik juga untuk kita dan sekitar kita / dunia. 🙂

Pagi kemarin saya melihat langsung kecelakaan konyol yang seharusnya tidak terjadi, saat saya berangkat ke kantor ke arah jalan Gatot Subroto, sesaat setelah melewati jembatan Slipi JDC, suasana pagi itu agak lancar dibandingkan hari-hari biasanya, saya juga melaju di kecepatan standar +- 60 km/jam.

Saat sedang memikirkan hari ini saya ada meeting dengan siapa saja, tiba-tiba ada sepeda motor di depan saya yang memang agak kencang (mungkin 80-100 km/jam) menabrak rambu-rambu di tengah jalan yang maksudnya memberi tahu bahwa motor harus berada di jalur kiri.Terdengar suara seng tertabrak “Duenggg… ” disusul suara motor jatuh terbanting2 beberapa kali…

Saya sempat melihat 2 orang terjatuh, namun untungnya mereka langsung bisa berdiri, kelihatannya dan semoga tidak ada yang parah, saat kecelakaan itu terjadi, beberapa mobil dan motor di belakangnya juga langsung mengerem hingga bunyi ban di rem bertemu aspal cukup kencang dan sahut2an, untungnya tidak terjadi tabrakan beruntun di belakangnya atau pengendara yang jatuh tertabrak oleh pengendara lain.

Tidak jauh dari lokasi kejadian, saya melihat 3 orang polisi sedang ngerumpi pagi2 di pinggir jalan, saya berpikir untuk berhenti dan memberitahukan kejadian di belakang, sayangnya saya ada di jalur kanan, jadi tidak bisa memotong langsung ke kiri, ah semoga ada yang bisa memberitahukan polisi kejadian itu dan memberikan bantuan…

Nah saya jadi mikir, gunanya rambu seharusnya untuk memperingatkan/membantu dari kecelakaan, tapi kok malah jadi penyebab kecelakaan, sejak dari awal ada rambu itu yang di pasang di tengah jalan dengan bahan besi menurut saya sangat berbahaya, apa polisi2 itu ngga mikir kalo nabrak, sudah pasti orangnya jatuh, terpelanting, tertabrak dari kendaraan lain, atau malah rambu itu mental dan mengenai orang di sekitarnya? apa tidak sebaiknya di buatkan rambu2 yang lebih aman seperti dari bahan fiber mungkin? atau paling tidak untuk rambu2 yang berbentuk kerucut warna merah dari bahan plastik itu sudah cukup *saya menyebutnya Cone.

Saya yakin kejadian itu tidak hanya terjadi sekali, karena kurang lebih ada 4 rambu yang saya lihat dan semuanya penyok2 atau bekas jatuh, tertabrak, dsb. apakah harus memakan korban lebih banyak lagi dan lebih parah lagi baru polisi2 itu sadar?…

Beberapa hari yang lalu saat saya mau tidur saya sempat menonton tv cable sebentar, di chanel travel & living ada acara tentang tradisi minum teh dari cina, ada beberapa hal yang lucu dan menarik di 5 menit sesaat sebelum saya matikan televisi, yaitu ternyata ada pesan2 simbolik saat acara minum teh berlangsung antara si tuan rumah dan tamunya.

Pesan simbolik itu biasanya terjadi setelah beberapa saat mereka berbicara dsb, jika tuan rumah senang dengan tamunya, maka setelah dia menuangkan teh ke dalam cangkirnya sampai penuh, dia akan membersihkan/menghilangkan gelembung di cangkir dengan arah ke dari ujung luar cangkir ke dalam/ke badan dia (dari atas ke bawah) yang berarti “I’m happy you are here, please stay longer, come again next, etc”

Dan sebaliknya, jika tuan rumah tidak suka dengan tamunya, maka ia akan melakukan gerakan membersihkan gelembung dari bawah ke atas yang berarti “I don’t like you, i’m tired, please leave now!” dan bisa menegaskan dengan gerakan yang lebih jelas dan cepat berulang2 yang artinya “Get out from here, now!”

Unik kan? jadi jika anda di undang ke acara minum teh, tolong perhatikan pesan simbolik yang di berikan tuan rumah, dan jangan salah melakukan gerakan karena bisa berarti sesuatu yang tidak menyenangkan dengan teman minum teh anda. 🙂


OrangeCategory

OrangePhotos