The Orange Network

The Illusionist

Posted on: January 22, 2007

Barusan selesai nonton dvd The Illusionist, film yang di bintangi Edward Norton, Jessica Biel and Paul Giamatti ini cukup menarik menurut saya, bukan karena trick2 sulapnya yang jelas2 kita tahu itu effect komputer, tapi karena kecerdikan si Herr Eisenheim “The Illusionist” yang menciptakan sebuah “ilusi” untuk merebut kembali cintanya yang sempat terpisah beberapa tahun.

Berawal dari seorang bocah anak dari tukang kayu pembuat furniture para bangsawan yang berjumpa seorang sulap di tengah jalan, sejak pertemuan yang mengagumkan dengan pesulap itulah dia bertekad ingin menjadi pesulap yang handal, belajar dari sulap2 kecil seperti kartu, membawa telur dengan tongkat kecil sebesar sumpit ditengah tanpa jatuh, dan itu membuat Sophie yang saat itu sedang berkuda di tengah kota melihat dan terkagum2 sejak pandangan pertama, mereka bertemu, berkenalan, dan berteman sejak saat itu sampai mereka dewasa dan harus dipisahkan karena mereka berasal dari dunia yang berbeda, bangsawan dan budak.

Ada suatu kejadian saat malam mereka bertemu di rumah rahasia di hutan dan dicari-cari oleh penjaga putri Sophie, Sophie mengatakan “Make us dissapear please!” namun tentu saja Eisenheim tidak bisa dan tertangkap lalu dipisahkan dengan paksa. Dari sana Eisenheim bertekad untuk belajar lagi tentang sulap di berbagai negara, akhirnya dia berpetualang sendiri meninggalkan Sophie sementara waktu selama beberapa tahun.

Eisenheim kembali ke kotanya, dan membuka pertunjukan demi pertunjukan yang mengagumkan dan membuat dirinya terkenal, hingga akhirnya pertunjukannya di tonton oleh seorang calon raja Leopold yang ternyata saat itu akan bertunangan dengan Sophie yang sudah dewasa dan lebih cantik. Saat pertunjukan itu Eisenheim meminta penonton untuk menjadi volunter, dan kebetulan Leopold sang calon raja yang terkenal pintar meminta calon tunangannya Sophie untuk maju, saat itulah pertama kali mereka bertemu kembali setelah bertahun2.

Dari pertemuan itu cinta mereka tumbuh kembali, dan memang dari awal Sophie tidak suka dengan calon pewaris kerajaan Leopold karena begitu keras, angkuh, sombong. Sophie dan Eisenheim menjalin cinta secara diam2, dan hal itu di ketahui oleh seorang polisi yang menjalankan tugasnya untuk melindungi tuan putri kemanapun dia pergi. Polisi tersebut hanya menjalankan tugasnya melapor kepada Leopold bahwa mereka sering bertemu dan merencanakan sesuatu.

Leopold marah, dan dalam keadaan mabuk, dia menusuk Sophie di leher dengan pedang kerajaannya, hanya 1 saksi mata yang mendengar kejadian itu *tidak melihat. Mayat Sophie ditemukan dan Eisenheim begitu sedih, dan mengatakan kepada polisi itu bahwa Leopold yang melakukannya, namun tidak ada bukti dan dia adalah calon raja, polisi itu terus menyelediki kasus tersebut.

Eisenheim di tentang oleh Leopold dan semua pertunjukannya di larang, namun dia tetap berkarya, bahkan pertunjukan2 semakin hebat seperti memanggil roh dari orang2 yang sudah meninggal, dan itu membuat masyarakat mengganggap dia sebagai orang yang hebat dan mendapat respek yang kuat. Eisenheim bahkan membuat pertunjukan dengan seolah2 memanggil roh dari putri Sophie yang membuat masyarakat semakin sadar bahwa Leopold yang membunuhnya, karena memang Leopold pernah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita sebelumnya.

Semua bukti mengarah kepadanya, dan akhirnya polisi itu memberitahu Raja, dan pengawal kerajaan datang untuk meminta penjelasan Leopold, Leopold bingung dan akhirnya bunuh diri dihadapan polisi, setelah itu polisi tersebut mendapat surat dari Eisenheim tentang penjelasan trik sulap Orange Tree, dan tiba2 dia teringat bahwa semuanya ini sudah diatur oleh Eisenheim.

Eisenheim membuat permintaan Sophie saat kecil “Make us dissapear!” itu terkabul, mereka bisa bebas dari hiruk pikuk kehidupan bangsawan yang penuh aturan berdua dengan penuh cinta. Rencananya berjalan mulus setelah mengatur semuanya seperti sebenarnya Sophie tidak mati terbunuh oleh Leopold, Leopold dibuat sangat mabuk dan seolah2 membunuh Sophie, dan bukti seperti batu permata pedang kerajaan, saksi mata, mayat dan sebagainya sangatlah rapi.

Bagaimana seru bukan?! meski di tengah film saya sedikit bisa menebak bahwa mungkin semua itu sudah diatur oleh Eisenheim dan Sophie demi kebebasan mereka ber 2, namun saya terus ingin menontonnya sampai selesai.🙂 Ada pelajaran yang saya ambil dari sana, bahwa kita harus cerdik saat ingin mencapai tujuan kita meski kita tahu betapa berat rintangan yang harus kita hadapi. Kita harus pandai2 membuat “ilusi” positif untuk kebahagian kita dan orang2 disekitar kita. Selamat Malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

OrangeCategory

OrangePhotos

DSC_5739

DSC_5726

DSC_5716

More Photos
%d bloggers like this: